Top News :
Home » , » Islam dan Kebhinekaan

Islam dan Kebhinekaan

Posted on Monday, 17 April 2017 | garis 22:33

Muslimedianews.com ~ Indonesia merupakan negara kesatuan dengan populasi lebih dari 258 juta jiwa dan merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 13.466 pulau dan memiliki 300 kelompok etnis, dan tiap etnis memiliki warisan budaya yang berkembang selama berabad-abad yang sampai sekarang masih tetap dijaga kelestariannya. Jadi bukanlah hal yang keliru jika indonesia memegang moto  “bhineka tunggal ika” yang berarti “berbeda-beda tetapi tetap satu” karna untuk menyatukan berbagai macam keanekaragaman yang ada diindonesia bukannlah perkara yang mudah maka moto itulah yang paling tepat dalam mempersatukan bangsa indonesia.

Yah itulah semboyan dan ciri khas dari indonesia yang dimana hanya indonesia saja yang mempunyai semboyan tersebut. Itulah semboyan  yang selalu di jadikan pedoman masyarakat indonesia.

Bangsa indonesia terbentuk bukan hanya oleh satu suku bangsa, agama dan kepercayaan, melainkan berbagai macam suku, bangsa agama dan kepercayaan yang membangun indonesia seperti yang kita kenal sekarang ini. Jadi tidak ada yang namanya islamisasi dan kristenisasi karena di indonesia dikenal dengan bangsa beragama bukan bangsa agama. Sejak dulu nenek moyang kita selalu memegang teguh prinsip kebhinekaan, tetapi seiring berjalannya waktu prinsip tersebut seakan menghilang dari budaya indonesia. Bahkan orang tidak memperdulikan lagi toleransi dalam beragama, dan setiap orang mementingkan ego sendiri.

Di indonesia telah banyak terjadi konflik-konflik yang disebabkan oleh oknum-oknum tertentu yang melatar belakangi agama, sehingga banyak korban jiwa berjatuhan dan membuat masyarakat menjadi takut. Seperti yang kita lihat pada konflik poso,ambon dan masih banyak lagi. Itu semua adalah bukti bahwa kebhinekaan yang dari dulu melekat pada jati diri bangsa indonesia seakan sudah menghilang dari indonesia melainkan hanyalah sebuah kata-kata yang tak terealisasi. Belum lama ini juga konflik yang sama terjadi bahkan yang lebih parahnya lagi hal ini dilakukan dari pemerintahan yang dimana pemerintah itu sendiri adalah untuk mengayomi masyarakat bukan untuk memprovokasi.


Dalam islam sangat menjunjung tinggi yang namanya toleransi dalam beragama, jadi tidak ada yang namanya pemaksaan dalam memeluk agama atau islamisasi. Seperti di dalam kitab suci al-quran lakum dinukum waliyadin yang merupakan ayat ke-enam dari surat al-kafirun yang terjemahannya adalah:”untukmu agamamu dan untukkulah  agamaku”. Ayat inilah sebagai pedoman orang muslim dalam toleransi memeluk agama. Karena toleransi yang begitu kental dalam islam itulah mengapa islam dikenal dengan agama yang indah,cintah damai. Tapi belakangan ini islam sudah dilekatkan dengan terorisme bahkan islam disebut-sebut sebagai dalang dari permasalahan konflik agama yang ada di indonesia. Tidak hanya di indonesia bahkan di negara luar juga sudah menjadikan islam sebagai agama terorisme bahkan yang lebih parahnya lagi ada sebuah oknum-oknum yang menyebut dirinya sebagai islamophobia. Tentu ini merupakan pemahaman yang keliru dari beberapa orang, yang sebenarnya islam sama sekali tidak pernah mengajarkan kekerasan.

Islam merupakan rahmatan lil alamin yaitu rahmat bagi alam yang artinya yaitu membawa anugrah buat alam dan membawa kebaikan bagi alam secara keseluruhan. Jadi islam datang bukan hanya untuk membawa kebaikan di negeri arab melainkan kepada seluruh umat yang ada di muka bumi ini termasuk indonesia.  Oleh karena itu islam datang ke indonesia untuk membawa kebaikan,rahmat bukan untuk membawa kehancuran bagi indonesia, seperti sabda rasullah sebagaimna yang terdapat dalam hadis riwayat al-imam al-hakim “siapa yang dengan sengaja membunuh bunuh atau hewan lain yang lebih kecil darinya, maka allah swt akan meminta pertanggungjawaban kepadanya”. Jadi, jelaslah pandangan orang keliru mengenai islam yang merupakan agama terorisme.

Bhineka tunggal ika merupakan rahmat yang allah swt berikan kepada indonesia.oleh sebab itu sebagai masyarakat indonesia kita harus selalu menjaga kebhinekaan yang ada di indonesia agar kelak bisa dirasakan oleh cucu-cucu kita nanti. Bisa kita bayangkan jika indonesia tidak menggunakan moto bhineka tunggal?. Jika indonesia tidak memiliki semboyan semacam ini maka bisa dipastikan tidak aka nada lagi yang namanya negara indonesia karena mungkin banyak wilayah disebagian wilayah indonesia ingin bermaksud mendirikan negara sendiri berpisah dengan indonesia. Dan masih banyak lagi hal-hal yang akan mengakibatkan hancurnya indonesia jika tanpa bhineka tunggal ika. Maka dari itu marilah kita jaga rahmat yang allah swt berikan kepada indonesia. Kita amalkan dalam kehidupan kita bahwa memang betul tidak ada perbedaan dalam negara indonesia melainkan hanyalah satu. Seperti lagu nasional kita ciptaan ismail marzuki yang biasa dinyanyikan pada perayaan proklamasi kemerdekaan indonesia  “Indonesia Pusaka” dimana liriknya terdapat  banyak kata  beta yang dimana kata beta merupakan arti dara kata kita. Dari  lagu tersebut mengandung pesan bahwa indonesia merupakan negara kita bersam yang harus kita jaga bersama bukan melainkan yang harus kita jaga sendiri.


Penulis: Fahmi Hidayat Mursila

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News