BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Saturday, December 23, 2017

Komunitas Internet Selular Indonesia gelar Sosialisai dan Pelatihan Mahasiswa Cerdas Tolak Hoax



Jakarta, 22 Desember 2017.
Sosialisasi dan Pelatihan Generasi Milenial dalam menanggulangi Hoax bertajuk "Generasi Minenial Tanpa Hoax ". Forum diskusi yang digagas oleh KISI (Komunitas Internet Seluler Indonesia) dihadiri langsung oleh Pembina KISI H.Edy Haryanto, Rektor UIC Prof. Dr. Musni Umar dan Perwakilan Dari Kementerian Pemuda Dan Olahraga, LTN PBNU serta organisasi Masyarakat Pemuda Pancasila  yang di selenggarakan di Aula Prof. Dr. Bahder Djohan Kampus Unibersitas Ibnu Chaldun (UIC) Rwamangun, Jakarta Timur pada Jumat siang 22 Desember 2017.

Penyebaran Hoax menjadi trending dalam lima tahun belakangan ini di media sosial Indonesia. Ini tidak terlepas dari situasi memanasnya eskalasi politik di tanah air. Hoax adalah informasi palsu, berita bohong, atau fakta yang diplintir atau direkayasa untuk tujuan lelucon hingga serius (politis) ujar Ketua Penyelenggara H. Muhammad Iqbal.

Penasihat KISI Edy Haryanto selaku  menyampaikan dalam sambutannya bahwa berdirinya KISI sejak 2009 tujuan utama nya adalah mencegah fenomena yang terjadi saat ini yaitu penyebaran informasi melalui HP yang tidak seimbang akan menyebabkan gejolak di masyarakat untuk itu selama 9 tahun KISI aktif mengadakan acara gathering komunitas penggiat medsos dan forum diskusi untuk sosialisasi menangkal HOAX. KISI berharap ke depannya kegiatan ini dapat di dukung penuh oleh pemerintah.

Rektor UIC Musni Umar mengingatkan Pentingnya Menangkal Bahaya Hoax. Ia Mengatakan Bahwa "Ketika dapat informasi sebaiknya tidak langsung di sebar luaskan dan ketika dapat informasi tidak jelas harus di cari kebenarannya dan kalau bisa langsung di konfirmasi dari sumbernya . Dan jika itu benar silakan disebar luaskan. Senada dengan apa yang di paparkan oleh Kaprodi Fakultas Komunikasi Ibnu Chaldun serta Anggota Internet Governance Forum (IGF) Sapta Maryati .

Kasdep Sumber Daya Kementerian Pemuda Kemenpora , M Bagus mengemukakan Bahwa "Media Sosial Seperti Whatsapp atau Instagram kita sering menerima video dan gambar hoax . Kita sepakati untuk menghindari , agar tidak menimbulkan pertikaian , sebagai mahasiswa , tentunya dapat mencegah hal tersebut dengan cara mengkonfirmasi langsung ke sumbernya . Karena 51 % kasus penyebaran isu hoax sudah sampai ke jalur hukum, Jangan sampai dengan hoax ini kita ( mahasiswa ) bersinggungan dengan hukum , karena menyebarkan isu yang tidak jelas . 

Dalam islam Sendiri Seperti yang di lansir Oleh Ahmad Darojul berita bohong (hoax)  dalam unia Islam diseut haditsul ifqi datang dari masa ke masa dengan gaya dan cara sendiri . Hoax akan datang menyasar pada siapa pun  dan sengaja di buat untuk menjatuhkan seseorang , lembaga , masyarakat luas bahkan kewibawaan bangsa dan negara .

Sementara itu, Mukhlisin mewakili ketua LTN PBNU menyampaikan pentingnya aspek pertanggung jawaban atas segala apa yang kita lakukan baik di media online maupun dunia nyata. 'Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggunjawabannya. Sebagai pemuda, mari kita bersama-sama seluruh komponen bangsa mewujudkan generasi muda yang kritis dan cerdas dalam membaca, mensikapi dan menyebarkan informasi'.  



« PREV
NEXT »

No comments