Top News :
Home » » Ternyata Sikap Tawasuth Tanda Kecerdasan Seseorang

Ternyata Sikap Tawasuth Tanda Kecerdasan Seseorang

Posted on Thursday, 17 November 2016 | garis 14:49

Muslimedianews.com ~ Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Sirodj mengatakan, sebagai anggota LPTNU harus merasa bangga dan (berani) mengatakan siapa saya, termasuk menegaskan bahwa LPTNU adalah lembaga yang memegang prinsip tawasuth (moderat). Karena apabila berulang kali mengatakan tawasuth, itu berarti menunjukkan kecerdasan.

Hal tersebut dikatakan Kiai Said dalam sambutan pembukaan Rapat Koordinasi Nasional LPTNU 2016 di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (16/11) sore.

“Tidak mungkin orang bersikap tawasuth tanpa kecerdasan. Orang yang bersikap tawasuth pasti memiliki kecerdasan yang tinggi. Kalau tidak cerdas kita akan mudah terjebak pada sikap ekstrim, baik ekstrim kanan ataupun ektrim kiri,” terang Kiai Said.

Kiai Said meneruskan ekstrim kanan yang dimaksud misalnya hanya dengan teriak “Allahu Akbar,” lalu melakukan penyerangan kepada kelompok lain.

“Sedangkan ekstrim kiri bisa saja dilakukan dengan propaganda kepada masyarakat tentang anjuran agar tidak salat, atau mengatakan urusan beragama adalah urusan pribadi sehingga tidak ada lagi orang yang beragama,” kata Kiai Said.

Kiai Said berkeyakinan, orang-orang yang memegang prinsip tawasuth tidak akan mudah digeser oleh masa, karena tawasuth akan siap menghadapi setiap masa.

Disebutkan oleh Kiai Said, Imam Syafii membangun tawasuth dengan syariat; Imam Asy’ari membangun tawasuth dengan akidah; Imam Al-Ghazali membangun tawasuth dengan tasawuf; dan KH Hasyim Asy’ari membangun tawasuth sehingga melahirkan prinsip ulama yang nasionalis, dan nasionalis yang ulama. Tawasuth itulah yang menjadi kelebihan LPTNU, dan membedakannya dengan lembaga pendidikan tinggi lainnya.

“Oleh karena itu kiranya LPTNU dapat terus dibina, dipelihara, dan ditingkatkan. Jangan sampai LPTNU menjadi kuburan universitas,” kata Kiai Said seraya menutup sambutan dengan harapan agar semua lembaga pendidikan di bawah LPTNU dimasukkan dalam perkumpulan NU. (Kendi Setiawan/Fathoni)

sumber nu.or.id

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News