Top News :
Home » » Modus HTI di Pernyataan Sikap Ulama Di Pesantren Nurul Ulum Jember

Modus HTI di Pernyataan Sikap Ulama Di Pesantren Nurul Ulum Jember

Posted on Tuesday, 18 April 2017 | garis 14:15

Muslimedianews.com ~ Desakan terhadap pembubaran Hizbut Tahrir, membuat HTI dan simpatisannya langsung mengambil sikap mengatas namakan ulama Jawa Timur untuk melakukan "perlindungan".

Langkah tersebut cukup efektif untuk mempengaruhi masyarakat bila belum mengenal siapa tokoht-tokoh yang hadir. Setidaknya PESAN yang ingin disampaikan dalam pertemuan tersebut hanya supaya "Hizbut Tahrir" tidak dibubarkan. Opini yang dimainkan khas Hizbut Tahrir.

Pertama, soal HTI, Khilafah dan NKRI. Disebutkan bahwa HTI adalah Ahlussunnah wal Jama'ah, padahal ulama Jawa Timur menyatakan bahwa Hizbut Tahrir bukan Aswaja. Kemudian dikatakan HTI bukan takfiriyah dan tidak menyesatkan, padahal faktanya Hizbut Tahrir keinginan hizbut Tahrir untuk mengubah NKRI karena menganggap adanya penyimpangan terhadap sistem kenegaraan NKRI yang digagas oleh ulama terdahulu. Bila tidak menyesatkan, lalu untuk ada mengubah bangunan para ulama terdahulu?.

Kedua, seruan Khilafah dan NKRI dikatakan tidak ada hubungannya. Jelas-jelas ini opini absurd. Sebab, faktanya seruan khilafah yang dilakukan oleh HTI hendak mengubah NKRI yang sudah sah secara syariat Islam. Point kedua ini sangat terang bederang "Hizbut Tahrir tidak ingin diganggu".

Ketiga, persoalan memilih pemimpin setingkat gubernur merupakan khilaf. Pernyataan sikap menolak terhadap keputusan pihak lain, sah saja. Namun, bukan Hizbut Tahrir kalau tidak melakukan provokasi.

Kegiatan tersebut berlangsung di tempat seorang bernama KH Abdullah, Pimpinan Ponpes Nurul Ulum, Jember, Jawa Timur yang sudah lama dia bersama Hizbut Tahrir. Bahkan dia pernah mengatakan "“Saya bersaksi, sesungguhnya, Hizbut Tahrir adalah gerakan mukhlish yang benar-benar berjuang untuk menegakkan ‘izzul Islam wal Muslimiin,”"

Oleh karena itu, pernyataan ulama tersebut adalah hanyalah modus Hizbut Tahrir. Usaha untuk menggiring pihak lain agar melindungi mereka. Pesertanya adalah orang Hizbut Tahrir.

Berikut pernyataan mereka yang diviralkan di sosial media :
****



PERNYATAAN ULAMA DALAM SILATURAHMI ULAMA DAN PENGASUH PONDOK PESANTREN JAWA TIMUR DI PP NURUL ULUM JEMBER

Tentang HTI, Khilafah dan NKRI
Setelah kami mengkaji secara seksama pemikiran HTI dan mencermati aktifitas HTI, kami menyatakan bahwa: HTI adalah jam'iyyah yang seperti kita,  bagian dari kita, dan golongan kita. HTI adalah jam’iyyah  Ahlusunnah wal Jamaah, yang berkarakter sebagaimana yang  digariskan oleh ulama-ulama muktabar ahlus sunnah wal jamaah. HTI bukan wahabi, dan bukan jam'iyyah takfiriyah, yang gampang mengkafirkan atau menyesatkan umat Islam.

Tentang khilafah dan NKRI
Kami menyatakan bahwa: Khilafah adalah bagian dari ajaran Islam, bagian dari syariah Islam. Ulama-ulama kita, ahlus sunah wal jama'ah dari empat madzhab, Hanafi, Maliki, SyafiI dan Hambali menegaskan wajibnya nasbul khalifah.

