Top News :
Home » » Ustadz Wahabi: Allah Punya 2 Tangan, Kanan Semua

Ustadz Wahabi: Allah Punya 2 Tangan, Kanan Semua

Posted on Monday, 7 November 2016 | garis 11:56

Muslimedianews.com ~ Muslim yang selamat adalah muslim yang beraqidah secara haq (benar) sebagaimana para ulama Ahlussunnah wal Jama'ah. Muslim yang selamat tidak menyekutukan Allah SWT dengan siapapun, tidak menyamakan Allah dengan sesuatu pun, tidak berkeyakinan Allah memiliki bentuk sehingga serupa dengan sesuatu.

Kelompok yang haq adalah kelompok yang menjauhkan lafadz tangan, wajah dan lain sebagainya didalam al-Qur'an maupun hadits dari makna dhohirnya. Bila didalam al-Qur'an maupun hadits terdapat lafadh yang serupa dengan yang ada di makhluk seperti tangan, wajah dan lainnya, mereka tidak memahaminya dari makna dhohir, mereka memiliki metode didalam memahami nas-nas tersebut yakni tafwidl dan ta'wil.

Diantara umat Islam, ada kelompok yang memahami dengan membawa kepada makna dhohirnya yakni makna dhohir yang sudah biasa dipahami oleh manusia. Jika disebut tangan, semua orang yang berakal akan faham bahwasanya yang dimaksud tangan adalah tangan yang ada di anggota tubuh. Bahkan jika kita menemukan binatang yang pertama kali kita melihatnya sekalipun kita bisa menunjuk mana tangan dan mana kaki. Jadi kalau disebut tangan maka akan terbayang di benak seorang hamba adalah tangan yang telah atau pernah diketahui.

Kelompok yang demikian adalah ahli tasybih yang menyerupakan Allah SWT dengan makhluk-Nya, padahal Allah SWT sangat berbeda dengan makhluq-Nya. Contohnya sepert kelompok Wahhabi berikut ini, sebagaimana dipaparkan oleh ustadz mereka sendiri di Indonesia.

Seorang ustadz Wahhabi bernama Abdul Hakim bin Amir Abdat didalam tulisannya menyatakan bahwa Allah memiliki tangan, yakni memiliki 2 tangan, bahkan tangan Allah, menurutnya, keduanya adalah kanan.

Pemahaman ustadz Wahhabi tersebut adalah pemahaman tasybih, pemahaman sesat yang menjerumuskan umat Islam kepada penyerupaan Allah dengan makhluk-Nya. Pemahaman tersebut akibat kekeliruan memahami nas-nas mutasyabihat yang terdapat didalam al-Qur'an maupun hadits.


 Benarkah Kedua Tangan Allah Azza wa Jalla Adalah Kanan
29 Maret 2010

Oleh: Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat

Soal: Apakah kedua tangan Allah عزوجل yang mulia kanan dan kiri ataukah keduanya kanan?

Jawab: Menurut Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dari Salaful Ummah yaitu yang terdiri dari para Sahabat, Taabi’in dan Taab’ut Taabi’in bersama dengan orang yang mengikuti mereka dari para Imam dan para Ulama dan seterusnya dari zaman ke zaman sampai hari kiamat, mereka semuanya mengatakan: Bahwa Allah عزوجل mempunyai kedua tangan yang mulia sebagai Allah عزوجل telah memberitahukan kepada kita di dalam kitab-Nya yang mulia dan juga Rasulullah صلى الله عليه وسلم di dalam sabda-sabda suci beliau dari hadits-hadits yang shahih. Inilah aqidah yang sangat besar dan sangat agung sekali dan tidak ada yang menyalahinya kecuali para ahli bid’ah dari jahmiyyah, mu’tazilah, falaasifah, asy’ariyayah dan seterunya dari orang-orang yang berjalan di dalam kegelapan bid’ah.Firman Allah عزوجل:

    Allah berfirman: “Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?”. (Surat Shaad: 75)

Dan Rasul yang mulia صلى الله عليه وسلم telah bersabda:

    Sesungguhnya abu Hurairoh telah berkata telah bersabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم: “Allah عزوجل menggenggam bumi pada hari kiamat dan melipat (menggulung) langit (dalam riwayat lain: langit-langit) dengan tangan kanan-Nya, kemudian Allah عزوجل berkata: “ Akulah raja! Manakah raja-raja bumi (dunia)?”. (Hadits shahih riwayat. Bukhari no. 4812,6519,7382 & 7413 dan muslim no. 2787 )

    Dari Ibnu Umar رضي الله عنه dari Rasulullah صلى الله عليه وسلم beliau bersabda: “Seseungguhnya Allah عزوجل menggenggam bumi pada hari kiamat dan langit berada di tangan Kanan-Nya, kemudian Dia berkata: “Akulah Raja!”. (Hadits shahih riwayat. Bukhari no 7412 (dan ini adalah lafadznya) dan muslim no. 2788)

Sedangkan lafadz Muslim dalam salaha sati riwayatnya: “ Allah عزوجل memegang langit-Nya dan bumi-Nya dengan kedua tangan-Nya”.

