Top News :
Home » » Arifin Ilham Sebut Nabi Muhammad Tidak Bisa Adil, Apakah Penistaan?

Arifin Ilham Sebut Nabi Muhammad Tidak Bisa Adil, Apakah Penistaan?

Posted on Saturday, 19 November 2016 | garis 08:27

Muslimedianews.com ~ Ust. Muhammad Arifin Ilham dalam sebuah pernyataannya, mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW juga bisa bisa berlaku adil. Pernyataan tersebut di sampaikan di sebuah acara televisi swasta dalam pembahasan yang berkaitan dengan poligami.

Arifin Ilham sendiri termasuk ustadz yang melakukan poligami. Menurutnya, adil didalam berpoligami memang tidak bisa adil, bahkan Nabi Muhammad SAW pun tidak bisa adil.

"Kalau adil memang tidak bisa adil, sampai Nabi Muhammad SAW pun tidak bisa adil.لَن تَسْتَطِيعُوا أَن تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ Hei Muhammad, kau tidak akan bisa berbuat adil, walaupun kau pengen amat sangat berbuat adil. ... keadilan hanya milik Allah. Makanya Nabi berdoa, setiap menggilir istrinya Nabi berdoa "Ya Allah, hanya engkau pemilik keadilan, inilah semampu hambamu untuk berbuat adil". kata ustadz yang terkenal dengan majelis dzikirnya itu.

Oleh sebagian pihak, pernyataan ust. Arifin Ilham tersebut dianggap telah merendahkan Nabi Muhammad SA. Hal itu kemudian dikaitkan dengan sebuah kisah seorang laki-laki yang menuduh Nabi Muhammad Saw tidak berlaku adil, sebagaimana hadits riwayat Jabir bin Abdullah ra., ia berkata: "Seseorang datang kepada Rasulullah saw. di Ji`ranah sepulang dari perang Hunain. Pada pakaian Bilal terdapat perak. Dan Rasulullah saw. mengambilnya untuk diberikan kepada manusia. Orang yang datang itu berkata: Hai Muhammad, berlaku adillah! Beliau bersabda: Celaka engkau! Siapa lagi yang bertindak adil, bila aku tidak adil? Engkau pasti akan rugi, jika aku tidak adil. Umar bin Khathab ra. berkata: Biarkan aku membunuh orang munafik ini, wahai Rasulullah. Beliau bersabda: Aku berlindung kepada Allah dari pembicaraan orang bahwa aku membunuh sahabatku sendiri. Sesungguhnya orang ini dan teman-temannya memang membaca Alquran, tetapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka keluar dari Islam secepat anak panah melesat dari busurnya. (HR. Muslim)

Tentu kedua persoalan tersebut beda konteksnya. Lalu bagaimana mengenai ayat yang disampaikan oleh Ust. Arifin Ilham tersebut yakni QS. An-Nisaa' ayat 129. ? Didalam Islam, seorang laki-laki diperbolehkan beristri sampai 4. Disebutkan bahwa tidak ada perselisihan mengenai hal diantara para ulama. Tetapi kebolehannya dengan syarat-syarat tertentu yaitu bisa berlaku adil diantara istri-istrinya dalam hal tidur bersama, tempat tinggal, nafaqah, pakaian dan lain sebagainya. Jika khawatir (takut) tidak bisa berlaku adil, maka tidak diperbolehkan menambah istri lebih dari satu. Hal ini sebagaimana ditegaskan didalam QS. An-Nisaa ayat 3:

 فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلاثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً [النساء:3].
"nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil , maka (kawinilah) seorang saja"

Kalimat fawahidatan, adalah sebuah perintah beristri satu saja, yakni bila takut terjadi ketidak adilan bila poligami maka nikahi 1 wanita saja, tidak menambah.

Ayat yang lain,

وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ فَلا تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ [النساء:129
"Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung."

Ayat tersebut, berkaitan dengan kecenderungan hati, bukan sesuatu yang bersifat dhohir. Sementara ayat sebelumnya, berkaitan dengan sesuai yang bersifat dhahir, karena hati pasti akan ada kecenderungan kepada salah satu diantara istri-istrinya. Kecenderungan hati tersebut seperti cinta dan kasih sayang, yang mungkin saja cinta kepada yang satunya melebihi cinta kepada yang lainnya. Sebagaimana riwayat Imam Ahmad dari Aisyah bahwa Rasulullah SAW melakukan pembagian dan berbuat adil dalam membagi.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْسِمُ فَيَعْدِلُ وَيَقُولُ اللَّهُمَّ هَذَا قَسْمِي فِيمَا أَمْلِكُ فَلَا تَلُمْنِي فِيمَا تَمْلِكُ وَلَا أَمْلِكُ قَالَ أَبُو دَاوُد يَعْنِي الْقَلْبَ
Ya Allah, inilah pembagianku yg aku mampu, maka janganlah Engkau cela aku pada sesuatu yg Engkau mampu & tak aku mampu. Abu Daud berkata; yaitu hati.

Bagaimana dengan Ust. Arifin Ilham ? Wallahu A'lam.

video


Ibnu L' Rabassa

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News