BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Wednesday, July 11, 2018

Hidayatullah Itu Ormas Islam Tersendiri Berdiri Tahun 2000 Awalnya Pesantren

Muslimedianews.com ~ Sebagian netizen Aswaja barangkali pernah menjumpai situs beralamat di https://www.hidayatullah.com yang merupakan sebuah portal berita Islam sekaligus berisi kajian keislaman. Tidak jarang, adanya penulis Aswaja NU yang mengirimkan tulisannya untuk diposting disitus tersebut. Mereka beranggapan situs tersebut sebuah situs Islam "umum" yang menghimpun tulisan kajian dari berbagai elemen. 

Memang, bila dicermati belakangan ini, situs www.hidayatullah.com cenderung mengakomodir khazanah Islam bermadzhab, bahkan yang terkait dengan sufi dan tasawuf pun diposting disitus tersebut. 

Sekilas hal ini, menunjukkan mulai terbuka wawasan khazanah keislaman mereka dari semula yang hanya "Al-Qur'an dan As-Sunnah", sebuah slogan umum yang banyak dipakai oleh kelompok-kelompok yang tidak bermadzhab. Meskipun demikian, manhaj Hidayatullah tetap tidak mengenal madzhab. 

"Metode (manhaj nubuwwah') Hidayatullah yaitu berpegang pada al Qur’an dan as-Sunnah sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya."

Situs https://www.hidayatullah.com memang sebuah portal berita dan kajian keislaman. Berbeda dengan situs https://www.hidayatullah.or.id yang merupakan situs resmi organisasi mereka. Keduanya sama-sama milik Hidayatullah. 

Apa Itu Hidayatullah ?
Tidak banyak yang tahu, tapi mungkin saja pernah melihat tulisan BMH (singkatan dari Baitul Mal Hidayatullah) di beberapa masjid maupun kantor-kantor, khususnya yang berada di wilayah Kalimantan Timur, terlebih di Kota Balikpapan. Jika pernah melihat tulisan BMH, itu adalah badan usaha milik Hidayatullah yang mengumpulkan zakat, infak dan sedekah dari siapapun. 

Hidayatullah adalah organisasi massa Islam (ormas Islam) yang baru berdiri tahun 2000 lalu. Sebagai sebuah ormas Islam, maka ia memiliki manhaj pemikiran / pemahaman keislaman tersendiri yang tentunya berbeda dengan ormas Islam lain seperti ormas Islam Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persatuan Islam (Perti), Al-Irsyad, Rabithah Alawiyyah, Syarikat Islam, Nahdlatul Wathan, Al-Washliyyah, Mathla’ul Anwar, Al-Ittihadiyah, dan lain sebagainya. 

Ormas ini awalnya sebuah pesantren yang berdiri di kawasan Gunung Tembak, Kota Balikpapan, Kaltim yang diberi nama Pesantren Hidayatullah. Sampai saat ini pesantren tersebut masih ada dan menjadi Pusat dari gerakan Hidayatullah. Pesantren tersebut didirikan oleh Abdullah Said tahun 1973.  

Abdullah Said adalah nama yang dipakai setelah diganti. Nama aslinya / awalnya adalah Muhsin Kahar. Muhsin Kahar lahir pada Jum’at, 17 Agustus 1945 di sebuah desa bernama Lamatti Rilau, salah satu desa dalam wilayah Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Abdullah Said pernah aktif di Pemuda Muhammadiyah, bahkan masuk dalam pengkaderan Muhammadiyah. Dari hal itu, ada benang merah berkaitan dengan manhaj ormas Hidayatullah dengan latar belakang pendirinya yang pernah aktif di Muhammadiyah. 

Memang, kalau kita cermati, ormas-ormas yang memiliki slogan "Al-Qur'an dan As-Sunnah" saja cenderung sangat mirip diantara mereka, misalnya dengan Muhammadiyah, Al-Irsyad Al-Islamiyah, MTA (Majelis Tafsir Al-Qur'an) dan lain sebagainya. 

Namun, tentunya berbeda dengan NU atau organisasi massa lain yang berhaluan "Madzhab". Kelompok yang tidak bermadzhab cenderung kepada pemikiran Wahhabi. Demikian juga dengan Hidayatullah, yang "tidak setuju" dengan kritik terhadap Wahhabi yang mana banyak dilakukan oleh kalangan Aswaja (Ahlussunnah wal Jama'ah). 

Sejak berdiri/berubah dari Pesantren menjadi ormas pada tahun 2000. Jaringan-jaringan pesantren Hidayatullah seperti santri-santri mereka yang memang dikader, kemudian membentuk cabang-cabang organisasi Hidayatullah.