Al Imam al Hafidz Abu Zakaria an Nawawiy al asyari asy syafiI  dalam syarah shahih muslim menegaskan:
 وَأَجْمَعُوا عَلَى أَنَّهُ يَجِب عَلَى الْمُسْلِمِينَ نَصْب خَلِيفَة وَوُجُوبه بِالشَّرْعِ لَا بِالْعَقْلِ
Dan mereka—kaum muslimin telah ijma’ bahwa mengangkat khalifah itu wajib atas kaum muslimin; kewajiban tersebut bukan berdasarkan syara’ bukan akal
Imam Ala’uddin al Kassani—faqih min fuqaha’ al Hanafiyyah—menegaskan dalam kitab Badai’ush-shanai’I fii tartibisy- syarai’i:
وَلِأَنَّ نَصْبَ الْإِمَامِ الْأَعْظَمِ فَرْضٌ ، بِلَا خِلَافٍ بَيْنَ أَهْلِ الْحَقِّ
Dan sesungguhnya mengangkat Imam yang agung (yakni, khalifah) adalah fardhu tanpa adanya perbedaan diantara ahlul haq
Inilah penegasan ulama-ulama kita, ahlus sunnah wal jamaah, tentang wajibnya mengangkat khilafah.

Ajakan HTI untuk mengembalikan khilafah adalah ajakan untuk melaksanakan kewajiban tersebut, tidak lebih. Ajakan menegakkan khilafah adalah bagian dari dakwah Islam, sebagaimana ajakan  untuk melaksanakan shalat, zakat, puasa, haji dll. Allah SWT mewajibkan kita semua untuk berdakwah, mengajak, menyampaikan dan menjelaskan. Dan  itu pula yang dilakukan HTI. Adapun  diterima atau tidak sepenuhnya kembali pada umat Islam yang merupakan umat mayoritas di negeri yang kita cintai.

HTI adalah bagian dari umat islam di negeri kita, sikap keras HTI terhadap separatisme menegaskan kecintaan HTI, dan komitmen HTI untuk menjaga keutuhan negeri ini.
Ajakan dan dakwah untuk mengembalikan khilafah ditengah-tengah umat adalah merupakan ajakan dan dakwah untuk melaksanakan kwajiban syarI, tidak lebih. Maka ajakan dan dakwah tersebut tidak boleh dikait-kaitkan dengan NKRI, tidak ada hubungannya dengan NKRI, dan tidak dimaksudkan untuk menghancurkan NKRI.

Tentang boleh tidaknya memilih pemimpin kafir
Kami  menyatakan: Ulama ahlus sunnah wal jamaah sepakat bahwa memilih pemimpin kafir hukumnya haram.

Al-Qadhi Iyadh al Malikiy berkata sebagaimana dikutip an Nawawi dalam syarah shahih Muslim:
أجمع العلماءُ على أنَّ الإمامة لا تنعقد لكافر، وعلى أنَّه لو طرأ عليه الكفر انعزل
Para ulama sepakat bahwa kepemimpinan tidak boleh diserahkan kepada oranng kafir
Termasuk ketika ada pemimpin muslim yang melakukan kekufuran, maka dia harus dilengserkan.

Menolak fatwa yang dikeluarkan oleh PP GP Anshar yang menyatakan bahwa memilih non muslim tidak diharamkan.
Bahwa NU sebagai jam’iyyah  yang mengibarkan panji ahlus sunnah wal jama’ah—dimana GP Anshar bernaung di dalamnya—diharapkan berada di garda terdepan untuk memberikan contoh dan tauladan dalam berakhlaqul karimah  terutama dengan sesama muslim, sebagaimana yang dicontohkan oleh sayyidina wa maulana Muhammad SAW, dan
Bagaimana menjadikan ulama’ sebagai teladan dan panutan.

