Top News :
Home » , » Tayangkan Acara Wahabi, Forum Pecinta Islam Damai Serukan Boikot Trans TV

Tayangkan Acara Wahabi, Forum Pecinta Islam Damai Serukan Boikot Trans TV

Posted on Friday, 10 March 2017 | garis 08:42

Jakarta, Muslimedianews ~ Merespon ustadz wahabi yang ditolak oleh umat Islam Sidoarjo namun justru didukung oleh statiun Trans TV, Forum Umat Islam Damai menyerukan kepada umat Islam seluruh Indonesia untuk memboikot acara "Berita Islami Masa Kini".
Ketua Forum tersebut, H Ali Murtadlo, menyatakan bahwa ajaran Wahabi menjadi virus perpecahan di tengah umat Islam di Indonesia. "Mereka suka membid’ahkan, mesyirikkan dan mengafirkan yang tak segaris dengan ajarannya. Tak sedikit Rakyat Indonesia dan kemajemukan negeri yang telah menjadi korban," kata Muratdalo dalam rilis yang dilansir Dutaislam.com, Kamis (09/03/2017) sore.
Menurutnya, bila program religi stasiun televisi nasional dikuasai paham yang makin menjauhkan masyarakat dari nilai keagamaan sebenarnya, maka paham dan tradisi Islam yang tumbuh dan berkembang di negeri ini akan menyimpang. "Yang paling mencolok adalah stasiun televisi Trans-TV," terangnya.
Karena itulah, ia menyatakan sudah waktunya umat Islam secara serentak memboikot program acara televisi yang sudah berkali-kali juga ditegur oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI Pusat). "Komisi Penyiaran Indonesia Pusat (KPI Pusat) mengeluarkan sanksi administratif Teguran Tertulis Kedua untuk program acara “Berita Islami Masa Kini” yang dibawakan oleh Teuku Wisnu di Trans TV tahun 2015 lalu," ujar Murtadho.
Lebih lanjut dia menjelaskan, dalam sebuah program TV bertajuk "Berita Islam Masa Kini" Trans TV, Teuku Wisnu selaku pembawa acara program itu menyatakan keharaman amaliah ahlussunnah wal jama’ah (Aswaja) mengirim atau menghadiahkan bacaan Qur’an Surat Al-Fatihah untuk mayit. 
"Program siaran yang berisi perbedaan pandangan atau paham dalam suatu agama wajib disajikan secara berhati-hati, berimbang, dengan dai tanpa masalah, yang berkompeten dan dapat dipertanggungjawabkan," imbuhnya.
Selama ini, kata Murtadho, acara Trans TV tersebut cenderung ke salah satu paham yang gemar merasa benar sendiri berdasarkan argumen yaitu "dalil-dalil" tekstual, lalu menyalahkan paham lain, "harus segera dihentikan dan diganti dengan suguhan pemahaman orang Islam bahwa Islam itu beragam, majemuk, plural, damai dan menyejukkan," tandasnya.
Ia berharap jangan sampai ada oknum yang tidak tahu sejarah pergerakan Indonesia, bagaimana perjumpaan Agama dan Negara, lalu mengatakan Indonesia harus diubah negara kafir.
"Ayo bergerak bersatu cegah virus ajaran wahabi yang meresahkan dan mengadu domba umat Islam dengan cara mengirim pengaduan terkait acara wahabi agar segera ditutup dan memboikot stasiun televisi yang telah sudi memberikan tempat pada mereka.," serunya. 
Berikut rilis selengkapnya:
*Boikot Program "Berita Islami Masa Kini” Trans TV* (1)
Ajaran Wahabi menjadi virus perpecahan di tengah umat Islam di Indonesia. Mereka suka membid’ahkan, mesyirikkan dan mengafirkan yang tak segaris dengan ajarannya. Tak sedikit Rakyat Indonesia dan kemajemukan negeri yang telah menjadi korban. 
Sungguh nyata bila program religi stasiun televisi nasional dikuasai paham yang makin menjauhkan masyarakat dari nilai keagamaan sebenarnya.
Yang paling mencolok adalah stasiun televisi Trans-TV, dimana program acara religi (keIslaman) sudah sangat menyimpang dari nilai, paham dan tradisi Islam yang tumbuh dan berkembang di negeri ini.
Tak ada cara lain, sudah waktunya kita serentak memboikot program acara televisi yang sudah berkali-kali juga ditegur oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI Pusat).
Tolak ajaran Wahabi yang menyusup dalam program acara Televisi dan media apapun.
1. Komisi Penyiaran Indonesia Pusat (KPI Pusat) mengeluarkan sanksi administratif Teguran Tertulis Kedua untuk program acara “Berita Islami Masa Kini” yang dibawakan oleh Teuku Wisnu di Trans TV (Berita Islami Masa Kini mendapat Teguran Tertulis Kedua. 2015). 
2. Dalam sebuah program TV bertajuk “Berita Islam Masa Kini” di salah satu televisi nasional, Teuku Wisnu selaku pembawa acara program itu menyatakan keharaman amaliah ahlussunnah wal jama’ah (Aswaja) mengirim atau menghadiahkan bacaan Qur’an Surat Al-Fatihah untuk mayit.  
3. program siaran yang berisi perbedaan pandangan atau paham dalam suatu agama wajib disajikan secara berhati-hati, berimbang, dengan dai tanpa masalah, yang berkompeten dan dapat dipertanggungjawabkan.
4. "Berita Islami Masa Kini" yang selama ini cenderung ke salah satu paham yang gemar merasa benar sendiri berdasarkan argumen yaitu "dalil-dalil" tekstual, lalu menyalahkan paham lain, harus segera dihentikan dan  diganti dg suguhan pemahaman orang Islam bahwa Islam itu beragam, majemuk, plural, damai dan menyejukkan.
5. Jangan sampai ada oknum yang tidak tahu sejarah pergerakan Indonesia,, bagaimana perjumpaan Agama dan Negara, lalu mengatakan Indonesia harus diubah, Negara kafir.
Ayo bergerak bersatu cegah virus ajaran wahabi yang meresahkan dan mengadu domba umat islam dengan cara mengirim pengaduan terkait acara wahabi agar segera ditutup dan memboikot stasiun televisi yang telah sudi memberikan tempat pada mereka.
Mari kita hadirkan Islam yang berwajah ramah, damai, santun, mencerahkan dan penuh kesejukan. Perbedaan dirayakan bukan malah dipertentangkan apalagi saling mengkafirkan dan penuh ujaran kebencian antar sesama.
Menjadi Islam, menjadi Indonesia.
Salam Islam Damai
9 Maret 2017
Forum Pecinta Islam Damai
H. ALI MURTADHO
[dutaislam.com/ ab]

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News