Top News :
Home » , » Habib Ali Zainal Abidi al-Hamid: Jangan Terburu-buru Menghina Orang Kafir

Habib Ali Zainal Abidi al-Hamid: Jangan Terburu-buru Menghina Orang Kafir

Posted on Sunday, 13 November 2016 | garis 21:25

Muslimedianews.com ~ Habib Ali Zaenal Abidin al-Hamid, seorang ulama dari Malaysia yang dakwahnya selalu menyejukkan. Banyak masyarakat tertarik dengan cara dakwah dan penjelasan yang beliau berikan. Nama beliau mirip dengan Habib Ali Zainal Abidin al-Jufri, dan tidak hanya nama, cara penyampaian beliau pun sama-sama disenangai sebagaimana Habib Ali al-Jufri.

Ada banyak nasehat yang beliu sampaikan dalam berbagai kesempatan ceramahnya, salah satunya sebagaimana penjelasan beliau didalam petikan video berikut yang cuplikan transkipnya sebagai berikut:
***
"orang kafir ini adalah orang yang tidak beriman kepada Allah, jangan terburu-buru kamu menghukum (menghakimi) dia lebih hina daripada kamu, karena kamu tidak tahu apa penghujung (akhir hidup) kamu dan apa penghujung (akhir hidup) dia.

Kalau penghujung dia itu baik, bukankah didalam hadits diceritakan tentang orang yang membunuh 99 orang lalu digenapkan menjadi 100 orang. Lalu akhirnya bertaubat kepada Allah dan diterima taubatnya walaupun belum sedikit amal yang dilakukan oleh orang tersebut, Allah terima, dan dimasukkan surga oleh Allah sebelum beramal apapun juga, baru niat, baru azzam, baru kekuatan bertaubat.

Bukankah dizaman Nabi Musa ada seorang yang alim, seorang yang doanya mustajab, seorang yang disanjung, tapi pada penghujungnya adalah digambarkan oleh Allah SWT sebagai ulama su'. .. orangnya shalih, dhahirnya, penghujungnya (akhir hidupnya) adalah nasibnya tidak baik, wal iyyadu billah.

Idzan, kalau melihat orang kafir, jangan terburu-buru kita menilai lebih baik daripada dia sebelum penghujung yang menentukan. Saya tak tahu penghujung saya apa, dan penghujung dia apa.

Memang kita membenci kepada kekufurannya (orang kafir), tetapi bukan kepada individunya. Karena individunya, kita tidak tahu, nasib orang itu macam mana.

Kalau kita nampak (lihat) orang yang lebih tua dari kita, ya mungkin orang tua ini adalah tidak salah umpamanya, maka kita melihat orang ini lebih tua daripada kita yang mungkin dia dulu lebih kenal Islam dulu sebelum saya kenal Islam, sudah berbuat baik sebalum saya berbuat baik, mungkin dia akan mendapatkan hidayah...

Kalau kepada orang yang lebih muda.. kita lihat kita lebih dulu berbuat dosa sebelum dia berbuat dosa, tengok kekurangan yang ada pada diri dan kelebihan yang ada pada orang. Maka baru kita melihat bahwa diri kita itu memasuki pintu tawadlu'.

Tapi selagi kita mempertahankan ego, ... ini ego yang macam gunung yang kuat ada di kepala dan ada didada disetiap orang, yang setiap orang mau dihormati, dan ... akan emosi dan marah kalau ada orang tidak hormat kepadanya. fahimtum... Kata Al-Bushthomi "Orang itu dikatakan tawadlu' kalau tengok (melihat) dirinya tidak ada nilai (bukan siapa-siapa)".

Setelah itu melihat dirinya lebih hina, lebih rendah, dibandingkan orang lain. ....
***
Selengkapnya lihat video berkut ...:

Ibnu L' Rabassa

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News