Top News :
Home » » Ceplas-Ceplos ala Habib Rizieq: Presiden Gublok, Menteri Agama Sesat Kurang Ajar, Istana Iblis

Ceplas-Ceplos ala Habib Rizieq: Presiden Gublok, Menteri Agama Sesat Kurang Ajar, Istana Iblis

Posted on Thursday, 10 November 2016 | garis 22:31

Muslimedianews.com ~ Penduduk Indonesia terkenal dengan tutur katanya yang halus, meskipun pada beberapa komunitas memiliki tutur kata (lebih tepatnya dialektika dan logat) yang mungkin bagi sebagian komunitas yang lain kurang etis. Seperti misalnya kata bacot berarti mulut. Penggunaan kata bacot sangat terkesan kasar, meskipun sebagian komunitas memaklumi penggunaan kata tersebut.

Sosok Ahok dengan gayanya yang ceplas-coplos nampaknya juga kurang bisa diterima sebagai gaya orang Indonesia pada umumnya. Apalagi belakangan non-Muslim keturunan China tersebut tersangkut kasus dugaan penistaan agama.

Sebenarnya gaya ceplas-coplos itu juga ada pada gaya bicara Habib Rizieq. Bedanya Habib Rizieq seorang muslim, keturunan Arab. Hal tersebut bisa dilihat dalam berbagai ceramah yang disampaikan habib tersebut. Nada bicaranya sangat berbeda dengan nada-nada para Kiai pada umumnya atau Habib yang sudah "meng-Indonesia" dimana nada bicaranya tidak sekeras habib tersebut.

Contoh didalam petikan ceramah berikut ini. Dengan gayanya yang ceplas-ceplos, Habib Rizieq tidak segan-segan untuk menghina Presiden dengan kata-kata yang sebenarnya tidak pantas, tidak cocok dengan gaya orang-orang Indonesia pada umumnya.


Habib Rizieq menghina presiden dengan sebutan Presiden Gublok. Tidak hanya Presiden, menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin juga disebuat sebagai menag sesat kurang ajar. Sementara istana negara disebut sebagai Istana Iblis.

Betapa pun Habib Rizieq tidak setuju dengan lantunan langgam Jawa untuk membaca al-Qur'an, sangat tidak etis rasanya keluar kalimat-kalimat tersebut dari lisan seorang habib. Apalagi umat Islam sendiri tidak sepakat bahwa melantunkan bacaan al-Qur'an dengan langgam Jawa dianggap sebagai penistaaan.

Ada juga yang menarik dari petika ceramah Habib Rizieq dibawah ini, ketika Habib Rizieq bercerita bahwa ada seorang Qari dari Jawa Barat menelpon mengatakan "Qari Anjing", ditujukan kepada qari yang melantunkan Qur'an dengan langgam Jawa. Qari' adalah sebutan bagi orang yang menekuni bidang qira'ah (tilawah) al-Qur'an. Bila kalimat yang sepert itu keluar dari lisannya, maka sangat tidak layak.

Berikut transkip ceramah Habib Rizieq. 
"Jelas tidak, eh... tau-tau kemaren, di istana Presiden, didepan presiden, didepan menteri agama, didepan pejabat-pejabat negara, didepan tamu-tamu dari luar negeri, tatkala digelar peringatan Isra' Mi'raj di istina Presiden di Jakarta saudara..., yang disiarkan secara langsung oleh TVRI saudara... seorang dosen dari universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta maju membacakan al-Qur'an, bagaimana cara bacanya? dia baca dengan langgam jawa, langgam dalang, langgam pewayangan, KURANG AJAR..., BIADAB saudara..., dia perolak al-Qur'an, dia hina al-Qur'an, KURANG AJAR...

Tau-tau rektor IIQ, Institut Ilmu al-Qur'an berkomentar, kata "dia tidak apa-apa, itu kan kombinasi antara budaya", kemudian website resmi MUI kamaren memuat saudara.. jawaban-jawaban dari sang rektor dengan lengkap tanpa ada bantahan, baru hari ini setelah umat Islam dimana-mana marah, MUI baru bersuara, kurang ajar.. mereka bilang "gak pa2 dikombinasikan seni", eh ..saudara.. kalau hari ini al-Qur'an dibacakan dengan langgam pewayangan, langgam dalang, langgam lagu-lagu kuno saudara.. maka besok saudara... al-Qur'an akan dilanggamkan dengan langgam jaipongan, langgam sinden, langgam dangdut, langgam pop, langgam rock, langgam-langgam lainnya saudara...KURANG AJAR, BIADAB.

