BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Saturday, May 19, 2018

Ketua Komisi Dakwah MUI Himbau Pemrpov DKI Batalkan Rencana Tarawih di Monas


Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat Dr. Cholil Nafis yang juga merupakan Pengasuh Pesantren Cendekia Amanah, Depok menyampaikan keraguan dan beberapa pernyataan menyikapi rencana Pemprov DKI Jakarta yang akan menggelar Solat Tarawih di Monas. Berikut beberapa poin pernyataannya:
1. Saya kok ragu ya kalau alasannya tarawih di Monas unttk persatuan. Logikanya apa ya? Bukankah masjid Istiqlal yang megah itu simbol kemerdekaan, kesatuan dan ketakwaan. Sebab sebaik-baik shalat itu di masjid karena memang tempat sujud. Bahkan Nabi saw. selama Ramadhan itu i'tikaf di masjid bukan di lapangan. 

2. Marilah yang sehat menggunakan logika kebangsaan dan keagamaan. Jangan menggunakan ibadah mahdhah sebagai alat komunikasi yang memunculkan riya' alias pamer. Shalat Ied saja yang untuk syi'ar masih lebih baik di Masjid kalau bisa menampungnya. Meskipun ulama ada yang menganjurkan di lapangan karena syi'ar tapi Masjid masih lebih utama.

3. Shalat tarawih itu menurut sebagian ulama sebagai shalat malam, maka lebih baik sembunyi atau di masjid. Makanya Nabi saw hanya beberapa kali shalat tarawih bersama sahabat di Masjid. Maka kalau shalat di Monas karena alasan persatuan sama sekali tak ada logika agamanya dan kebangsaannya. pikirkan yang mau disatukan itu komunitas yang mana?

4. Duh, yang mau disatukan dengan shalat tarawih itu komponen yang mana? dan yang tak satu yang mana? kalau soal jumlah rakaat yang berbeda sudah dipahami dengan baik oleh masjid-masjid bahwa yang 8 atau yang 20 bisa shalat bareng berjemaah hanya yang 20 kemudian meneruskan. Ayolah agama ditempatkan pada relnya jangan dibelokkan.

5. Saya berharap pemprov DKI mengurungkan niat tarawih di Monas. Cukuplah seperti maulid dan syiar keagamaan aja yang di lapangan. Tapi shalat di lapangan sepertinya kurang elok sementara masih ada masjid besar sebelahnya yang bisa menampungnya. Ayo pemprov DKI lebih baik konsentrasi pada masalah pokok pemerintahannya yaitu mengatasi banjir dan mecet yang tak ketulungan dan merugikan rakyat. 
« PREV
NEXT »

No comments