BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Wednesday, December 20, 2017

Penjelasan Ansor Atas Kebohongan Sugik Nur (Gus Nur)

Muslimedianews.com ~ SUGIK MBUJUK (Baca: Bohong)

Entah kenapa Sugik Nur kembali memfitnah Banser yang membatalkan pengajiannya di Surabaya. Tanpa tabayyun melalui FP FB Ngaji Bareng Gus Nur, ia mengeluarkan ujaran kebencian bahkan sampai ancaman akan perang saudara. Video yang ia upload tanggal 17 Desember 2017 pun sekarang DIHAPUSNYA.

 Iki Suroboyo, Dulur! Kami akan menyiapkan hadiah untukmu.

Berikut Fakta sebenarnya dan Klarifikasi PC GP Ansor Kota Surabaya atas Video yang di unggah oleh Saudara Sugik di Fanspage FB "Ngaji Bareng Gus Nur"


1. Bahwa, saudara Sugik tidak ada i'tikad baik untuk silaturrahim dan tabayyun sesuai kesepakatan bersama 3 Pilar pada 15 Desember 2017. Padahal, kami bersama 3 Pilar bersama Polsek setempat, Pemerintah Kecamatan Mulyorejo, Tokoh Masyarakat, Agama, dan GP Ansor Surabaya telah membuka ruang yang amat sangat terbuka untuk melakukan silaturrahim dan tabayyun.

2. Banser dan Ansor siap menjaga pengajian saudara Sugik pada 17 Desember 2017 asal masih dalam hal kebaikan tanpa menebar kebencian. Tetapi, Sugik malah menebar Kabar Bohong bahwa Ansor dan Banser Surabaya-lah yang telah membubarkan. Padahal, kami tidak ada satupun anggota Ansor dan Banser yang berada di TKP untuk membubarkan.

3. Obral statemen yg berbau fitnah tersebut sangat kontra produktif karena bisa berdampak terjadinya disintegrasi umat Islam dan ketentraman di masyarakat akibat issue perang saudara yang dihembus-hembuskan oleh pihak Sugik melalui videonya.

4. Hal tersebut hanyalah memperuncing ketegangan dengan menyebut-nyebut pihak FPI & Kokam Muhammadiyah. Padahal di hari yg sama Banser GP Ansor & Kokam Pemuda Muhammadiyah sedang mengadakan Apel Kebangsaan di Candi Prambanan Jogjakarta. Presiden Joko Widodo bertindak langsung sebagai pembina upacara, yang berpesan jika semangat kegiatan itu menjadi pondasi penting kedamaian di Indonesia. Menurut Presiden Jokowi, ukhuwah Islamiyah, Wathaniyah (kebangsaan) dan Basyariyah (kemanusiaan) dan tolerannya Islam di Indonesia menjadi inspirasi dunia menciptakan perdamaian. Dan, tidak ada ceritanya Ansor dan Banser Surabaya memiliki permasalahan dengan FPI Surabaya.

5. Jikalau Sugik memang beritikad baik untuk mengetahui duduk persoalan yang sebenarnya sehingga kegiatan ceramahnya selalu bermasalah, seharusnya dia menempuh pintu tabayyun yang dibuka lebar oleh GP Ansor Surabaya. BUKAN KOAR-KOAR PROVOKATIF di medsos.

KESIMPULANNYA, BANYAK HAL YANG DISAMPAIKAN OLEH SAUDARA SUGIK PENUH DENGAN KEBOHONGAN DAN PROVOKATIF.

Salam,
PC GP Ansor Kota Surabaya
Satkorcab Banser Kota Surabaya

« PREV
NEXT »

No comments