Top News :
Home » » Benarkah Pengurus NU Abdya Mundur Karena Terpengaruh Hoax?

Benarkah Pengurus NU Abdya Mundur Karena Terpengaruh Hoax?

Posted on Tuesday, 18 April 2017 | garis 07:07

Muslimedianews.com ~ Pengurus Cabang Nadhatul Ulama (PCNU) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menyatakan mundur dari pengurus PC NU Abdya. Sebagaimana diberitakan dalam aceh.tribunnews.com
Didalam berita tersebut disebutkan bahwa aksi pengunduran itu dilakukan sebagai protes terkait sikap Ketua Umum Besar Nadhatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj yang mendukung pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Djarot Saiful Hidayat.

Dewan Syuriyah PC NU Abdya, Tgk Almisli menyesalkan sikap Ketua Umum PBNU yang mendukung Ahok-Djarot. "Memang ini tidak berpengaruh terhadap DKI, namun setidaknya kami membantu islam, dan saat di hari akhirat, Allah tahu, PCNU Abdya tidak mendukung kafir," kata Tgk Almisli didampingi, Dewan Mustasyar, Tgk H Abdurrahman Badar dan sejumlah pengurus PCNU Abdya dalam konferensi pers, Minggu (16/4/2017) di Cafe Lauser.

Menurut Tgk Almisli, sikap PBNU pusat yang mendukung Ahok-Djarot sangat mempengarui umat. "Padahal kita ketahui Ahok itu kafir harbi yang menabuh gendrang perang dan berani menistakan agama," tegasnya.

Selaku umat islam, katanya, saat berhadapan dengan kafir, tidak mungkin membela orang kafir, yang harus dibela harus orang islam. "Kita duduk hari ini untuk menyikapi Kecewa ketua PBNU pusat itu. Benar-benar kecewa, saya pikir dulu siasat untuk mengalahkan, tapi saya lihat sekrang serius sekali (untuk) memenangkan Ahok, kafir itu," pungkasnya seraya berharap PCNU lainnya ikut mengundurkan diri.

Demikian berita yang juga diberitakan dibeberapa situs lainnya.


Dari pemberitaan diatas, kiranya ada yang perlu dicermati :

1. PBNU tidak pernah mendeklarasikan dukungannya kepada Paslon manapun, termasuk kepada Ahok dan Djarot. Semua Paslon mendatangi PBNU dan PBNU menyambut baik semuanya. Kedatangan semua Paslon mulai dari Agus-Sylvi, Ahok-Djarot, dan Anies-Sandi ke PBNU dan ditemui oleh KH. Said Aqil Siraj menunjukkan bahwa semua Paslon menganggap penting PBNU dan menjadikan PBNU sebagai pengayom mereka.

Oleh karena itu, patut dipertanyaakan darimana datangnya informasi bahwa PBNU mendukung salah satu Paslon?. Sedangkan PBNU tidak pernah menyatakan sikap dukungan kepada Paslon manapun karena NU memang tidak boleh berpolitik praktis. Besar kemungkinan pernyataan yang dilontarkan oleh Tgk Almisli itu karena adanya pengaruh-pengaruh tersebut atau pemberitaan (informasi) yang tidak tepat.

2. Kasus Basuki Tjahaja Purnama sendiri masih dalam proses. Semestinya sebagai warga Indonesia yang taat hukum ikuti terlebih dahulu proses hukum, apakah Basuki Tjahaja Purnama diputuskan telah melakukan penghinaan ataukah tidak.

3. Pernyataan bahwa Basuki Tjahaja Purnama sebagai kafir harbi itu berlebihan, tidak tepat dan janggal. Seandainya pun Ahok diputuskan telah melakukan penghinaan berdasarkan proses hukum, meskipun secara pribadi sudah meminta maaf bila perkataannya dianggap menghinakan, tidak juga bisa di cap sebagai kafir Harbi. Kekeliruan yang dilakukan oleh seseorang tidak lantas menjadikannya sebagai kafir harbi. Kafir harbi adalah kafir yang diantara dirinya dengan kaum muslimin tidak ada perjanjian, rasa keamanan dan ikatan-ikatan tertentu. Sementara di Indonesia, semua umat beragama terkait dengan perjanjian kebangsaan.

5. Sementara Rais Syuriah PCNU Abya sebagai berikut:


6. Menanggapi berita diatas, KH. Said Aqil Siraj sendiri mengaku belum mendapat informasi secara resmi. "Saya belum dengar ada laporan membubarkan resmi," sebagaimana diberitakan Jawapos (17/4/2017)\

7. Tgk Armisli sendiri secara pribadi mendukung Paslon tertentu yang semestinya sebagai pengurus Nahdlatul Ulama tidak perlu mengkaitkan dukungannya secara pribadi dengan organisasi.

8. Sebagai orang NU tingkat cabang, ternyata Tgk Armisli kurang mengenal mengenai stuktur organisasi di Nahdlatul Ulama. Hal tersebut nampak dalam status yang pernah dibuatnya, yang mana beliau kurang bisa membedakan antara PBNU dan PCNU. Bahkan mengklaim kegiatannya adalah kegiatan PBNU.
Sebagai nahdliyyin, apalagi pengurus Nahdlatul Ulama, harusnya lebih bijak menyikapi persoalan, jangan terpengaruh dengan kelompok-kelompok lain, apalagi dengan berita-berita yang disebarkan di media yang bukan dari kalangan nahdliyyin.

~Ibnu Manshur~



Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News