Oleh karena itu, Hidayatullah tidak hanya di Kalimantan Timur, bahkan ada juga di Jawa. Di Jawa Timur pun, Hidayatullah bergerak dan cenderung agak berbeda dengan manhaj aslinya. Disini mereka melakukan strategi dakwah sehingga bisa bergaul dengan kalangan NU, bahkan duduk bersama dengan beberapa generasi muda NU (barangkali lebih dekat ke NUGL) melakukan kajian-kajian keislaman.

Tidak jarang, sebagian warga NU (kadang kala santri yang baru lulus pesantren namun tidak mengenal peta organisasi Islam) terjun dalam organisasi Hidayatullah karena awalnya tidak mengerti bahwa Hidayatullah itu sebuah ormas Islam. Mereka mengira hanya sekedar pesantren yang bernama Hidayatullah, atau lembaga pendidikan yang menggunakan nama Hidayatullah, layaknya Universitas Syarif Hidayatullah di Jakarta.

Sebagaimana tidak wajar mengaku warga NU kemudian menjadi anggota Muhammadiyah, maka tidak wajar pula bila berlatar belakang NU kemudian yang menjadi anggota, atau mengaktifkan ormas lain seperti Hidayatullah. Sebab Hidayatullah adalah ormas tersendiri yang memiliki pemikiran tersendiri. Sehingga bila misalnya ada orang NU terjun ke Hidayatullah, sedikit banyak akan mempengaruhi pemikiran mereka. Hasilnya tokoh-tokoh / ulama/ Kiai NU sendiri yang akhirnya diserang.

****

BERIKUT DATA MENGENAI ORMAS HIDAYATULLAH

A. ASAL MUASAL HIDAYATULLAH

Hidayatullah awalnya sebuah pondok pesantren yang berdiri di atas lahan wakaf seluas 120 hektar di Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur. Pondok pesantren ini didirikan oleh Ust Abdullah Said (ALM) pada 7 Januari 1973.

Dalam perkembangannya, Ust Abdullah Said mengirimkan santri-santrinya untuk berdakwah ke berbagai daerah di seluruh Indonesia, khususnya daerah-daerah minoritas Muslim.

Di tempat tugas yang baru, para santri Hidayatullah tak sekadar berdakwah, tetapi juga membangun cabang pondok pesantren Hidayatullah.

Pada akhirnya, tersebarlah ke lebih dari 100 kabupaten di seluruh Indonesia dalam bentuk pondok pesantren tersebut. Fokus kegiatannya adalah sosial, pendidikan, dan dakwah.

Pada Musyawarah Nasional (Munas) Pertama Hidayatullah, 9–13 Juli 2000, di Balikpapan, Hidayatullah mengembangkan menejemennya menjadi organisasi kemasyarakatan (ormas) dan menyatakan diri sebagai gerakan dakwah dan perjuangan Islam.

Dalam perkembangan selanjutnya, ormas Islam Hidayatullah berubah menjadi Perkumpulan Hidayatullah. Keanggotaan, misi, visi, dan konsep dasar gerakan bersifat terbuka.

Sejalan dengan itu, kader-kader Hidayatullah yang sudah tersebar di seluruh penjuru tanah air mulai membentuk Pimpinan Cabang (PC), Pimpinan Daerah (PD) dan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW). Hingga tahun 2013 ini, Hidayatullah sudah memiliki 33 DPW, 287 PD dan 70 PC. Jumlah DPC, PR dan PAR tidak dicantumkan karena pertumbuhannya yang terus berubah.

Sejak 1978 Hidayatullah melakukan pengiriman da’i ke seluruh Indonesia dan mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah (STIEHID) di Depok, Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al-Hakim (STAIL) di Surabaya dan Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Hidayatullah (STISID) di Balikpapan sebagai lembaga pendidikan untuk pengkaderan da’i dengan memberlakukan beasiswa penuh (biaya pendidikan dan biaya hidup) bagi mahasiswa dengan pola ikatan dinas. Da’i ini kemudian mendapatkan tunjangan maksimal hingga 3 tahun atau sampai mereka mampu menjadi pelaku ekonomi di tempatnya berada.

Mulai tahun 1998 lembaga pendidikan kader da’i ini telah menghasilkan lulusan dan telah mengirimkan da’i ke berbagai daerah terutama Indonesia Bagian Timur dan Tengah. Setidaknya setiap tahun, Hidayatullah mengirimkan 150 da’i ke berbagai daerah di Indonesia dengan 50 di antaranya adalah lulusan strata satu dari lembaga pendidikan kader da’i.

