BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Sunday, April 22, 2018

Hukum dan Rukhshah Menahan Kencing dan Berak Ketika Shalat

Muslimedianews.com Islam adalah agama yang mudah dan tidak memberatkan, termasuk dalam segi Ibadah. Walaupun tidak memberatkan, Islam  sangat mengutamakan ke-sah-an dalam ibadah.

            Perihal keringanan ibadah, Islam mengenal istilah rukhsah yang berarti dispensasi atau keringanan. Contoh dari rukshah itu sendiri adalah misal dalam pelaksanaan ibadah sholat. Banyak dispensasi yang diberikan Islam ketika orang tidak mampu untuk melakukan sholat dengan sempurna, yaitu sempurna waktunya ataupun sempurna sholatnya. Contohnya ketika tidak mampu untuk sholat dengan keadaan berdiri, maka boleh duduk, atau jika ketika tidak mampu sholat di dalam perjalanan maka boleh meringkas raka’at sholat dalam satu waktu, atau yang disebut mengqasar sholat, dan masih banyak ruqsah lainya. Pertanyaannya adalah, adakah ruqsah yang membahas tentang menahan kencing dan berak ketika sholat?

            Tidak seyogianya seseorang mendirikan shalat, sementara ada sesuatu dalam dirinya yang dapat menganggu kekhusyukan dan tuma’ninahnya. Jika seseorang menahan kencing atau berak yang membuatnya tidak khusyuk,maka dia mendapatkan rukhsah untuk tidak menghadiri shalat jama’ah, atau menunda pelaksanaan shalat dari waktunya, maksudnya tidak sampai waktu sholat itu habis.

            Menurut Imam Nawawi  dalam kitab Rawdhah Ath-Thalibin,  hukum menahan kentut dan berak ketika sholat maka hukumnya makruh. Disunahkan untuk menuntaskan hajatnya yatu kencing dan berak, baru kemudian shalat, meskipun dia tidak mendapati shalat jama’ah, karena jika ketika sholat lalu sibuk dengan menahannya dan berakibat menghilangkan kekhusyukannya dalam shalat, maka hukum shalatnya batal.

            Dalil hadist yang mendukung pendapat ini adalah, diriwayatkan dari Aisyah, Ia mendengar Rasulullah SAW bersabda

لاَ صَلاَةَ بِحَضْرَةِ الطَّعَامِ وَلاَ وَهُوَ يُدَافِعُهُ الأَخْبَثَانِ
            “Tidak sah shalat (yang dikerjakan) ketika makanan dihidangkan dan orang yang menahan dua yang busuk (kencing dan berak)”.  (HR Muslim no. 560)

            Jadi ketika seseorang merasa dan menahan kencing ataupun berak saat shalat, maka supaya menyelesaikan hajatnnya, lalu kemudian dia shalat.  (

Penulis : Indah Yuliza
*PAI ICP UIN Malang 


« PREV
NEXT »

No comments