BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Sunday, June 24, 2018

Kiai NU Kaliwungu : Hindari Ambil Rujukan Hukum Islam dari Google

Muslimedianews.com, Kudus ~ Secara khusus, KH Harun berpesan saat mengaji Al-Qur’an atau membaca Maulid Shimtudduror sebaiknya tidak melalui aplikasi handphone. Sebab, kebanyakan handphone yang dibawa berisi macam-macam konten seperti foto, video dan aplikasi lainnya.

“Ibaratnya, Al-Qur’an kok didodok awor awor cowek trasi sambel neng pawon (Al-Qur’an kok ditaruh jadi satu dengan cowek bumbu trasi sambal di dapur).  Kecuali HP tersebut kontennya khusus berisi Al-Qur’an dan shimtudduror, tidak apa-apa dipakai,” tandasnya.

Sejak adanya handphone pintar (smartphone), sebagian besar orang memanfaatkan untuk berselancar di dunia maya (internet). Terkadang dalam mencari solusi atas problem kehidupan (keagamaan), ada yang cenderung merujuk pada internet (google).

Kemajuan tehnologi demikian yang menjadi sorotan Rais Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kaliwungu Kudus KH Harun Rasyid saat menerima puluhan Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kaliwungu Kudus Jawa Tengah yang mengadakan silaturahim lebaran di kediamannya, Ahad (17/6) malam.

KH Harun mengatakan, Islam (khususnya Nahdlatul Ulama) tidak melarang, menolak atau antipati terhadap kemajuan tehnologi. “Akan tetapi gunakanlah sesuai porsinya, hindari pengambilan sumber hukum dari mbah google,” ujar Kiai Harun.

Dalam mengarungi kehidupan, imbuh KH Harun, agar mengutamakan keberkahan dalam ilmu kepada guru dan kiai. Ia mengatakan keberkahan bukan terletak pada kebaikan apa yang diperoleh melainkan bagaimana caranya dalam memperolehnya.

“Sesuatu yang baik meskipun susah harus dicapai dengan cara yang baik, bukan dengan yang tidak baik,” tegasnya mengingatkan.

KH Harun juga mengingatkan kader-kader NU tidak hanya sekedar memahami Aswaja secara konsepsional tetapi harus dipraktikkan secara terus menerus.

Di samping berkunjung ke rumah Rais MWCNU Kaliwungu itu, Pengurus Ansor juga silaturahim kepada Ketua MWCNU Kaliwungu H Noor Kholis dan tokoh-tokoh ulama dan umara lainya. (Adib/Muiz/nu.or.id)
« PREV
NEXT »

No comments