BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Thursday, March 23, 2017

KH Ma'ruf Amin: Distorsi Pemahaman Agama Penyebab Terorisme


"Indonesia adalah wilayah damai atau darussalam, wialayah perjanjian atau daarus suluh yang dibangun berdasarkan kesepakatan dan perjanjian bersama antara muslim dan non muslim di Indonesia. Didalam ajaran islam, antara muslim dan non muslim yang sudah membuat kesepaktan damai maka haram dibunuh sebagaimana hadis nabi Barang siapa membunuh non muslim yang sudah melakukan perjanjian maka dia tidak akan mencium baunya surga" demikian pesan yang disampaikan KH Ma'ruf Amin dalam acara workshop "Menangkal Terorisme Radikal di Dunia Maya bersama OKP dan Ormas" pada hari Selasa, 22 Maret 2017 di hotel Millenium Jakarta yang diselenggarakan oleh BNPT dan NU Online.

Rais syuriyah PBNU yang juga ketua umum MUI lebih lanjut menjelaskan bahwa seorang muslim itu harus memegang teguh dan komitmen terhadap perjanjian dan kesepakatan yang telah dibuat. Hal itu perlu ditegaskan kembali karena dewasa ini mulai berkembang distorsi atau penyimpangan penafsiran keagamaan. Banyak pihak yang menggunakan ayat-ayat perang dalam wilayah negara damai. 

Nahdlatul Ulama sebagai salah satu ormas keagamaan Islam, dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan memilih cara yang Layyinah (santun), tidak membenci dan memusuhi, mengajak orang tidak dengan memaksa dan meneror karena secara teologis islam adalah agama yang toleran lakum dinukum waliyadin. Dalam rangka mengembangkan islam yang santun tersebut NU membangun konsep dan mengembangkan Tiga pilar ukhuwah yaitu ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama muslim), ukhuwah wathoniyah (persaudaraan sesama anak bangsa) dan ukhuwah insaniyah (persaudaran sesama manusia).

Di akhir sambutannya Kyai Maruf menegaskan kembali bahwa kita harus melakukan perbaikan atas penyimpangan pemahaman agama tersebut secara sungguh-sungguh dan paripurna.

Selain membuka workshop, KH M'aruf AMin juga menanda tangani deklarasi gerakan melawan Terorisme Radikal antara PBNU, Kepala BNPT dan NU Online. (mukhlisin)





« PREV
NEXT »

No comments