BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Monday, June 11, 2018

Ibu Bekerja Anak Berkelana

Muslimedianews ~ Wanita memiliki gejolak batin untuk berkarir atau default. Default merupakan tugas lahiriyah seorang wanita untuk melayani suami dan keluarga, namun berkarir juga merupakan salah satu bentuk pengabdian wanita dalam melayani sekaligus membantu suami dalam mencapai tujuan keluarga. Hal ini tidak terjadi kepada seorang pria yang tidak memiliki pilihan, karena sejatinya dalam pengampu ekonomi kehidupan rumah tangga pria adalah bekerja. Wanita yang memilih karir dan berkeluarga Itu tidak pernah mudah, wanita harus berbincang dengan pasangan dan membicarakan risiko dan tanggung jawab jika memilih menjalani dua kehidupan: karier dan keluarga. Berhubung tugas utama wanita salah satunya melayani keluarganya yang berarti melayani suami dan anaknya. Di titik inilah wanita terkadang merasa jenuh, mengapa dirinya memiliki tanggungan yang berat dan banyak sehingga memungkinkan dirinya tak terawat.
Terkadang sebagian dari orang akan memilih pasangan yang selalu ada daripada yang selalu bisa. Suami menginginkan istrinya fokus terhadap mengurus rumah tangga dan anak-anaknya, dengan harapan anak-anaknya memiliki pola tingkah laku, intuisi, dan karakter yang baik. Sedangkan Seorang wanita ingin mengembangkan passionnya untuk berkarya karena telah menempuh pendidikan yang cukup lama, merupakan kesia-siaan jika tidak dimanfaatkan dan diamalkan. Namun, perlu pertimbangan antara pernyataan suami dan istri agar hal tersebut tidak menjadikan polemik berlarut dalam keluarga dengan cara menarik benang merah. Penulis mengibaratkan seperti permainan dalam sebuah Game yang sudah dikenal masyarakat luas. Dalam sebuah game, kita harus mengarahkan kursor agar tetap berjalan cepat sehingga tidak terlalap dalam portal, jika terlalap portal berarti gagal. Hal tersebut diibaratkan ialah tugas pokok wanita dalam mengasuh anaknya tetap harus berjalan. Dalam perjalanannya, sebuah game menyediakan koin-koin yang banyak dimana kita boleh mengambil atau melewatkan poin ketika sedang berlari, hal ini diibaratkan wanita berkarir. Misal dalam sebuah game yang tolok ukurnya keberhasilan harus mencapai finish dengan menurunkan bendera diatas tiang, hal ini diibaratkan wanita ialah default. Seandainya dalam permainan game kita tidak berlari maka dia akan gagal, jika dalam sebuah game tidak mencapai finish dia gagal, namun jika dalam sebuah game kita tidak mendapatkan poin belum tentu gagal. Sederhananya dapat disimpulkan yang terpenting dalam sebuah peran ialah mencapai tujuan utama, tolok ukur keberhasilan utama wanita yakni jika berhasil menyelesaikan tugas utamanya.
Dalam mengasuh anaknya, seorang wanita harus mampu menaruh kepercayaan yang besar dirinya kepada anak. Pada dasarnya ibu akan memberi rasa aman, nyaman terhadap anaknya dan mengakibatkan timbal balik kepada seorang anak menaruh kepercayaan yang besar terhadap Ibu. Jika dikaitkan dengan ibu yang bekerja, anak-anak memiliki frekuensi yang sedikit untuk bertemu ibunya, hal ini juga akan memicu terjadinya problematika tertentu misalnya anak akan berusaha untuk memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa arahan. Hal inilah yang dikhawatirkan dalam era teknologi seperti ini contoh saja perlakuan baik anak menurun dan salah pergaulan. Bagaimana Indonesia bisa mempersiapkan tunas muda negeri dalam keadaan seperti itu ? Bagaimana bisa dikatakan tujuan keluarga berhasil jika memiliki penerus tersebut ?. . Dalam hal ini sudah jelas bahwa betapa rawannya ibu berkarir terhadap berkelananya anak pada lingkungan luar secara mandiri. Tipe pola asuh anak merupakan salah satu tindakan efektif menyiasati permasalahan ini. Terdapat  beberapa tipe pola asuh diantara lain: tipe demokratis, tipe permisif, dan tipe otoriter. Pemilihan pola asuh yang tepat dapat menjadi tolok ukur kepercayaan yang besar anak terhadap ibunya. Pola asuh ini merupakan benteng yang dimiliki seorang ibu  melindungi buah hati terhadap lingkungan yang buruk.
Berkarir maupun berkeluarga bukan berarti pilihan, keduanya dapat berjalan beriringan semua tergantung seseorang yang menjalaninya. Maka dapat ditarik jalan tengah bahwa wanita mencapai karir sangat diperbolehkan karena hal tersebut merupakan poin plus seorang wanita dan bentuk pengabdian seorang wanita terhadap keluarga, dengan catatan wanita tidak meninggalkan default-nya. Hal ini terkadang menimbulkan kecemburuan wanita karena memiliki dua fungsinya dalam berumah tangga yakni karir dan rumah tangga, sedangkan suami hanya memiliki satu fungsi yaitu menafkahi keluarga. Alangkah baiknya jika saling membantu dalam rumah tangga agar tercipta keharmonisan. Membangun kedekatan terhadap anak bukan hanya tugas istri saja, namun suami juga memiliki tugas yang sama membangun kedekatan terhadap anak. Sehingga menciptakan ibu berkarir jadikan ekonomi menguat, membuat generasi bangsa yang berkualitas pesat.

Penulis : Yuninda Loviana
Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya
« PREV
NEXT »

No comments