Top News :
Home » , » Masjid Raya KH. Hasyim Asy'ari yang Difitnah Mirip Salib jadi Benteng Islam Toleran

Masjid Raya KH. Hasyim Asy'ari yang Difitnah Mirip Salib jadi Benteng Islam Toleran

Posted on Tuesday, 18 April 2017 | garis 07:59

Muslimedianews.com ~ Fitnah dilancarkan beberapa pihak terhadap pembangunan Masjid Raya KH. Hasyim Asy'ari. Mereka memfitnah masjid tersebut berbentuk salib.

Menanggapi hal tersebut, Arsitek Adhi Moersid yang merancang Masjid KH Hasyim Asy'ari yang terletak di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat membantah bahwa bangunan masjid itu menyerupai simbol salib.

"Tidak ada sama sekali, itu hoax," kata Arsitek Adhi Moersid yang merancang Masjid KH Hasyim Asy'ari.  "Saya justru berdoa, kepada teman-teman yang keliru menafsirkan, diampuni Tuhan," kata Adhi di Masjid Hasyim Asy'ari, Jakarta, Sabtu (15/4/2017).

Adhi mengatakan Masjid Raya menggunakan konsep urban agriculture. Ia telah mengusulkan masjid akan dikelilingi hutan tumpang sari. Dimana, di antara pohon besar tertanam kopi dan lada sehingga lahan kebun menjadi pertanian. Lalu, halaman masjid dapat ditanami tanaman obat-obatan, lalapan dan sayur-sayuran yang bisa segera dipanen. "Sehingga nanti koperasi yang mengelola ini mempunyai hasil," kata Adhi.


Adhi berharap Masjid Raya berhasil menjadi contoh masjid pertama yang berkonsep urban agriculture. Adhi mengaku telah banyak mendesain bangunan masjid. Bangunan Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari juga diberi sentuhan ornamen Betawi.

"Berbuat seperti saya anjurkan kepada arsitek yang saya kenal kalau kamu buat sesuatu buatlah dengan kesungguhan denga kecintaan dan segala kejujuran, hasilnya akan dinilai orang lain," ungkap Adhi.
Arsitek Masjid Raya KH Hasyim Asyari di Daan Mogot, Jakarta Barat Adhi Moersid
Sementara Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), memberikan alasan soal nama Masjid Raya diberinama KH Hasyim Ashari. Ia mengatakan, KH Hasyim Ashari adalah pahlawan nasional.

"Masjid besar ini masjid raya Jakarta ini dinamakan Masjid Raya KH Hasyim Ashari, bukan tanpa sebab. Kita tahu almarhum KH Hasyim Ashari adalah pahlawan nasional yang mencintai republik ini dengan sepenuh hati," ucap Jokowi dalam pidatonya di area lingkungan Masjid Raya KH Hasyim Ashari, Sabtu (15/4/2017).

Ia menerangkan, jika KH Hasyim Ashari telah membuktikan kecintaannya terhadap negeri. Selain itu, Jokowi juga menyebut sosoknya KH Hasyim Ashari meruoakan tokoh pahlawan nasional yang tak pernah luntur soal mempondasikan agama islam yang ramah.

"Beliau telah membuktikan, bahwa kecintaan terhadap negeri tidakk akan terlunturkan. Komitmennya, dan juga sebagai tokoh ulama pendiri ormas (Organisasi Masyarakat) Islam terbesar Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Ashari telah meletakkan pondasi yang agama yang ramah, dan agama yang moderate," ucap Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut, juga mengakui jika perlunya menteladani jasa-jasa keislaman dari sosok KH Hasyim Ashari pada masa itu.

"Untuk itu lah, kita perlu menteladani jasa-jasa beliau dengan meletakkan nilai keislamannya, nilai-nilai keindonesiaan, nilai-nilai keagamaan yang sudah sesuai dengan prinsipnya Islam yang rahmatan lill'alamin," katanya.

Sedangkan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU) Said Aqil Siroj mendoakan agar Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari menjadi benteng Islam yang toleran. Dia juga mengatakan masjid itu bisa menjadi simbol Islam yang moderat.

Hal itu disampaikan Said Aqil ketika menghadiri tasyakuran masjid tersebut. Dia juga menyampaikan tentang peran Hasyim Asy'ari sebagai salah satu ulama nasionalis.

"Tidak ada ulama yang memiliki idealisme nasionalis kalau ulama tidak pernah menyinggung nasionalis. Jadi, kalau ulama nggak ada nasionalis, sebaliknya bukan tidak ada nasionalis dari kalangan ulama. Hanya Kiai Haji Hasyim Asy'ari di Indonesia yang nasionalis ulama dan ulama nasionalis, nasionalis Hasyim Asy'ari lahirnya kecintaan Tanah Air dari hati yang beriman," kata Said Aqil dalam sambutannya di Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari, Jakarta Barat, Senin (17/4/2017).


Berikut diantara situs Pernyebar hoax di internet tersebut :









sumber medan.tribunnews.com, detik.com
 

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News