Top News :
Home » , » Hina NU, Kasus Deni Iskandar Alias Dheny Goler Tea Sudah Masuk Tim Cybercrime Polda Metro Jaya

Hina NU, Kasus Deni Iskandar Alias Dheny Goler Tea Sudah Masuk Tim Cybercrime Polda Metro Jaya

Posted on Wednesday, 9 November 2016 | garis 17:27

Tim PC GP Ansor Tangerang Selatan melanjutkan laporan kasus Deni Iskandar alias Dheny Goler Tea kepada Polda Metro Jaya. Foto: Kantor Berita Aswaja (KBAswaja).

Tangerang, Muslimedianews ~ PC GP Ansor bersama Banom-banom NU Tangerang Selatan (Tangsel) secara resmi telah melaporkan akun FB Dheny Goler Tea alias Deni Iskandar (https://www.facebook.com/dhenygoler.tea) kepada kepolisian resort Tangerang Selatan atas dugaan ujaran kebencian dan pelanggaran UU ITE pada Ahad (6/11/2016). Untuk penanganan lebih lanjut, pada Senin (7/11/2016), kasus ini kemudian dilimpahkan kepada Tim Cybercrime Polda Metro Jaya.

Kasus Deni Iskandar alias Dheny Goler Tea bermula ketika Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu memposting tulisan berisi hinaan, cacian, dan fitnah kepada Nahdlatul Ulama di akun Facebooknya.


Hanya karena tidak ikut aksi demo 4 November, Deni Iskandar berkata-kata kasar dengan menyebut NU sebagai ormas Islam yang tidak punya kelamin. Bahkan ia memfitnah  NU sebagai ormas yang memecah belah Islam di Indonesia, sembari mengagungkan ormas FPI. Tak cukup sampai disitu, dari mulutnya keluar kata-kata yang tidak patut sebagai seorang kader HMI. Ia menuding Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj sebagai penjilat dan menyuruh Kiai Said Aqil menjilati pant*tnya Ahok dan Jokowi.

Ketakutan dan banyaknya netizen yang marah, Deni Iskandar menghapus status postingannya dan meminta maaf melalui akunnya. Mungkin karena takut dirinya telah dipolisikan, akun Deni Iskandar sekarang sudah non-aktif, tidak ada lagi di Facebook,

Meski begitu, kasus hukum yang menimpa Deni Iskandar akan tetap diusut tuntas dan kini sudah masuk laporan Tim Cybercrime Polda Metro Jaya. Menurut Undang-Undang Hukum di Indonesia, berdasarkan pasal 45 Undang-Undang ITE, Deni Iskandar terancam hukuman pidana penjara paling lama 6 tahun dan atau denda paling banyak 1 milyar rupiah. Jika terbukti mengakibatkan kerugian bagi pihak lain, hukuman yang dijatuhkan kepada Deni Iskandar bisa jadi akan menjadi lebih berat, dengan hukuman penjara maksimal 12 tahun dan atau denda maksimum 12 milyar rupiah.


Catatan:
Undang-Undang Hukum Indonesia, sebagaimana UU ITE  bisa dibaca sebagai berikut:
Pasal 27 ayat (3) UU ITE
“Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang bermuatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik”
Pasal 45 UU ITE
(1) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
Pasal 36 UU ITE
“Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan perbuatan sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 27 sampai Pasal 34 yang mengakibatkan kerugian bagi orang lain”
Misalnya, seseorang yang menyebarluaskan informasi elektronik yang bermuatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik dan mengakibatkan kerugian bagi orang lain akan dikenakan sanksi pidana penjara maksimum 12 tahun dan/atau denda maksimum 12 milyar rupiah (dinyatakan dalam Pasal 51 ayat 2)
Pasal 51 ayat (2) UU ITE
Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp12.000.000.000,00 (dua belas miliar rupiah).

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News