BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Thursday, November 17, 2016

Alasan Kenapa Mereka Jadi Teroris ?

Muslimedianews.com ~ Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin mengutuk peledakan bom di Gereja Oikumene, Kota Samarinda. Menurutnya, setiap pelaku bom (teroris, red) tidak paham bahwa Islam bukanlah agama yang mengajarkan kekerasan apalagi membunuh.

"Islam adalah agama cinta, agama yang menebarkan keselamatan dan menebarkan rahmat. Sehingga tindakan teroris atas nama agama sama sekali tidak bisa dibenarkan dan tidak ada dalilnya dalam ajaran Islam," ujar Gus Ishom melalui akun Facebook-nya, Senin (14/11).

Kiai muda ini menegaskan, di Indonesia yang merupakan negara hukum, warganya wajib tunduk pada hukum, tidak boleh sewenang-wenang memastikan orang lain pasti bersalah dengan hukuman menurut vonis atas pendapatnya sendiri.

"Melainkan jika bersengketa, masing-masing pihak harus tunduk kepada keputusan dari pihak yang berwenang menanganinya. Setiap persengketaan itu bisa dicarikan solusinya melalui jalur hukum, meskipun itu bukan satu-satunya jalan penyelesaian," tulisnya.

Ia menambahkan, harus diakui bahwa maraknya diskriminasi dan kekerasan atas nama agama seringkali disebabkan oleh rendahnya mutu kualitas sumber daya manusia pelakunya. Pemahaman agama yang demikian dangkal dan semangat beragama yang menggebu-gebu seringkali menjadi pemicunya.

Kedangkalan pemahaman terhadap substansi ajaran Islam dengan ciri tekstualis-literalis telah menjebak mereka ke dalam ruangan ideologis yang lebih pengap, tertutup dan amat subjektif.

"Maka wajarlah jika mereka selalu merasa benar sendiri, tidak menghormati perbedaan dan sering memaksakan kehendaknya, sehingga kegaduhan sosial tak terhindarkan," tegasnya.

Menghadapi fenomena ini menurutnya, setiap umat Islam hendaknya kembali belajar agama secara langsung  kepada para ahlinya yang lebih mengedepankan akhlak mulia, lebih menyejukkan umat dan mereka yang terus menerus memperjuangkan terwujudnya kemaslahatan hidup bersama sebagai suatu bangsa.

"Bukan belajar agama dari sumber-sumber yang tidak jelas mata rantai (sanad) pengambilan ilmu agamanya seperti belajar Islam lewat internet," pungkasnya. (Muahmmad Faizin/Fathoni)

sumber nu.or.id
« PREV
NEXT »

No comments