Top News :
Home » » Meneguhkan Islam Rahmatan Lil ‘alamin dan Mengawal NKRI

Meneguhkan Islam Rahmatan Lil ‘alamin dan Mengawal NKRI

Posted on Wednesday, 16 November 2016 | garis 10:03

Muslimedianews.com ~ Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tengah menggelar Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama bersama para pimpinan dan anggota Majelis Syariah DPP sebanyak 99 orang, serta 34 Ketua Majelis Syariah DPW PPP seluruh Indonesia.

Ketua Umum PPP M Romahurmuziy mengatakan, ada tiga agenda penting yaitu dari komisi kepemimpinan, komisi keagamaan dan komisi kesejahteraan.

"Kita (PPP) tengah membahas sejumlah revisi undang-undang," kata politikus yang akrab disapa Romi ini, di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta, Minggu (13/11/2016).

Romi menjelaskan, ada beberapa revisi Undang-undang (UU) yang dibahas di antaranya revisi UU tentang revisi UU KHUAP,  Larangan Minuman Beralkohol dan revisi UU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

“Semua revisi undang-undang itu membutuhkan pandangan keagamaan dari para kiai. Sehingga para ulama kita hadirkan untuk beri pandangan terhadap revisi undang-undang itu," jelas Romi.

Selain kedua RUU tersebut, ada pula pembahasan soal aspek jinyah atau hukum pidana yang sudah dipraktikan di Aceh. Dalam munas ini, PPP meminta pemerintah menerapkan hukum jinayah dalam pidana seperti UU Zakat, Wakaf, dan surat berharga syariah.

Selain itu Gus Romy,  berpendapat bahwa negara membiarkan berkembangnya gerakan-gerakan anti-Pancasila.

Bila hari ini ada yang mengatakan tegakkan khilafah, secara tidak langsung dia sedang mengatakan bubarkan NKRI atau ganti Pancasila, ujar dia saat membuka Munas Alim Ulama di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.

Lebih mengherankan lagi karena gerakan ini selama reformasi dibiarkan berkembang dan melakukan sosialisasi ke berbagai kampus utama di Indonesia, lanjut dia.

Padahal, Romi, sapaan akrab Romahurmuziy, menganggap bahwa gerakan tersebut adalah bentuk subversif, anti-Pancasila dan jelas-jelas merongrong NKRI dan seharusnya dibubarkan oleh negara.

Oleh sebab itu, Romi meminta Presiden Joko Widodo mengatasi hal itu. Romi ingin negara berperan aktif agar gerakan itu tidak dibiarkan berkembang. Ia khawatir gerakan itu suatu saat akan menimbulkan kekacauan.

Karena pada jangka panjang, keberadaannya dapat menimbulkan ketegangan di antara umat Islam di Indonesia dan pasti akan mengganggu keberadaan NKRI, ujar Romi.

Sementara itu Presiden RI dengan mengenakan batik hijau dan kopiah, mantan Gubernur DKI Jakarta itu tiba di lokasi sekira pukul 12.55 WIB. Presiden  Jokowi memasuki ruang pembukaan Munas dengan didampingi oleh Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Agama yang juga Politikus PPP Lukman Hakim Saifuddin dan Ketua Umum PPP Romahurmuziy serta Sekjen PPP Arsul Sani.

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Selanjutnya, Presiden Jokowi akan meresmikan Pembukaan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Rapimnas I Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Mendapatkan kesempatan menyampaikan sambutan acara, Jokowi mengingatkan tentang pentingnya persatuan dan kesatuan. Dalam sambutannya, Jokowi mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara yang besar dan beragam. Untuk itu, dia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan. “Persatuan harus kita jaga dan beraneka keberagaman budaya di Negara Bhineka Tunggal Ika dalam bingkai NKRI,” kata Presiden RI.

Lebih lanjut, Jokowi menyatakan, “Betapa beragamnya negara kita ini. Betul-betul beragam, ini adalah anugerah yang diberikan Allah kepada kita. Saya sebagai Presiden, dan kepala negara ingin agar, persatuan kebersamaan diantara kita betul-betul kita jaga,” ujar Jokowi dalam sambutannya.

Salah satu Ketua DPP PPP H. Arwani Thomafi menuturkan, Munas Alim bakal dihadiri 1.500 peserta. Peserta Munas Alim terdiri dari; pengurus PPP, ulama, habib, pimpinan pondok pesantren, ustadz dan aktivis Islam dari seluruh Indonesia.

"Rapimnas I akan diikuti oleh para ketua DPW PPP seluruh Indonesia yang akan membahas isu strategis di tingkat nasional, di antaranya memperkuat komitmen PPP sebagai parpol pendukung pemerintah. Ada tigal hal penting yang dibahas dalam Rapimnas kali ini yakni soal meneguhkan kembali nilai-nilai konsep bernegara NKRI, penanggulangan kemiskinan serta masalah moral bangsa dan strategi merebut simpati ummat Islam agar PPP dalam pemilu 2019 ditargetkan masuk 3 besar pemenang Pemilu.

Munas Alim Ulama yang kali ini dipimpin langsung oleh Ketua Harian Majlis Syari’ah DPP PPP , KH Syukron Makmun merekomendasikan agar PPP kembali menghidupkan Hari-hari besar Islam dalam kegiatan politiknya. “Saya mengintrusikan PPP agar menghidupkan Hari-hari besar Islam seperti Mauludan, Isro Mi’roj dan lain-lain. Pasang bendera PPP, gelar tabligh Akbar dan undang Syukron Makmun! Saya akan dating!,” kata KH Syukron Makmun penuh semangat disambut tepuk riuh peserta Munas Alim Ulama PPP.

Minggu malam diadakan pembahasan beberapa Rancangan Undang-undang yang diajukan FPPP kepada DPR. Rapat komisi yang dipimpin oleh H Syaifullah Tamliha ini mengundang nara sumber H. Irgan Chairul Mahfidz. “Ada beberapa RUU yang dititipkan oleh umat Islam kepada PPP yakni RUU Larangan Minuman beralkohol (UU Minol), RUU revisi KHUAP,RUU Pembrantaan Kekerasan Seksual (RUU PKS).

Acara hari Senin(14/11) mengagendakan pembahasan tentang penegakan keadilan social, keagamaan dan kemaslahatan rakyat serta penutupan Munas Alim Ulama dan Rapimnas I PPP.(*)

Kontributor: Aji Setiawan
Foto; pikiran umat.com

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News