BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Wednesday, July 18, 2018

Habib Membela KH. Said Aqil Siraj Dari Fitnah Terkait Kunjungan Syaikh Ahmad At-Tayyeb

Muslimedianews.com ~ Bantahan Habib Umar bin Husein Assegaf atas Fitnah yang Serang kiai Said Aqil ketika Kunjungan Grand Syeikh Al-Azhar
Viral kabar pengumuman terbuka KH Said Aqil Sirodj diluruskan Imam Besar Al Azhar Kairo Universitas Al Azhar Mesir Syekh Ahmed Muhammed Ahmed Ath-Thayeb memperoleh bantahan. Bantahan yang beredar via grup WhatsApp tidak dari PBNU atau Kyai Said. Bantahan itu atas nama Habib Umar bin Husein Assegaf, Ketua Umum Gerakan Nasional Anti Aksi anarkis dan Intoleransi (GENERASI).
Jangan kebencian kau terhadap suatu kaum menjadikanmu berlaku enggak adil. Dialog yang pintar antara Syeikhul Azhar dan Kang Said tampak papar bahwa mereka tak ada saling menegasi, tak saling mengagresi dan tak saling merendahkan satu dengan yang lain. Sebab keduanya ialah ulama yang berwawasan luas, moderat, tawadhuw’ dan berakhlaq mulia,” begini cuplikan mengawali bantahan yang diterima duta.co, Senin (7/5/2018) malam.
Bantahan tersebut ditulis dari Bandung tertanggal 7 Mei 2018 hari ini. Judulnya huruf capital seluruh: “BANTAHAN ATAS FITNAH DAN TUDUHAN KEPADA KYAI SAID AQIL SIRADJ DALAM KUNJUNGAN GRAND SYEIKH AL-AZHAR KE KANTOR PBNU 2 MEI 2018”. Adapun bunyi bantahan itu secara lengkap selaku berikut:
“Jangan kebencian kau terhadap suatu kaum menjadikanmu berlaku enggak adil, dialog yang pintar antara Syeikhul Azhar dan Kang Said tampak papar bahwa mereka tak ada saling menegasi, tak saling mengagresi dan tak saling merendahkan satu dengan yang lain sebab keduanya ialah Ulama yang berwawasan luas, moderat, tawadhuw’ dan berakhlaq mulia.
Pembuat potongan video kunjungan Syeikhul Azhar menuju Kantor PBNU yang di viralkan itu tak jujur dalam mengutip poin-poin perbincangan kiai Said Aqil Siradj bagai yang dihilangkan dan tak diterjemahkan ialah ucapan kiai Said soal Nasionalisme Arab yang rapuh, absurd dan tak Islami yang diusung oleh seorang Arab beragama Nasrani Michel Aflaq dan gaung Sosialisme dan Nasionalisme Arab memperoleh tempat dan supporting secara luas kala itu.
Kang Said menerangkan Islam Nusantara ialah tidak sesuatu yang baru, Islam Nusantara hanyalah sebuah typologi tidak aliran atau mazhab tetapi ialah intisari Islam itu sendiri. Islam Nusantara ialah Islam Washatiyah yaitu Islam moderat (tidak fanatik) dan Islam jalan tengah, tentu penjelasan Kang Said ini memperoleh apresiasi oleh Syeikhul Azhar.
Islam di Nusantara khususnya Indonesia ialah Islam yang menggabungkan Nasionalisme dengan keimanann (Islam) sebagaimana yang gariskan oleh pendiri NU Hadratussyeikh Allamah Hasyim Asy’ari Hubbbul Wathon Minal Iman tidak Islam yang memisahkan antara Nasionalisme dengan keIslaman bagai keinginan Bapak Pendiri Nasionalisme dan Sosialisme Arab Michel Aflaq. Ucapan yang terkenal dari Michel Aflaq ialah Islam ialah bagian kecil dari kebudayaan Arab yang besar padahal Arab mempunyai kehormatan, mempunyai peradaban yang gemilang sebab hadirnya Islam dan tidak sebaliknya.
Tudingan dan fitnah yang dialamatkan terhadap kiai Said selaku anti Arab selain tak tepat pun tak menemukan urgensi dan korelasinya sebab beliau ialah seorang penuntut ilmu yang pernah sekolah di negeri Arab, belajar Islam dari literatur bahasa Arab, mempunyai guru-guru orang Arab dan beliau sendiri ialah anak cucu Arab.
kiai Said menjelaskan Islam yang dikembangkan di Indonesia ialah Islam Nusantara atau dengan kata lain Islam Washotiyah tidak Islam “Arab”. Yang dimaksud tidak Islam Arab ialah Islam yang sekarang ini dipromosikan oleh kubu ekstrem yang dalam perjuangannya mengangkat senjata dan menghalalkan darah sesama kaum muslimin. Tidak Islam “Arab” yang dimaksud kiai Said ialah sebuah fenomena kekinian, sekelompok orang yang berislam dengan menonjolkan atribut-atribut, yang mudah menyesatkafirkan sesama ahlul qiblah (takfirisme), kubu yang paling mengklaim Islam tetapi jauh dari nilai-nilai Islam bagai ciri-ciri mereka yang kita kenal hari ini mereka amat intoleran, hobi sebarkan fitnah dan adu-domba sesama kaum Muslimin.
Ala kulli hal marilah kita berfiikr rasional dan tidak mendahulukan kebencian-kebencian sebab cuma tak sama pandangan sebab kebencian tak bakal membawa kebaikan tetapi bakal membawa kehancuran dan perpecahan-perpecahan.Wallahu A’lam Bishowab.“`
Bandung, 7 Mei 2018 (mha)
(duta.co/ suaraislam/islam-institue/muslimedianews.com)
« PREV
NEXT »

No comments