Top News :
Home » » Beredar Fitnah atas Kunjungan Grand Syekh Azhar ke PBNU 2 Mei 2018

Beredar Fitnah atas Kunjungan Grand Syekh Azhar ke PBNU 2 Mei 2018

Posted on Monday, 7 May 2018 | garis 10:26



Jangan kebencian kamu kepada suatu kaum menjadikanmu berlaku tak adil, dialog yang cerdas antara Syeikhul Azhar dan Kang Said terlihat jelas bahwa mereka tidak ada saling menegasi, tidak saling mengagresi dan tidak saling merendahkan satu dengan yang lain karena keduanya adalah Ulama yang berwawasan luas, moderat, tawadhuw' dan berakhlaq mulia. 

Pembuat potongan video kunjungan Syeikhul Azhar ke Kantor PBNU yang di viralkan itu tidak jujur dalam mengutip poin-poin pembicaraan Kyai Said Aqil Siradj seperti yang dihilangkan dan tidak diterjemahkan adalah ucapan Kyai Said tentang Nasionalisme Arab yang rapuh, absurd dan tidak Islami yang diusung oleh seorang Arab beragama Nasrani Michel Aflaq dan gaung Sosialisme dan Nasionalisme Arab mendapat tempat dan dukungan secara luas kala itu.

Kang Said menjelaskan Islam Nusantara adalah bukan sesuatu yang baru, Islam Nusantara hanyalah sebuah typologi bukan aliran atau mazhab tetapi adalah intisari Islam itu sendiri. Islam Nusantara adalah Islam Washatiyah yaitu Islam moderat (bukan fanatik) dan Islam jalan tengah, tentu penjelasan Kang Said ini mendapat apresiasi oleh Syeikhul Azhar.

Islam di Nusantara khususnya Indonesia adalah Islam yang menggabungkan Nasionalisme dengan keimanann (Islam) sebagaimana yang gariskan oleh pendiri NU Hadratussyeikh Allamah Hasyim Asy'ari Hubbbul Wathon Minal Iman bukan Islam yang memisahkan antara Nasionalisme dengan keIslaman seperti keinginan Bapak Pendiri Nasionalisme dan Sosialisme Arab Michel Aflaq. Ucapan yang terkenal dari Michel Aflaq adalah Islam adalah bagian kecil dari kebudayaan Arab yang besar padahal Arab memiliki kehormatan, memiliki peradaban yang gemilang karena hadirnya Islam dan bukan sebaliknya.

Tuduhan dan fitnah yang dialamatkan kepada Kyai Said sebagai anti Arab selain tidak tepat juga tidak menemukan urgensi dan korelasinya karena beliau adalah seorang penuntut ilmu yang pernah sekolah di negeri Arab, belajar Islam dari literatur bahasa Arab, memiliki guru-guru orang Arab dan beliau sendiri adalah keturunan Arab.

Kyai Said mengatakan Islam yang dikembangkan di Indonesia adalah Islam Nusantara atau dengan kata lain Islam Washotiyah bukan Islam "Arab". Yang dimaksud bukan Islam Arab adalah Islam yang sekarang ini dipromosikan oleh kelompok ekstrem yang dalam perjuangannya mengangkat senjata dan menghalalkan darah sesama kaum muslimin. Bukan Islam "Arab" yang dimaksud Kyai Said adalah sebuah fenomena kekinian, sekelompok orang yang berislam dengan menonjolkan atribut-atribut, yang mudah menyesatkafirkan sesama ahlul qiblah (takfirisme), kelompok yang paling mengaku Islam tetapi jauh dari nilai-nilai Islam seperti ciri-ciri mereka yang kita kenal hari ini mereka sangat intoleran, gemar sebarkan fitnah dan adu-domba sesama kaum Muslimin.

Ala kulli hal marilah kita berfiikr rasional dan bukan mendahulukan kebencian-kebencian karena hanya berbeda pendapat karena kebencian tidak akan membawa kebaikan tetapi akan membawa kehancuran dan perpecahan-perpecahan.Wallahu A'lam Bishowab.

Bandung, 7 Mei 2018
Habib Umar bin Husein Assegaf, Ketua Umum Gerakan Nasional Anti Kekerasan dan Intoleransi (GENERASI)
TEST

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News