BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Monday, June 11, 2018

Alay-Alay Salafi 'Tegar Diatas Sunnah' sampai Ikhwan Sunnah

Muslimedianews ~ Pernah melihat orang-orang muda salafy-wahhabi menuliskan "Masjid Sunnah", "Ustadz Sunnah", "TV Sunnah", "Pakaian Sunnah", "Kajian Sunnah" dan lain sebagainya yang hanya ingin menunjukkan seolah-olah mereka berada dibarisan pengikut sunnah sejati, sementara yang lain adalah pengikut bid'ah sesat masuk neraka. 

Kita bisa mudah menemukan ikhwan alay salafi wahhabi ini dimana pun, baik disosial media maupun dikehidupan nyata. Bahkan di kampus, perkantoran, pertokoan mewah dan lain sebagainya. Umumnya masih muda-muda, baru-baru mengenal Islam.

Dibawah ini adalah contoh promosi diri ala Iblis yang sangat lebay.




***
TEGAR DI ATAS SUNNAH, ATAU TEGAR DI ATAS TAKABBUR?
Beberapa kali membaca postingan mereka ini, atau bertemu langsung, tertangkap kesan pengakuan seakan mereka yang paling berdiri di atas sunnah.
Saya pernah sampaikan langsung pada salah satu dari mereka yang membanggakan kajian dan praktik sunnahnya, agar tidak terjerumus dalam sikap berbangga diri.
Iblis itu dulunya adalah malaikat yang paling ahli ibadah, paling banyak ilmunya (ومن أشد الملائكة اجتهادًا، وأكثرهم علمًا), sebagaimana dijelaskan Ibnu Katsir dalam al Bidayah wan Nihayah, mengutip pendapat Ibnu Abbas.
Sampai ketika Allah menciptakan Nabi Adam, Allah perintahkan malaikat untuk sujud atau hormat pada Nabi Adam. Semua memberikan hormat, kecuali Iblis.
Dia menolak dan melakukan kesombongan. Apa penolakan Iblis sehingga dia dikatakan sebagai makhluk sombong?
Dia memberikan jawaban dalam dua kalimat yang bila diterjemahkan diawali oleh kata yang sama: AKU.
قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ.
Iblis menjawab: "AKU lebih baik daripada dia (Adam). AKU Kau ciptakan dari api sedang dia Kau ciptakan dari tanah." (QS. al A'raf: 12)
Keakuan inilah yang membunuh karir kebaikan Iblis. Dia dikutuk, divonis berada di dalam neraka.
Bila Iblis melakukan kesombongan sekali dia sudah dilaknat, lalu bagaimana dengan kita yang melakukan kesombongan berkali-kali?
Dalam Shahih Muslim disebutkan hadits Rasulullah:

الكبر بَطَرُ الحقِّ وغمط الناس
"Kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain."

Merasa paling sunnah, menganggap rendah orang lain, jangan-jangan telah menjadi benih-benih jumawa yang mereka taburkan, lalu tumbuh dan berbuah di mana-mana.
Sampai pada penawaran (ta'ridh) pada kaum wanita agar harus menikah dengan ikhwan salafy, mereka paradekan kejumawaan itu, lengkap dengan perendahannya terhadap pihak lain.

Promo lebai ini memamerkan:
"... dan masih banyak lagi sunnah2 suami istri yg akan kita kerjakan bersama2 saling membantu, & ketahuilah itu tdk kau dapatkan pd ikhwan yg manhajnya rusak jg pd mereka yg manhajnya gado-gado."

Ya ikhwan,
فَلَا تُزَكُّوٓاْ أَنفُسَكُمۡۖ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَنِ ٱتَّقَىٰٓ
“…maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa." (QS An-Najm: 32).
Khawatim Ramadhan Mubaarakah...

Ust. Faris Khoirul Anam


« PREV
NEXT »

No comments