BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Wednesday, November 02, 2016

Galang Aksi Demo 4 November, Tanda Tangan KH Mudatssir Badruddin Dipalsukan


Pamekasan, Muslimedianews ~ Tanda tangan pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Ulum Panyepen, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, KH Mudatssir Badruddin dipalsukan untuk menggalang massa aksi anti Ahok yang akan berlangsung Jum’at (4/11/2016) di Pamekasan.

Tanda tangan Mustayar PWNU Jawa Timur tersebut beredar di media sosial. Isinya himbuan aksi istighasah kubro di Masjid Agung Assyuhada Pamekasan setelah salat Jum’at.

Kiai Mudatssir tercatat salah satu ulama yang menandatangani surat tersebut, bersama ulama lainnya yaitu KH. Mohammad Rofii Baidlowi, pengasuh Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Al Hamidy Banyuanyar, KH. Mohammad Syamsul Arifin, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum, Banyuanyar, Abuya Ali Karrar Shinhaji, pengasuh Pondok Pesantren Darut Tauhid, Proppo, Pamekasan.

Advokat Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyepen, Moh. Romli  mengatakan, Kiai Mudatssir tidak pernah menandatangai surat ajakan penggalangan massa terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok.

“Kiai Mudatssir sudah memberikan pernyataan bahwa tidak pernah menandatangani surat ajakan penggalangan massa,” kata Moh. Romli, Selasa (1/11/2016).

Moh Romli menyempaikan, kemungkinan besar tanda tangan itu discan atau menempel tanda tangan Kiai Mudatssir.

“Masyarakat jangan percaya dengan beredarnya surat tersebut karena Kiai Mudatssir sudah membantah saat ditanyakan. Bahkan saya diminta untuk menyebarkan pemalsuan itu kepada seluruh umat Islam,” tandasnya.

Terkait dengan tindak lanjut pemalsuan tanda tangan tersebut, Romli mengaku masih belum  ada upaya kepada proses hukum.

“Kita tunggu saja perkembangannya seperti apa karena saya tidak tahu siapa yang membuat surat tersebtut. Informasinya, Polisi masih menelusurinya,” jelasnya. (Madurasatu.com)

« PREV
NEXT »

No comments