Top News :
Home » » Ini Perbedaan HTI dan OPM

Ini Perbedaan HTI dan OPM

Posted on Monday, 17 April 2017 | garis 14:18

Muslimedianews.com ~ Semua tahu bahwa OPM adalah kelompok pemberontak. Organisasi Papua Merdeka (disingkat OPM) yang didirikan pada tahun 1965 itu menginginkan Papua berpisah dengan Indonesia. Berbagai aksi dilakukan OPM, tentunya gerakan-gerakan mereka dihalang oleh pihak keamanan Indonesia.

Hizbut Tahrir didirikan 1953 diluar negeri. Mereka mengklaim pertama kali berdiri di Palestina, meskipun gerakan mereka sebenarnya dimulai tahun 1952 di Yordania, bukan Palestina. Cita-cita organisasi transnasional tersebut adalah terbentuknya Khilafah. Hizbut Tahrir masuk ke Indonesia sekitar tahun 70-an, dibawa dari Australia.

Hizbut Tahrir memang berbeda dengan OPM. OPM menginginkan pemisahan Papua dari Indonesia, sedangkan Hizbut Tahrir ingin mengubah Indonesia keseluruhan menjadi bentuk negara yang mereka cita-citakan.

Bila ada pernyataan dari orang-orang Hizbut Tahrir bahwa HTI berbeda dengan OPM. Memang benar, tetapi Hizbut Tahrir lebih parah daripada OPM. OPM hanya mengingkan sebagian, sedangkan Hizbut Tahrir menginginkan seluruhnya.

Jika keinginan OPM saja ditentang oleh pemerintah, maka keinginan HTI untuk mengubah Indonesia menjadi negara yang mereka cita-citakan, maka harus lebih ditentang.

Oleh karena itulah, wajar bila semisal Gerakan Pemuda Ansor yang memiliki sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia sangat berkeinginan untuk membubarkan HTI dan mendorong pemerintah untuk membubarkan organisasi perongrong NKRI tersebut.

Jika OPM dilarang, maka adanya keinginan yang lebih daripada OPM harus lebih dilarang pula. Pemerintah semestinya menyadari hal tersebut.


Intrik Hizbut Tahrir

GP Ansor termasuk ormas kepemudaan yang terdepan menghalau gerakan Hizbut Tahrir, bahkan menginginkan Hizbut Tahrir dibubarkan. Gerakan pembubaran Hizbut Tahrir yang semakin gencar, membuat kalangan HT mulai ketakutan. Sehingga mereka berupaya menciptakan berbagai opini seperti seolah mereka  cinta Indonesia, cinta Kebhinekaan, tidak anti Pancasila, dan sebagainya.

Opini mereka yang ditampilkan dibuat seolah-seolah gerakan mereka adalah wujud cinta Indonesia yang sebenarnya. Sementara yang menentang mereka berarti tidak menghagai kebhinekaan. Mereka berupaya terus-terusan membalik opini. Disamping itu, mereka juga gencar secara massif mengopinikan negatif terhadap pihak-pihak yang menghalangi gerakan mereka, termasuk terhadap GP Ansor.


Posisi Hizbut Tahrir dan OPM

Terkait ke-Indonesia-an, HT maupun OPM berada pada posisi yang sama, sama-sama merongrong NKRI. Penolakan terhadap keduanya merupakan hal yang wajar dan seharusnya memang demikian.

Tetapi bukan HT kalau tidak berintrik. Hizbut Tahrir memang selalu beropini agar pemerintah membereskan OPM. Seandainya dorongan mereka terhadap pemerintah dalam posisi sebagai rakyat Indonesia yang seutuhnya, maka dorongan itu adalah wajar. Namun, posisi mereka adalah pihak yang juga ingin merongrong Indonesia. Tentu saja, mereka hanya ingin pemerintah fokus ke OPM sambil membiarkan Hizbut Tahrir melakukan apapun yang mereka mau.



Penulis : Ibnu Manshur



Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News