Top News :
Home » , » Anjing Suci dan Kiai Sesat Ahli Neraka

Anjing Suci dan Kiai Sesat Ahli Neraka

Posted on Monday, 23 January 2017 | garis 16:33

Muslimedianews.com ~
Alkisah ada seorang kiai sedang mengaji di musholla bersama puluhan jamaahnya. Ia memulai mengajinya dengan, "Bismillahirrahmanirrahim. Anjing itu suci, tidak najis."

Tiba-tiba lewat seseorang berbaju putih, jenggotnya dua setengah helai, jidatnya hitam, naik motor. Ia mendadak berhenti, seraya berteriak, "Allahu akbarrrr!!! Dasar kiai sesat, ahli neraka!!!"

Kiai beserta jamaahnya pun kaget. Ngaji dihentikan, mengira ada orang mendadak kesurupan. Kiai pun dengan tenang bertanya, "Ada apa sampeyan menggangu pengajian kami?"

Orang berbaju putih tadi malah membentak, “Dasar kiai sesat, pura-pura tidak bersalah!!!"

Dengan nada santai sang kiai bertanya, "Maksud sampeyan?"

"Lha tadi sampeyan bilang anjing suci, tidak najis. Dasar kiai murtad, ahli neraka!!!" Bentak orang tersebut.

Sejumlah jamaah pengajian hampir mengeroyok orang berbaju putih yang arogan itu, tetapi kiai melarangnya. Dengan nada tenang kiai menjawab, "Oh itu toh, iya betul tadi saya bilang anjing tidak najis, memang salah ya?"

"Ngerti tidak kamu, anjing itu najis mughaladzah, harus dicuci tujuh kali yang salah satunya dengan debu!!!"

Sambil tersenyum kiai membalas, "Oalah mas... mas... Sampeyan faham tidak? Saya ini dengan jamaah sedang mengaji Madzhab Maliki. Menurut Madzhab Maliki anjing tidak najis, Mas akhiy bro. Sampeyan ini kok buru-buru marah, menuduh saya sesat, murtad, ahli neraka, padahal sampeyan sendiri yang tidak tau luasnya perbedaan ulama fikih."

"Sampeyan bilang anjing najis mughaladzah itu, ya benar pendapatnya Madzhab Syafi’iyyah Mas. Imam Syafi’i muridnya Imam Malik Mas, beliau berbeda jauh pendapatnya, yah ga ada teriak-teriak apalagi nuduh sesat Mas Akhiy Bro..." lanjut kiai.

Dengan nada semakin meninggi orang itu berujar, "Tidak bisa! Ucapan sampeyan ngaco, mengada-ada, saya ini MUSLIM KAFFAH, yang bepegang langsung pada al-Quran."

Dengan santai kiai menimpali, “Wah… saya bukan tingkatan mujtahid yang bisa menggali langsung al-Quran. Ini saya pegangannya pada kitab-kitab fikih, ini bukan karangan saya, ini ada kitab Madzhab Maliki, ada kitab Madzhab Hambali, ada kitab Madzhab Syafi’i, ada kitab Madzhab Hanafi, silakan Mas kalau gak percaya DIBACA SAJA SENDIRI."

“Emm... anu... anu... anu…, kacamataku ketinggalan, saya pulang dulu yah mau ambil kaca mata," seraya iya pergi ngeloyor pergi. Karena memang dirinya tidak bisa baca kitab kuning. Seumur-umur dia tidak mengenal baca kitab ala kiai, yang "dimaknai" dengan Mubtada, Khabar, utawi, iku, ingdalem, kelawan. Ia hanya rajin ikut pengajian umum yang teriak-teriak Allahu akbar!!!

Selepas pengajian, ibu-ibu jamaah pengajian tersebut langsung ramai-ramai update status di medsosnya berbunyi: "Di majelis pengajianku, baru saja terjadi adegan dari orang bodoh, yang kesimpulannya:
1. Orang bodoh, dengan kebodohannya, maka akan seenaknya menuduh orang lain sesat. Meski orang lain sebenarnya lebih berilmu.
2. Dan dengan kebodohannya dia tidak mengerti adanya sopan santun jika ada perbedaan pendapat, padahal perbedaan dalam hukum fikih itu hal biasa di antara para ulama yang luas ilmunya. 
3.Dengan kebodohannya mencaci-maki orang lain (termasuk menggangu orang yang sedang mengaji ), si bodoh menganggap dirinya jihad fi sabilillah. 
4. Karena dengan kebodohannya, orang bodoh ia selalu merasa dirinya paling benar."

Tiba-tiba kata para suaminya, "Bu... Masak dulu Bu, saya lapar, jangan facebook-an terus." (Oleh: Gus Nasrulloh Afandi, Pengasuh Pesantren Asy-Syafi'iyyah Kedungwungu Krangkeng Indramayu Jawa Barat).

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News