Top News :
Home » » STAI Imam Syafi’i Cianjur Adopsi Kurikulum Universitas Al-Azhar Mesir

STAI Imam Syafi’i Cianjur Adopsi Kurikulum Universitas Al-Azhar Mesir

Posted on Friday, 4 November 2016 | garis 09:00

MMN, Cianjur ~ Untuk kali pertama, STAI Imam Syafi’i Cianjur mewisuda mahasiswa strata satu (S1) angkatan pertamanya, Selasa (1/11). Bertempat di auditorium kampus, wisuda ini diikuti oleh 38 wisudawan dan wisudawati.

Wisuda perdana sekolah tinggi yang didirikan oleh Syaikh Hasan Hitou, ulama asal Suriah ini, dihadiri oleh ratusan alim ulama lokal dan mancanegara dan keluarga wisudawan-wisudawati.

Dari mancanegara di antaranya adalah hadir guru besar Universitas Kuwait, Prof. Dr. Abdusyafi dan Prof. Dr. Muhalhil al-Mudif. Dan dari dalam negeri hadir di antaranya Rais Syuriyah PBNU, KH. Idris Abdul Hamid Pasuruan, dan jajaran pengurus Ikatan Alumni Syam Indonesia (Alsyami).

Syaikh Hasan Hitou, selaku Ketua STAI Imam Syafi’i Cianjur, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perguruan tinggi yang dibangunnya ini adalah bentuk pengabdian terhadap ilmu pengetahuan, akhlak, dan pendidikan. Institusi ini juga non-profit.

“Tidak ada kepentingan ekonomi dan politik di dalamnya”, tegasnya.

Para mahasiswa yang berkuliah disini memang hampir tidak dikenakan iuran sama sekali. Ia menambahkan bahwa, pembangunannya yang dilakukan di Indonesia adalah dalam rangka menjaga khazanah keilmuan Islam yang tengah menghadapi tantangan besar di Timur Tengah. Ia memilih Indonesia karena dinilainya mempunyai peradaban keislaman yang baik dan kondusif.

Dalam pembelajarannya sehari-hari, STAI Imam Syafi’i menerapkan kurikulum Universitas al-Azhar Mesir, dimana para santri diajar untuk menghafal berbagai materi-materi berbahasa Arab, baik dalam bentuk nazam maupun natsar.

Metode ini terbukti telah mampu mencetak ulama-ulama besar Ahlussunnah wa al-Jamaah. Kampus yang dalam pendiriannya dibantu Ikatan Alumni Syam Indonesia ini juga menggunakan banyak tenaga pendidik moderat, yang didatangkan dari Damaskus dan berbagai institusi pendidikan ternama di Timur Tengah, dengan harapan dapat melahirkan kiai-kiai yang akan menjaga tawasutiyah (moderatisme) beragama dan bernegara di Indonesia, bahkan dunia. (Njh/Fathoni)

sumber nu.or.id

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News