Top News :
Home » » Shalat Dengan Bersandar

Shalat Dengan Bersandar

Posted on Friday, 21 April 2017 | garis 20:42

Muslimedianews.com ~ Bagaimana hukum shalat dengan bersandar pada sesuatu seperti dinding (tembok), orang lain dan lain sebagainya?

Shalat adalah ibadah yang sudah ditentukan syarat dan rukunnya. Rukun shalat (fardlu shalat) dilakukan bersamaan dengan shalat, sementara syarat merupakan sesuatu yang harus dipenuhi sebelum melakukan shalat dan harus terus ada sampai shalat selesai.

Salah satu rukun shalat adalah berdiri. Rasulullah Saw bersabda :

صَلِّ قَائِمًا فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا فَإِنْ لم تستطع فعلي جنب
"Shalatlah dengan berdiri, jika tidak mampu, maka shalat dengan duduk, jika juga tidak mampu, maka shalat dengan posisi miring"

Berdiri didalam merupakan rukun/fardlu shalat didalam shalat fardlu.  Posisi berdiri adalah posisi dimana badan tegak, disebut Intishab. Tegaknya badan bisa dilakukan secara bebas tanpa ada sandaran, atau bisa pula dilakukan dengan cara bersandar pada sesuatu.

Berdiri secara bebas tanpa sandaran disebut dengan Istiqlal.
Sedangkan berdiri dengan bersandar pada sesuatu itu disebut Istinad.

Istinad atau berdiri dengan bersandar ini bisa lebih dirincikan
- Istinad atau bersandar pada sesuatu yang sekiranya kalau sandarannya itu diambil, orang yang berdiri bersandar itu roboh / jatuh / terjungkal.
- Istinad atau bersandar pada sesuatu yang sekiranya kalau sandarannya itu diambil, orang yang berdiri bersandar tidak jatuh/roboh.

Nah, apakah berdiri didalam shalat tersebut disyaratkan Istiqlal ?.


Dalam ini, ulama menjelaskan bahwa pendapat yang lebih shahih diantara pendapat ulama Syafi'iyah adalah tidak disyaratkan Istiqlal. Jadi, seandainya orang yang shalat berdiri pada sesuatu seperti tembok, bersandar pada orang lain, atau bertumpu pada sebuah tumpuan sekali pun yang sekiranya jika sandaran itu diambil atau menyingkir maka orang yang shalat bisa roboh, maka shalatnya tersebut tetap sah, tetapi makruh.

Mengapa shalatnya tetap sah? karena posisi tersebut tetap disebut sebagai posisi berdiri, meskipun bersandar
لا يشترط فلو استند إلى جدار أو إنسان أو اعتمد على عصا بحيث لو رفع السناد لسقط صحت صلاته مع الكراهة لأنه يسمى قائما. - المجموع 
Ada beberapa pendapat ulama lain yang menyatakan bahwa shalat orang yang bersandar tidak sah bila ia dalam kondisi mampu untuk berdiri secara bebas, kecuali bila orang tersebut memiliki kendala untuk berdiri secara bebas.

Ada juga pendapat ulama yang menyatakan kebolehan bersandar kalau sekiranya orang itu tidak jatuh bila sandarannya diambil atau disingkirkan. Bila terjadi saat sandarannya diambil atau disingkirkan maka shalatnya tidak sah.

Ibnu L' Rabassa

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News