Jember, 16 April 2017

Mereka yang hadir dan bertanda tangan pada pernyataan ini adalah:
1. KH. Abdullah,  Pengasuh PP. Nurul Ulum Jember,
2. KH. Mihammad Yasin,  Jember,
3. Kyai Bahri,  Jember
4. KH. Asrofi, Pengasuh PP. Darun Najah Genteng,  Banyuwangi
5. KH. Amroni, Pengasuh PP. Al Amri Kyai Sekar,  Leces,  Probolinggo
6. KH. Farid Makruf MA, Pengasuh PP. Al Mimbar Jombang
7. Kyai Misbah Halimi, MPd., Dosen Universitas Hasyim Asyari Jombang
8. Kyai Abdul Karim Wulyo,  Pengasuh PP. Al Ihsan Baron Nganjuk
9. Kyai Hisyam Hidayat, Pengasuh PP.  Tahfidzul Qur'an Al Ihsan Nganjuk
10. KH. Tamaji,  PP. Darussalam Mojokerto
11. KH. Suhardi Anwar,  Kota Mojokerto
12. KH. Abdurrahman, PP. Al Anwar  Mojokerto
13. Kyai Muhammad Abu Syifa,  PP Al Ihsan Nganjuk
14. Ach. Baijuri K, PP Miftahul Ulum, Sidoarjo
15. Ust Nasrudin, PP  Al Ikhlash Candi Sidoarjo
16. Kyai Bahron Kamal, Pengasuh Majlis Taklim dan Pesantren Terbuka AL - ULYA Malang
17. KA. Abdul Karim,  Tanggul Jember
18.  KH Fathullah, Pengasuh Madrasah Inayatul Ihsan Bondowoso
19. Kyai Zainul, PP al Munawwaroh Jember
20. Kyai Syaiful Hadi, PP Al Munawwaroh Jember
21. Gus Rohibni,  Rembang Kabupaten Pasuruan
22. Kyai Sukirno,  Sukorejo Kabupaten Pasuruan
23. Kyai Rosidi Haris, MT Sabilal Muhtadin Guluk-guluk Sumenep
24. Kyai Abd Qadir Jailani, PP Riyadus Sholihin Dasuk Sumenep
25. Kyai Nuruddin, PP Al Huda Lenteng Sumenep
26. Kyai Maksum, PP As-Sa'adah Guluk-guluk Sumenep
27. Kyai Fauzi, MT Nurul Iman Guluk-guluk Sumenep
28. Kyai Muh. Chairil Anam, MT Makarimul Akhlaq Lenteng Sumenep
29. H. Muhaimin,  Surabaya
30. Ust. H. Abdul Kholiq, Sesepuh Masyarakat Surabaya Timur
31. Gus Ainun Nadlif,  PP. Tahfidzul Qur'an Al Ihsan Nganjuk
33. Abah Rahmad,  Pasuruan
34. Abah Sufyan, Pasuruan
35. Gus Furqon Syalthut,  Siwalan Panji, Sidoarjo
36. Gus Khozin Mubarok,  Sidoarjo
37. Kyai Kamil Abdullah,  Jember
38. KH. Sholihul Hadi Sukirno, Imam Masjid al Azhar, Kaliboyo Purwoharjo Banyuwangi.
39. Ust H. Qoidul Anam Alimi, SH., Advokad BKBH Bela Persada Benculuk Cluring Banyuwangi.
40. Ust. Sul'an, Mubaligh dan Pengasuh MT Al-Islam Kec. Pakis Malang
41. Kyai Musthofa, Pengasuh MT Al-MUQORROBUN, Dampit Malang
42. KH. Mukhlis, Ketua Bid Dakwah dan Pendikan Masjid Ar-Rosyid, Gondang legi, Malang
43. Imam Supriadi, Pengurus Pesantren Walisongo Surabaya,
44. Lora Abdul Wahid, Pengasuh Ponpes Nurul Iman Tegal Pasir Bondowoso
45. Ust. Syahrul,Pengasuh Madratsah Diniyah Nurul Jadid Wonosari Bondowoso


Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News