Top News :
Home » , » Keteladanan Dalam Kepemimpinan Khalifah Umar II

Keteladanan Dalam Kepemimpinan Khalifah Umar II

Posted on Monday, 17 April 2017 | garis 22:05

Muslimedianews.com ~ Islam telah mengajarkan kepada umatnya tentang hal-hal yang berkaitan dengan kepemimpinan, bahwa kepemimpinan adalah satu hal yang kelak akan dipertangungjawabkan di hadapan Allah SWT. Sebagaimana Nabi Muhammad saw telah memberikan pesan yang beliau sampaikan melalui hadisnya:

 “Aku mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya. Imam adalah pemimpin yang akan diminta pertanggung jawaban atas rakyatnya. Seorang suami adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban atas keluarganya. Seorang isteri adalah pemimpin di dalam urusan rumah tangga suaminya, dan akan dimintai pertanggung jawaban atas urusan rumah tangga tersebut. Seorang pembantu adalah pemimpin dalam urusan harta tuannya, dan akan dimintai pertanggung jawaban atas urusan tanggung jawabnya tersebut.”  (HR al-Bukhari, Shahîh al-Bukhâriy,IV/6, hadits no. 2751 dan HR Muslim, Shahîh  Muslim, VI/7, hadits no. 4828)

Bila kita membuka lembaran-lembaran sejarah, maka banyaklah contoh-contoh kepemimpinan yang pernah ada dalam sejarah peradaban manusia. Dari pemimpin yang baik sampai pemimpin yang kejam, dari pemimpin yang adil sampai pemimpin yang zalim, smua pernah menghiasi catatan sejarah peradaban manusia. Maka melalui tulisan singkat kali ini kita akan mencoba menyebutkan satu diantara yang baik agar kita bisa mengambil pelajaran darinya. Karena Islam memang mengajarkan kepada kita agar kita mau untuk mengambil i’tibar / pelajaran dari masa lalu. Sebagaimana Allah swt menyatakan dalam Q.S Yusuf ayat 111 bahwa ada pelajaran dari kisah-kisah masa lalu:

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِّأُولِي الْأَلْبَابِ
“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.” (Q.S. Yusuf : 111)

Adalah sosok pemimpin yang bergelar Khalifah yang pernah memerintah di masa Bani Umayyah, dia adalah Khalifah ke 8 di masa Bani UmayyahYakni Khalifah Umar Bin Abdul Aziz, Jika ditelusuri, Umar Bin Abdul Aziz masih memiliki nasab langsung dengan sahabat Nabi saw melaui jalur ibunya, yakni Khalifah Umar bin Khattab, Umar bin Abdul Aziz adalah cicit dari Umar bin Khattab oleh karena itu para ahli sejarah sering menyebutnya dengan Umar II.

Dalam kehidupan sehari-hari, Umar bin Abdul Aziz mewarisi sikap kakek buyutnya, Umar bin Khattab. Keteladanan dan Kesederhanaannya ketika memegang jabatan Khalifah adalah dua hal yang melekat pada dirinya. Di antaranya keteladanan beliau adalah :