Kemudian ketahuilah, bahwa kedua tangan Allah عزوجل adalah Kanan sebagaiman telah ditegaskan oleh Nabi yang mulia صلى الله عليه وسلم:

    Dari Abdullah bin ‘Amr رضي الله عنه ia berkata: Rasulullah صلى الله عليه وسلم telah bersabda: “Sesungguhnya orang-orang yang adil di sisi Allah عزوجل (pada hari kiamat) di atas mimbar-mimbar dari nur (cahaya) di sebelah kanan Ar Rahman عزوجل dan kedua tangan-Nya adalah kanan. Yaitu orang-orang yang berlaku adil di dalam hukum mereka, dan pada kelaurga mereka, dan pada apa yang mereka pimpin”. (Hadits shahih riwayat. Muslim no 1827 dan Nasaa-i no 5379 dan yang selain dari keduanya.

Adapun hadits Abdullah bin Umar dalam salah satu riwayat Imam Muslim dengan lafazh tangan kanan dan kiri adalah dha’if. Sedangkan riwayat yang shahih dari hadits Abdullah bin Umar dengan lafazh tangan kanan dan kedua kanan sebagaimana telah saya bawakan sebelum ini dari riwayat Bukhari dan Muslim tanpa penyebutan tangan kiri.

Demikinan juga ketegasan hadits Abdullah bin ‘Amr di atas yang menjelaskan kepada kita bahwa kedua tangan Rabbul ‘alamin kedua-keduanya adalah kanan.

Kemudian, Inilah riwayat dari lafazh yagn dha’if dari salah satu riwayat Imam Muslim:

    Dari Umar bin Hamzah, dari Salim bin Abdullah (ia berkata): Telah mengkabarkan kepadaku abullah bin Umar ia berkata: Rasulullah صلى الله عليه وسلم telah bersabda: “Allah عزوجل telah melipat langit padahari kiamat, kemudian Allah عزوجل memegangnya egan tangan kanan-Nya, kemudian Allah عزوجل berkata: Aku-lah Raja! Manakah orang-orang yang berkuasa itu? Manakah orang-orang sombong itu?. Kemudian Allah عزوجل melipat bumi dengan tangan kiri-Nya, kemudian Allah عزوجل berkata: Aku-lah Raja! Manakah orang-orang yang berkuasa itu? Manakah orang-orang yang sombong itu?”.

Tambahan lafazh tangan kiri-Nya adalah Dha’if. Karena Umar bin Hamzah bin Abulah bin Umar bin Khath-thab Al ‘Adawiy Al Umariy Al Madaniy telah menyendiri dalam tambahan tersebut yang telah menyalahi riwayat dari rawi-rawi yang lain yang telah meriwayatkan dari Abullah bin Umar, selain dia termasuk ke dalam kelompok dhu’afaa’ (orang-orang yang lemah).

Yahya bin Ma’in mengatakan: “Umar bin Hamzah lebih lemah dari Umar bin Muhammad bin Zaid”.

Nasaa-I mengatakan: “Dha’if”.

Ibnu Hibban telah memasukannya ke dalam kitab ats Tsiqaat dan dia mengatakan:”Dia adalah termasuk orang yang salah”.1
Saya (Ust. Abdul Hakim) mengatakan: Yakni orang suka salah dalam meriwayatkan hadits, dan di antaranya hadits yang sedang kita bicarakan.

Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan di kitabnya At Taqrib:”Dha’if”.

Riwayat ini juga telah dilemahkan oleh Baihaqiy dan Ibnu Hajar dan lain-lain. 2

Kesimpulan Allah mempunyai kedua tangan dan kedua tangan Allah adalah kanan.

_________________
1 Mizaanul I’tidal (3/192) dan Tahdzibut Tahdzib (7/437)
2 Fat-hul Baari’ dalam mensayrahkan hadits no: 7413

Disalin dari kitab Al Masail-il Jilid 8 Masalah ke 236 hal. 336-340 (Dikutip dari http://artikelassunnah.blogspot.com/)

Ibnu Manshur



Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News