BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Friday, June 08, 2018

Mantan Waka BIN Tegaskan Pentingnya Toleransi di forum Guru Besar Undip


Dihadapan para Guru Besar Universitas Diponegoro Semarang-Kamis 7 Juni 2018, mantan wakil kepala BIN As'ad Said Ali menyampaikan pemaparan tentang pentingnya tugas kaum intelektual dalam membangun toleransi.

"Tugas kaum intelektual membangun toleransi atau tasamuh tidak boleh berhenti karena memang belum final dan tidak akan pernah selesai" tegas As'ad. Bhinneka Tunggal Ika mengajarkan toleransi sosiologis, saling tenggang rasa dalam kehidupan keseharian atau muamalah. 

Bhinneka Tunggal Ika menolak konsep Toleransi Teologis ( sekularisme) yang menyamakan semua agama . Bhinneka Tunggal Ika memberikan kebebasan mengekspresikan keyakinan masing-
masing yang berbeda itu dalam ruang privat atau ruang premordial yang bersifat eksklusif. 
Tetapi manakala berada dalam ruang kebersamaan maka kebebasan itu dibatasi oleh kepentingan bersama atau kepentingan publik. 

Dalam ruang publik yang berlaku adalah Pancasila dan dalam ruang privat ( masjid,gereja, pura, vihara, synagoge ) premordialisne agama masing silahkan dimanivestasikan secara bebas. Dalam konsep Bhineka Tunggal Ika keyakinan agama atau hak kolektif yang dilindungi. Oleh karena itu negara melindungi setiap agama dari penistaan. Hal ini berarti berbeda dengan negara Barat sekuler yang membolehkan penistaan ( Blasphemy ). Sayang, kita belum mempunyai UU Kerukunan Umat Beragama atau UU Toleransi. Akibatnya tidak ada parameter tentang Toleransi atau Intoleransi.
« PREV
NEXT »

No comments