  1. Sosok yang takut kepada Allah, banyak bersujud di malam hari dan larut dalam kekhusyukan ibadah. Tidak ada waktu malam yang dilaluinya tanpa mendekatkan dirinya kepada Allah SWT. Jabatan Khalifah yang disandangnya justru membuatnya menjadi manusia yang semakin takut kepada Allah karena khawatir tidak sanggup menjalankan amanah yang diembannya.
  2. Tidak kompromi terhadap kezaliman dan pelanggaran, di awal masa pemerintahannya beliau banyak menggantikan pejabat-pejabat negara yang dikenal korup dari kepemimpinan sebelumnya dan digantikan dengan orang-orang yang bersih. Walaupun resikonya adalah Umar bin Abdul Aziz dimusuhi oleh mantan2 pejabat tersebut yang mayoritas adalah masih terbilang kerabatnya. Tegas dalam bersikap hampir mirip dengan kakek buyutnya.
  3. Bersikap wara’ atau hati hati alam menggunakan fasilitas negara, ketika ia -suatu malam-bekerja di ruangannya yang berpenerangan lampu. Lalu anaknya datang minta izin untuk bicara dengannya. Umar bertanya, pembicaraannya itu untuk keperluan negara atau keluarga. "Urusan keluarga," kata anaknya. Umar lalu mematikan lampu itu. Lampu tersebut dinyalakan dengan minyak yang dibiayai negara. Ia tak mau urusan keluarga menggunakan lampu dengan minyak negara.
  4. Hidup dengan penuh kesederhanaan dan kezuhudan, ada kisah ketika Umar bin Abdul Aziz berkata kepada Isterinya untuk memilih kemewahan perhiasan yang dipakainya atau memilih Umar sebagai suaminya, ”Kata Fatimah, “Demi Allah, Aku tidak memilih pendamping lebih mulia daripadamu, ya Amirul Mukminin. Inilah emas permata dan seluruh perhiasanku.”Kemudian Khalifah Umar bin Abdul Aziz menerima semua perhiasan itu dan menyerahkannya ke Baitulmal, kas Negara kaum muslimin. Sementara Umar bin Abdul Aziz dan keluarganya makan makanan rakyat biasa, yaitu roti dan garam sedikit.
  5. Beliau adalah type pemimpin yang nyata2 melayani, bukan menjadi pemimpin untuk dilayani, pernah Suatu pagi, khalifah Umar bin Abdul Aziz pergi seorang diri ke sebuah pasar. Dia ingin mengetahui langsung keadaan pasar tersebut dengan berjalan menyusuri lorong-lorong pasar, melihat-lihat situasi jual beli serta kondisi masyarakat di sana. Dengan mengenakan pakaian sangat sederhana, maka sudah barang tentu tidak ada seorang pun mengenalinya. Bahkan ada orang yang menduga kalau dia adalah seorang kuli panggul biasa. Orang tersebut lantas menyuruh khalifah untuk membawakan barang yang tak mampu dibawanya karena terlalu berat. Khalifah Umar pun bersedia membawakan barang milik orang itu. Setelah selesai membawakan barang tadi sampai ke tujuan, orang tersebut ingin memberikan imbalan kepada 'kuli panggul' ini. Akan tetapi, khalifah menolak dengan santun sambil berkata, "Saya hanya bermaksud menolong mengangkat barang ini, bukan untuk mendapatkan upah." Sesaat kemudian, ia minta diri. Namun, belum jauh melangkah, seseorang memanggilnya dengan panggilan yang mulia. Mendengar itu, si pemilik barang tadi kaget. Dia baru menyadari bahwa orang yang telah disuruhnya membawa barangnya itu bukanlah orang biasa, melainkan dialah Khalifah Umar bin Abdul Aziz.
  6. Masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz terbilang singkat ia memimpin, hanya dalam kurun waktu 2 tahun 5 bulan 5 hari. Masa hidupnya berakhir dengan sangat tragis, karena ia diracun oleh orang dekatnya yang menjadi korban hasudan dari oknum-oknum yang tidak menyukai ketegasan dan kejujuran Umar bin Abdul Aziz dalam memimpin negara.

Walaupun  memerintah hanya dalam tempo yang singkat tetapi itulah salah satu masa keemasan dari Dinasti Umayyah, di masa kepemimpinan Umar bin A dul Aziz  masyarakat  hidup tanpa kekurangan dan berada dalam kesejahteraan sementara harta pribadinya tidaklah bertambah selama ia berkuasa bahkan berkurang. Ada kisah yang menyebutkan bahwa ketika memegang tampuk kekuasaan, beliau memiliki harta sebesar 200 dinar, namun di akhir masa hidupnya harta yang dimilikinya tinggallah 20 dinar saja, artinya harta Khalifah selma memimpin tidaklah bertambah tapi justru berkurang. Khalifah yang hidupnya begitu sederhana, dan tegas, tidak memperkaya diri dan keluarga tetapi mensejahterakan rakyat yang dipimpinnya. Demikian sekelumit kisah Umar bin Abdul Aziz, sosok pemimpin yang patut untuk dijadikan teladan bagi manusia, Wallahu a’lam.


Penulis : Heru Suzatmoko
Guru PAI SMPN 53 Jakarta Utara

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News