Top News :
Home » » Mengapa Dulu Menulis Dengan Tinta Merah Dilarang ?

Mengapa Dulu Menulis Dengan Tinta Merah Dilarang ?

Posted on Thursday, 27 April 2017 | garis 13:39

Muslimedianews.com ~ Menulis dengan pena berwarna merah ada kesan tersendiri bagi seorang siswa. Dahulu pun, orang tua maupun guru mencegah seorang anak atau murid yang sedang belajar untuk menulis dengan tinta merah. Sebenarnya bagaimana hukum menulis dengan tinta merah ?

Pelarangan yang dilakukan orang-orang tua kita dulu pada dasarnya juga seperti yang diajarkan didalam kitab (buku) tatakrama didalam menuntut ilmu, salah satunya seperti kitab Ta'lim al-Muta'llim Thariq Ath-Ta'allim karangan Imam Az-Zarnuji. Didalam kitab ini terdapat anjuran agar tidak menggunakan tinta merah, bahkan sesuatu yang serba merah.

وينبغى أن لا يكون فى الكتابة شيئ من الحمرة، فإنه من صنيع الفلاسفة لا صنيع السلف، ومن مشايخنا كرهوا استعمال المركب الأحمر.
"Selayaknya (sepatutnya) seorang penuntut ilmu tidak menggunakan tinta merah didalam menulis, karena hal itu termasuk dari kebiasaan (perbuatan) orang filosof, bukan perbuatan dari para salaf (ilmuan terdahulu). Dan diantara guru kami ada yang memakruhkan (tidak menyukai) menggunakan kendaraan berwarna merah".


Dari penjelasan Imam Az-Zarnuji diatas, pada dasarnya tidak ada hukum larangan baik makruh apalagi haram didalam menggunakan tinta merah didalam menulis, hanya saja sebaiknya hindari dengan alasan bahwa hal tersebut termasuk kebiasaan kalangan filosof. 

Dari hal itu kita tahu bahwa salah satu alasan orang-orang tua kita dahulu melarang menggunakan tinta merah, mungkin saja dari kitab adab menuntut ilmu seperti Ta'lim al-Muta'allim tersebut.

Didalam majalah Al-Misykat Edisi 45, Maret 2008 pun dijelaskan bahwa dalam kitab Ta’lim Muta’alim karya Syaikh Zarnujiy hanya menerangkan adabnya/ etika bahwa yanbaghi (seyogyanya/ sebaiknya) tulisan kitab tidak ada yang berwarna merah. Karena merah -penulisan dengan warna merah- itu model kaum filsuf bukan model kaum salaf. Jadi hukumnya tidak sampai haram bahkan makruhpun tidak. [1]

Terkait penggunana pakaian warna merah, ada banyak perbincangan diantara ulama, karena ada riwayat seperti berikut:

الحمرة من زينة الشيطان والشيطان يحب الحمرة
"Merah termasuk dari perhiasan setan dan setan suka warna merah" (Mushannaf Abdurrazaq)


Sementara ada pula hadits seperti berikut:

 عَنْ الْبَرَاءِ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرْبُوعًا، وَقَدْ رَأَيْتُهُ فِي حُلَّةٍ حَمْرَاءَ مَا رَأَيْتُ شَيْئًا أَحْسَنَ مِنْهُ
Dari Al-Barraa’ (bin ‘Aazib), ia berkata : “Nabi Saw aalah seorang yang berperawakan sedang. Dan aku pernah melihat beliau mengenakan pakaian berwarna merah (hullah hamraa’). Aku tidak pernah melihat seseorang pun yang lebih baik daripada beliau” (HR. Al-Bukhari)

Oleh karena itu, didalam kitab Fathul Bari Syarh Shahih al-Bukhari [2] ada banyak pendapat mengenai pakaian warna merah. Misalnya ada yang membolehkan secara mutlak. Semua pakaian warna merah diperbolehkan. Ada yang melarang secara mutlak, semua pakaian warna merah tidak boleh dipakai. Ada yang memakruhkan pakaian yang dipenuhi warna merah tanpa ada warna yang lain. Ada yang memakruhkan pakaian warna merah kalau dimaksudkan atau ditujukan untuk perhiasan dan mencari popularitas (mencari perhatian dari masyarakat). Dan banyak pendapat lainnya.

Dari aspek yang lain, yang berlaku di masyarakat, tulisan dengan tinta warna merah kadang dihindari karena merah berarti berani. Sehingga murid yang disarankan tidak menggunakan warna merah agar tidak dianggap memiliki sikap berani (konotasi tidak baik) kepada gurunya.

Dalam keterangan lain, [3] tulisan bertinta merah sering dihindari penggunaannya karena cenderung mengungkapkan kemarahan.Apalagi untuk tulisan yang bersifat formal,menulis dengan warna ini berkesan tidak sopan bila diberikan kepada orang yang lebih tua atau orang yang lebih tinggi jabatannya. Merah juga dapat diartikan sebagai sesuatu yang buruk, seperti yang tercantum pada raport sekolah. Dahulu,nilai jelek pada raport ditandai dengan menggunakan tinta warna merah.Namun,aturan ini sudah dihapus agar tidak memunculkan kesan negatif atau kegagalan pada siswa secara psikologis. Namun tinta merah masih digunakan untuk tujuan tertentu. Misalnya memberi nilai pada pekerjaan siswa di sekolah. Untuk hal ini, guru masih menggunakan tinta merah untuk lebih menonjolkan nilai yang mampu diraih siswa dalam proses belajar. Dengan warna ini, nilai lebih mudah terlihat diantara tulisan hitam.


Penulis : Ibnu L' Rabassa

[1] https://misykat.wordpress.com/tanya-jawab-al-quran/
[2] http://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?idfrom=10684&idto=10685&bk_no=52&ID=3270
[3] https://www.kaskus.co.id/thread/560aabc0dc06bd7c3b8b456e/mengapa-kita-dilarang-menggunakan-pulpen-merah/


Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News