Top News :
Home » » Kemana Logikanya Menyamakan 'Khilafah' dengan PKI ?

Kemana Logikanya Menyamakan 'Khilafah' dengan PKI ?

Posted on Wednesday, 3 May 2017 | garis 13:01

Muslimedianews.com ~ Seruan pembubaran Hizbut Tahrir tidak boleh berhenti, organisasi transnasional yang sudah jelas-jelas berkeinginan mengubah sistem negara Indonesia dengan Khilafah mereka memang harus dibubarkan, dilarang, bahkan kalau perlu tokohnya ditangkap karena mengancam NKRI secara terang-terangan.


"Kumaha logikana? Menyamakan dakwah Syariah dan Khilafah dengan PKI. Padahal PKI itu anti-Islam dan Anti-Khilafah", begitulah salah satu celotehan orang Hizbut Tahrir di media sosial dari sebagian banyak celotehan orang-orang HTI yang muaranya hanya keinginan "jangan larang kami, biarkan saja kami".

Tidak sedikit orang gagal paham tentang Islam, apalagi Khilafah. Siapa sebenarnya musuh kita? apakah sesama muslim?", apakah orang-orang kafir atau orang yang tidak beragama Islam?. Kalau ada yang menjawab "orang kafir atau orang non-muslim", sudah bisa dipastikan ia gagal paham tentang agamanya sendiri. Mengapa? karena Islam tidak menebarkan permusuhan kepada siapapun, orang-orang Islam tidak memusuhi siapa pun, baik itu non-muslim. Terbukti bahwa Islam menganjurkan agar bersikap baik kepada siapapun.

Lalu siapa musuh kita? mereka adalah orang-orang dlalim. Orang-orang yang melakukan kedloliman kepada orang lain. Ibaratnya, ada seorang preman beragama Islam masuk ke rumah lalu mengacak-acaknya. Apakah kita akan salahkan dia karena agamanya atau karena perbuatan dlolimnya. Tentu saja kita tidak suka kepadanya karena dia perusak, bukan karena di muslim. Sehingga bukan berarti kita tidak mau berukhuwah Islamiyah dengannya, bukan berarti kita tidak suka saudara sesama muslim.

Kenapa PKI diperangi? karena dia mau memberontak terhadap NKRI. Mereka melakukan kedloliman, bukan diperangi karena agamanya. Sebab anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) sendiri terdiri dari berbagai penganut agama, termasuk Islam. Kalau kita lihat tokoh-tokoh PKI, justru muslim. Sebut saja yang paling populer misalnya,  D.N. Aidit atau Dipa Nusantara Aidit, lahir dengan nama Ahmad Aidit.

Demikian juga DI/TII, mereka semua muslim, tetapi mereka mau memberontak terhadpa NKRI. Mereka diperangi bukan karena agamanya tetapi karena gerakannya tersebut. Apakah DI/TII dan PKI sama? sama-sama pemberontak. Pemerintah bersama seluruh elemen bangsa harus menjaga "rumah mereka" sendiri.

Bagaimana dengan dakwah Syariah dan Khilafah HTI?. Mereka pakai nama dakwah, tetapi bukan dakwah sebagaimana mayoritas umat Islam. Dakwah mereka mengajak "membubarkan NKRI" dan menjadikannya Khilafah. Ini orientasi utamanya, ini fokus mereka, adapun intriknya bisa macam-macam. Syariah hanya mereka gunakan untuk kendaraan saja, sebab dakwah syariah memang sudah dilakukan oleh umat Islam, sebut saja NU dan Muhammadiyah. Tetapi keduanya, tidak menyerukan Khilafah karena bagi keduanya, NKRI sudah final. Jadi bukan dakwahnya yang ditentang, sebab yang menentang ini muslim pendakwah. Bukan syariahnya yang ditentang, sebab yang menentang HTI ini ngaji, kesehariannya hidup dengan syariat.

Tetapi penentangan mereka terhadap HTI karena mereka hendak mengubah NKRI. Apapun alasan HTI. Oleh karena itu, status mereka tidak ada bedanya dengan perongrong NKRI lainnya, bukan karena agamanya, tetapi karena keinginan mereka mengubah NKRI. Sama seperti perusak rumah yang beragama Islam, bukan karena agamanya ditentang, tetapi karena perbuatan merusaknya.

Demikian juga dengan ISIS. ISIS juga orang-orang Islam, dakwahnya syariah dan khilafah juga. Kenapa orang-orang HTI musuhi? kenapa mereka tidak setuju dengan ISIS?. Jadi, bukan karena agamanya tetapi karena perbuatan merusak "rumah" orang lain.

Ibnu Manshur


Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News