Top News :
Home » , » Membaca Zakir Naik Perspektif Pecinta dan Penolak

Membaca Zakir Naik Perspektif Pecinta dan Penolak

Posted on Thursday, 6 April 2017 | garis 12:14

Muslimedianews.com ~ Harus diakui bahwa nama Zakir Naik seperti tidak ada habisnya untuk dibahas. Kiprah dakwah perbandingan beliau, selalu menjadi sorotan dari banyak kelompok, baik dari mereka yang antusias menyambut kedatangannya, ataupun yang menolak.

Dari perspektif para pecintanya, Zakir Naik adalah pahlawan. Dakwah perbandingan yang dilakukannya, dinilai telah membuka wawasan umat Islam khususnya tentang kronologi ajaran Islam dengan pendekatan studi tiga kitab suci (Taurat, Bibel dan Al-Qur'an). Sedangkan dari perspektif mereka yang menolaknya, Zakir Naik adalah ancaman terhadap kebhinekaan dan juga stabilitas--istilah lain dari kemapanan. Menurut sudut pandang ini, tidak ada kebaikan sedikit pun dari dakwah Zakir Naik. Memang betul dia mengislamkan ribuan orang. Tapi, menurut data yang mereka miliki, di sisi lain jutaan orang telah di-kafir-kan oleh Zakir Naik. Sehingga menurut simpulan kelompok ini, kedatangan Zakir Naik ke Indonesia tidak lebih menambah kekusutan toleransi dan kebhinekaan yang tengah terjadi di Indonesia saat ini.

Harus diakui bahwa ada yang berlebihan dari cara pandang kedua kelompok di atas. Kedua-duanya melihat fenomena Zakir Naik menurut kerangka vested interest-nya masing-masing. Kedatangan Zakir Naik bertepatan dengan momentum PILKADA DKI, tidak dapat menghalangi munculnya spekulasi politik dari beberapa pihak. Pertanyaan yang logis muncul adalah kenapa kajian perbandingan Islam dan Kristen diadakan bersamaan dengan makin panasnya isu kepemimpinan muslim dan non muslim? Untuk apakah itu dilakukan? Siapa yang diuntungkan dan siapa pula yang dirugikan? Pertanyaan-pertanyaan itu yang agaknya menjadi akar masalah perbedaan cara pandang kedua kelompok terhadap Zakir Naik.

Munculnya spekulasi di atas tidaklah dapat dihindari. Bahkan untuk maksud tertentu, kegiatan yang mengundang spekulasi sepertinya yang sering dijadikan pilihan agar tujuan-tujuan dari penyelenggara dan tentunya sponsor dapat tercapai. Namun, persoalannya tidaklah bisa disederhanakan sampai di situ saja.

Kedatangan Zakir Naik ke Indonesia seharusnya dilihat dari banyak sisi. Bukan hanya politik. Apalagi kedatangan itu diberi label dakwah. Banyak sisi objektif yang bisa dielaborasi dari penggunaan label dakwah dan tidak perlu menyeretnya lebih jauh ke ranah politik. Sebagai contoh, kita bisa mempertanyakan metodologi dakwah Zakir Naik sambil membandingkannya dengan Ahmad Deedat. Kita pun bisa mempertanyakan kenapa Zakir Naik misalnya tinjauan historis dari setiap perbandingan dua kitab suci yang dilakukannya.

Intinya, banyak sisi objektif yang bisa digali dari kedatangan beliau. Justru akan terdengar aneh jika muncul pertanyaan apakah Zakir Naik senang kuntulan atau tidak.


Ust. Abdi Kurnia Djohan

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News