Top News :
Home » » Prilaku Penistaan Agama Terjadi di Samarinda Kalimantan Timur

Prilaku Penistaan Agama Terjadi di Samarinda Kalimantan Timur

Posted on Tuesday, 15 November 2016 | garis 11:37

Muslimedianews.com ~ Selama ini masyarakat hanya terfokus pada penistaan agama yang ditimbulkan melalui ucapan semata. Padahal penistaan agama tidak hanya bisa disebabkan melalui ucapan tetapi juga perbuatan. Perbuatan yang bertentangan dengan agama tetapi dilakukan dengan mengatas namakan agama, itu juga termasuk pernistaan agama.

Baru-baru ini, penistaan agama yang menyebabkan jatuhnya korban terjadi di Samarinda. Banyak orang beranggapan kasus tersebut hanya masuk dalam ranah kriminalitas, atau lebih jauh dari itu yaitu terorisme. Tetapi, kasus tersebut tidak sekedar kasus terorisme belaka, tetapi juga terkait dengan penistaan agama, dimana pelaku bom melakukan tindakan kekejian mengatas namakan agama.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berdukacita atas meninggalnya balita Intan Olivia Marbun akibat aksi pelemparan bom molotov di depan Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur. Perbuatan pelaku dinilai sangat keji.

"PBNU turut berdukacita. Anak kecil yang tidak berdosa menjadi korban," kata Ketua PBNU KH Said Aqil Siroj saat dihubungi detikcom, Senin (14/11/2016).

Kiai Said mengatakan, perbuatan pelaku pelemparan bom molotov di depan gereja itu sangatlah biadab dan keji. Aksi teror itu jelas bertentangan dengan ajaran agama Islam.

"Itu perbuatan orang yang tidak bermoral, tidak berkepribadian, tidak bertanggung jawab. Mengatasnamakan jihad Islam, jihad apa itu? Itu jelas-jelas dilarang agama Islam," ujarnya.

"Perbuatan itu juga perilaku penistaan agama. Penistaan bukan hanya ucapan, tetapi juga perilaku. Kalau membunuh orang seenaknya, apalagi anak kecil yang enggak berdosa, kemudian mengatasnamakan agama Islam, itu menistakan agama Islam, mengotori agama Islam, melecehkan agama Islam," sambung Kiai Said.

Kiai Said menambahkan, dirinya meminta Polri bertindak cepat menyelesaikan kasus itu hingga ke akar-akarnya. Jangan ada lagi korban-korban lainnya seperti Intan Olivia Marbun.

"Bagi saya yang lebih mendasar lagi revisi Undang-Undang Terorisme harus segera diselesaikan, segera diundang-undangkan karena teroris bukan mengganggu keamanan tapi mengganggu negara," ucapnya.
Pelaku penistaan agama Islam mengatas namakan Jihad.


sumber detik


Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News