Top News :
Home » » Sabar Dan Taqwa Dalam Islam

Sabar Dan Taqwa Dalam Islam

Posted on Wednesday, 16 November 2016 | garis 12:18

Muslimedianews.com ~ Di saat gempuran informasi dan lalu lintas media yang cenderung membabi buta, meluluhlantakan logika, kita seyogyanya melakukan seleksi yang ketat dan sungguh-sungguh dalam rangka membentengi diri dari segala yang menyesatkan dan menimbulkan permasalahan dalam agama. Bukan dengan cara yang terlalu longgar, atau sebaliknya radikal.

Allah SWT berfirman: “jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati; tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya.Jika kamu bersabar dan bertaqwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemadharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.” (QS Ali Imran: 120).

Pada ayat di atas disebutkan kata sabar dan taqwa. Maka perlu dipikirkan oleh para ulama dan dai untuk selalu mengajak dan menggugah umatnya agar senantiasa melakanakan sikap sabar dan taqwa dalam mengikuti jalan yang benar, sehingga langkah-langkah ditempuh dalam berdakwah lebih mengedepankan akhlaqul karimah.

Allah SWT juga berfirman:”...Barang siapa bertqwa dan berabar, sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.”(QS Yusuf:90)

Bagi mereka yang menyikapi berbagai tantangan dalam berdakwah di era sekarang ini dengan sabar, takwa dan tawakal disediakan pahala yang besar dari Allah Ta’ala.

Demikian pula berlaku bagi yang lain, baik yang hidup pas-pasan maupun berkecukupan materi, shalih atau tidak , muslim ataupun kafir.

Sebagaimana diisyaratkan Allah SWT dalam firmannya kepada Nabi Musa AS, yang berkata kepada kaumnya,”mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi kepunyaan Allah, yang dianugrahkan kepada hamba-hamba yang dikehendaki-Nya. Dan kesudahan yang baik hanyalah bagi orang yang bertaqwa.”(QS Al A’raf:128).

Dari penjelasan ayat diatas, bumi diwariskan hanya bagi orang yang sabar dan bertaqwa.  Sabar adalah suatu kata yang mudah untuk dikatakan, namun sangat sulit untuk diterapkan. Bahkan kesabaran bukan datang dengan tiba-tiba, namun sesungguhnya kesabaran itu membutuhkan pelatihan, bahkan perlu ujian. Semakin banyak ujian, tantangan dan gangguan maka akan menjadi pribadi yang tangguh, sabar, dan siap untuk mencari solusi.

Banyak orang yang mendapat ujian namun justru hanya bisa menyalahkan orang lain, pikiran kalut, hati kusut sehingga semakin banyak masalah. Lain halnya orang yang sudah berulang kali mendapatkan musibah maka hatinya tetap tenang sehingga dengan demikian setiap menghadapi masalah seberat apapun akan dapat diselesaikan. Karena Allah telah mengatakan bahwa tiadalah disebut sebagai orang yang beriman kecuali pasti akan diuji.

Taat kepada Allah adalah sangat berat dan sulit, membutuhkan kesiapan tenaga, pikiran bahkan berupa harta benda seperti zakat dan haji. Yang lebih penting lagi bahwa ketaatan didalamnya ada kesulitan terhadap jiwa dan raga sehingga diperlukan kesabaran dan ketabahan.

“Hai orang-orang yang beriman, Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” (Ali Imran: 200).

Takwa adalah salah satu perintah Allah SWT yang banyak disebutkan dalam Al-Qur`an (208 ayat, 226 kata) dan Al-Hadits, mengingat hal tersebut merupakan salah satu kunci untuk menggapai rahmat Allah SWT, guna menggapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Allah akan melimpahkan berkah dan rahmat kepada orang yang bertakwa. Allah SWT berfirman: “Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi,..” (QS. Al-A’raf [7]:96).

Allah berfirman: “Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertaqwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan.” (QS. An-Nur [24]: 52). Dari Abdullah bin Mas’ud RA, ia berkata, “Nabi SAW senantiasa berdoa dengan Allâhumma innî as’alukal hudâ wat tuqâ wal ‘afâf wal Ghinâ (Ya Allah, aku mohon pada-Mu petunjuk, ketakwaan, kesucian diri (dari perbuatan hina) dan kekayaan).” (HR. Muslim).

Dia juga berfirman, “Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya.” (QS. Ath-Thalaq [65]:2-3). Dia juga berfirman: “Dan orang-orang yang berjuang untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Ankabut [29]: 69)

Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.” (QS. At-Taubah [9]:4&7). Dari Abu Tharîf ‘Adiy bin Hâtim Ath-Thâi, ia berkata, Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda,“Siapa saja yang telah bersumpah (untuk berbuat sesuatu), kemudian dia melihat bahwa apa yang disumpahkannya itu bisa membuatnya lebih takwa maka hendaklah ia melakukan apa yang dilihatnya dapat membuatnya lebih bertakwa.” (HR. Muslim).

Orang paling mulia adalah orang bertakwa. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-Hujurat [49]:13). Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, telah ditanyakan kepada Rasulullah Saw, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling mulia?” Rasulullah Saw menjawab, “Orang yang paling bertakwa.”  (Muttafaq ‘Alaihi).


Penulis: Aji Setiawan


Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News