BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Wednesday, May 02, 2018

Bila NU Bersatu, Tak Ada Kekuatan Lain Bisa Menandingi

Bila Bersatu, Tak Ada Kekuatan yang Menandingi NU

Pringsewu, NU Online
Mengambil tempat di Aula Gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pringsewu, Lampung, Selasa (1/5), Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor dan Fatayat NU setempat menggelar peringatan bersama hari lahir (harlah).  Tahun ini Ansor memasuki usia ke-84,  dan tahun ke-68 untuk Fatayat NU.

Ketua PCNU Pringsewu H Taufik Qurrohim yang hadir pada kesempatan tersebut berpesan agar Ansor dan Fatayat senantiasa merapatkan barisan bersama elemen lain. Hal tersebut penting untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin komplek.

"Kalau NU bersatu padu, tidak ada kekuatan kelompok lain yang dapat menandingi. Dan ini sudah terbukti dalam sejarah bahwa NU senantiasa kuat dan solid menghadapi problematika yang ada," kata Mas Taufik, sapaan akrabnya.


Dia juga berpesan agar Ansor dan Fatayat senantiasa mengingat serta menjalankan dua amanah yang menjadi salah satu tugas jam'iyah. Amanah tersebut meliputi amanah diniyah dan amanah wathaniyah.

"Kita harus terus memegang teguh, mengamalkan dan menjaga amaliah Ahlussunnah wal Jama'ah sebagai bentuk amanah diniyah dan terus mengumandangkan NKRI harga mati sebagai amanah wathaniyah," tegasnya dan mengingatkan hanya NU yang memiliki slogan tersebut.

Sementara dalam mauidhah hasanahnya, KH Muhammad Nur Aziz berpesan agar Ansor serta Fatayat NU senantiasa bangga menjadi bagian dari badan otonom. Menurut Wakil Katib PCNU Pringsewu ini, para pengurus dan anggota harus terus berjuang dan berkhidmah dengan ikhlas.

"Seluruh elemen Ansor dan Fatayat harus berkiprah dengan berbagai kegiatan yang akan menjadi bukti dan saksi dalam berkhidmah," kata Kiai Aziz.

Di tengah problematika yang dihadapi masyarakat khususnya umat Islam saat ini, Kiai Aziz mengajak Ansor dan Fatayat mampu menjadi benteng umat dari rongrongan berbagai paham baru yang kaku, radikal dan tekstualis.

"Ansor harus mampu memberi pencerahan dan mengajak kepada umat Islam yang sudah terkontaminasi untuk kembali kejalan yang benar sesuai dengan makna Ansor yaitu penolong," katanya.

Pada kegiatan tersebut dilakukan pemotongan tumpeng oleh Ketua PC GP Ansor M Sofyan yang diserahkan kepada Ketua PCNU Pringsewu. Disusul pemotongan tumpeng oleh Ketua PC Fatayat NU Hj Umi Laila yang diserahkan kepada Hj Nur Rohmah Sujadi, selaku penasihat Fatayat sekaligus istri Bupati Pringsewu. 

Berbagai macam kegiatan diselenggarakan pada harlah yang dihadiri segenap pengurus Ansor dan Fatayat mulai dari pimpinan cabang, pimpinan anak cabang sampai dengan ranting. Lomba tersebut meliputi lomba futsal, senam, mars fatayat dan syubanul wathan, serta kreasi tumpeng. (Muhammad Faizin).


Pringsewu, NU Online
Mengambil tempat di Aula Gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pringsewu, Lampung, Selasa (1/5), Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor dan Fatayat NU setempat menggelar peringatan bersama hari lahir (harlah).  Tahun ini Ansor memasuki usia ke-84,  dan tahun ke-68 untuk Fatayat NU.

Ketua PCNU Pringsewu H Taufik Qurrohim yang hadir pada kesempatan tersebut berpesan agar Ansor dan Fatayat senantiasa merapatkan barisan bersama elemen lain. Hal tersebut penting untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin komplek.

"Kalau NU bersatu padu, tidak ada kekuatan kelompok lain yang dapat menandingi. Dan ini sudah terbukti dalam sejarah bahwa NU senantiasa kuat dan solid menghadapi problematika yang ada," kata Mas Taufik, sapaan akrabnya.


Dia juga berpesan agar Ansor dan Fatayat senantiasa mengingat serta menjalankan dua amanah yang menjadi salah satu tugas jam'iyah. Amanah tersebut meliputi amanah diniyah dan amanah wathaniyah.

"Kita harus terus memegang teguh, mengamalkan dan menjaga amaliah Ahlussunnah wal Jama'ah sebagai bentuk amanah diniyah dan terus mengumandangkan NKRI harga mati sebagai amanah wathaniyah," tegasnya dan mengingatkan hanya NU yang memiliki slogan tersebut.

Sementara dalam mauidhah hasanahnya, KH Muhammad Nur Aziz berpesan agar Ansor serta Fatayat NU senantiasa bangga menjadi bagian dari badan otonom. Menurut Wakil Katib PCNU Pringsewu ini, para pengurus dan anggota harus terus berjuang dan berkhidmah dengan ikhlas.

"Seluruh elemen Ansor dan Fatayat harus berkiprah dengan berbagai kegiatan yang akan menjadi bukti dan saksi dalam berkhidmah," kata Kiai Aziz.

Di tengah problematika yang dihadapi masyarakat khususnya umat Islam saat ini, Kiai Aziz mengajak Ansor dan Fatayat mampu menjadi benteng umat dari rongrongan berbagai paham baru yang kaku, radikal dan tekstualis.

"Ansor harus mampu memberi pencerahan dan mengajak kepada umat Islam yang sudah terkontaminasi untuk kembali kejalan yang benar sesuai dengan makna Ansor yaitu penolong," katanya.

Pada kegiatan tersebut dilakukan pemotongan tumpeng oleh Ketua PC GP Ansor M Sofyan yang diserahkan kepada Ketua PCNU Pringsewu. Disusul pemotongan tumpeng oleh Ketua PC Fatayat NU Hj Umi Laila yang diserahkan kepada Hj Nur Rohmah Sujadi, selaku penasihat Fatayat sekaligus istri Bupati Pringsewu. 

Berbagai macam kegiatan diselenggarakan pada harlah yang dihadiri segenap pengurus Ansor dan Fatayat mulai dari pimpinan cabang, pimpinan anak cabang sampai dengan ranting. Lomba tersebut meliputi lomba futsal, senam, mars fatayat dan syubanul wathan, serta kreasi tumpeng. (Muhammad Faizin).
« PREV
NEXT »

No comments