Gak bisa, ini gak boleh dibiarkan saudara, Presiden dan Menteri Agama wajib untuk bertaubat kepada Allah, wajib minta maaf kepada umat Islam, ini memalukan umat Islam, anda tahu hari ini saudara, qari-qari internasional diseluruh dunia mereka protes, mereka protes di Istana negara, istana presiden dalam acara kenegaraan, al-Qur'an dilecehkan begitu saja, BIADAB, KURANG AJAR.

Sekarang ulama-ulama protes, ulama Madinah protes, ulama Makkah protes, ulama dunia protes, qari-qari protes, bahkan anda tau semua, semalam qari-qari dari jawa Barat telpon ustadz-ustadz kita di Jakarta, apa mereka bilang ? "ustadz, lihat itu tv, ada qari ANJING itu". Marah.. semua qari saudara... sampai di ANJING-ANJINGkan itu qari'.

KURANG AJAR saudara, pake dilaguin, lagu jawa, sekarang lagu jawa, besok lagu sunda, kalau sekarang langgam dayang, besok langgam jaipongan, lusa langgam sinden, nah kalau langgam dalang boleh, berarti langgam sinden boleh donk, berarti langgam jaipongan boleh donk, berarti langgam dangdut boleh donk, KURANG AJAR, BIADAB, SESAT.

Kami gak bakal diam saudara, ini akan kami proses, kalau presiden dan menteri agama tidak bertaubat, tidak minta maaf kepada umat Islam di negeri ini, kami akan kejar terus saudara, ya gak bakal berhenti, tanggal 1 juni kebetulan kami punya agenda besar untuk turun di Jakarta untuk menolak orang kafir jadi gubernur di Jakarta, kalau sampai tanggal 1 juni presiden tidak minta maaf, menteri tidak minta maaf, kami akan ajak umat Islam, rame-rame kita turun, kita demo, kepung istana presiden, supaya tidak kurang ajar kepada al-Qur'an, takbir....

Saya mau tanya, siap bela al-Qur'an? siap bela al-Qur'an? siap bela al-Qur'an? takbir... (jamaah: Allahu Akbar). PRESIDEN GUBLOK, udah MENTERI AGAMANYA SESAT KURANG AJAR, qari-nya DAJJAL, istananya menjadi ISTANA IBLIS.

Kenapa saya katakan PRESIDENNYA GUBLOK saudara... eh kalau dah nggak ngerti agama, tanya dulu donk kepada para ulama, jangan sembarangan dia hina al-Qur'an, ini menteri agama saudara.. KURANG AJAR saudara.. ngaku dari Partai Islam, prilaku-prilaku SETAN, hari ini dia mengaku bahwa itu "ide saya", bukan ide presiden, dia melindungi presiden saudara... iya silahkan kau lindungi presiden, tetapi presiden tetap salah, dia sebagai tuan rumah, itu di istana presiden, mestinya dia bisa tegas gak boleh al-Qur'an dihina oleh negara, KURANG AJAR, ini dia saudara.. dipikir ulama takut saudara... oh mentang-mentang presiden, mentang-mentang istana negara, dia pikir Habaib diam, kiai diam, enggak saudara, pala jadi kaki, kaki jadi kepala, siapa mau coba lecehkan al-Qur'an, kami siap mati bersimbah darah untuk al-Qur'an saudara, ...

Begitu saya tanya, siap bela al-Qur'an? siap bela al-Qur'an? siap mati untuk Allah? takbir... Kalau saya ajak turun kepung istana siap tidak? siap tidak??



Menghormati habib sebagai dzurriyyah Rasulullah adalah sebuah keharusan, tetapi tidak berarti membenarkan seluruh yang berasal darinya. Bila menimbang-nimbang sama-sama habib-nya, maka penulis sendiri lebih tertarik terhadap dengan kehalusan dan kelemah lembutan Habib Quraisy Syihab, yang terkenal dengan Prof. Quraish Shihab. Beliau sebenarnya seorang Habib tetapi tidak pernah menyandangkan gelar "habib" didepan nama beliau. Beliau dan Habib Rizieq sama-sama dari bait yang sama, Bin Shihab.

Ibnu L' Rabassa

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News