Lembaga pendidikan Hidayatullah meliputi Taman Kanak-Kanak dan kelompok bermain pra sekolah, Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah di hampir semua Daerah, Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah setidaknya ada di setiap Wilayah dan 3 perguruan tinggi di Surabaya, Balikpapan dan Depok.

Pusat Pendidikan Anak Shaleh (PPAS) adalah institusi berupa pesantren bagi anak yatim piatu. Ada lebih dari 200 Pusat Pendidikan Anak Shaleh (PPAS) dengan jumlah anak yatim piatu dan tidak mampu dimana setiap PPAS menampung sekitar 150 orang anak.

Pada tahun 2013, Hidayatullah mendapat tambahan sebuah perguruan tinggi STT STIKMA Internasional Malang, yang dinaungi dibawah PW Hidayatullah Jawa Timur. Berbeda dengan Perguruan Tinggi Hidayatullah lainnya yang umumnya mempelajari ilmu agama, STT STIKMA Internasional Malang adalah perguruan tinggi yang mempelajari bidang Teknologi Informasi, Multimedia, Arsitektur, dan Komputerisasi Akuntansi. STT STIKMA Internasional Malang bergabung setelah yayasan yang lama, meng-hibah-kan lembaga STT STIKMA Internasional kepada ormas Hidayatullah.

Sebagai organisasi massa Islam yang berbasis kader, Hidayatullah menyatakan diri sebagai Gerakan Perjuangan Islam (Al-Harakah al-Jihadiyah al-Islamiyah) dengan dakwah dan tarbiyah sebagai program utamanya. Keanggotaan Hidayatullah bersifat terbuka, dimana usahanya berfungsi sebagai basis pendidikan dan pengkaderan.

Metode (manhaj nubuwwah’) Hidayatullah yaitu berpegang pada al Qur’an dan as-Sunnah sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Hidayatullah berfokus pada pelurusan masalah aqidah, imamah dan jamaah (tajdid); pencerahan kesadaran (tilawatu ayatillah); pembersihan jiwa (tazkiyatun-nufus); pengajaran dan pendidikan (ta’limatul-kitab wal-hikmah) dengan tujuan akhir melahirkan kepemimpinan dan ummat.

Pesantren Hidayatullah
Pesantren-Pesantren Hidayatullah berfungsi sebagai tempat untuk mendalami ilmu. Pesantren ini dihuni santri yang tinggal di asrama, guru, pengasuh, pengelola dan jamaah Hidayatullah.

Pola pengajaran di Pesantren Hidayatullah adalah sistem pesantren modern, yaitu penggabungan mata ajaran umum Kemendikbud dan mata ajaran khusus atau keislaman (diniyah). Mata ajaran umum sama seperti mata ajaran pada sekolah – sekolah umum lainnya, contohnya matematika, fisika, kimia dan lain lain. Mata ajaran khusus yaitu mata ajaran yang berkaitan dengan keislaman, contohnya aqidah, fiqih, bahasa Arab, dan hafalan/tahfidz Al Qur’an, serta masih banyak lagi mata ajaran yang lain, sesuai dengan jenjang pendidikan dan letak kampus.

B. ORGANISASI ORMAS HIDAYATULLAH

MANHAJ, VISI DAN MISI 
Hidayatullah adalah organisasi massa berbasis kader yang dibangun atas manhaj Sistematika Nuzulnya Wahyu, yaitu pemurnian akidah tauhid (al ‘Alaq ayat 1-5), khiththah hidup bersama al-Qur`an (al-Qalam ayat 1-7), tarbiyah ruhiyyah (al-Muzzammil ayat 1-7), gerakan dakwah (al-Muddatstsir ayat 1-7, dan membangun lingkungan Islami (al-Fatihah ayat 1-7).

Visi Hidayatullah adalah membangun peradaban Islam. Sedangkan misi Hidayatullah adalah mencapai ridha Allah SWT yang diupayakan melalui:
  • - Melahirkan kader-kader berkualitas
  • - Membangun komunitas Islami
  • - Menjalankan kegiatan dakwah, pendidikan, sosial ekonomi, kepemudaan, kewanitaan dan lain-lain secara profesional
  • - Membangun sinergi dengan segenap komponen umat
  • - Berperan secara aktif dalam melaksanakan proses pembaharuan (tajdid) di bidang pemikiran Islam
  • - Mengajak pemerintah dan umat untuk mewujudkan masyarakat yang berperadaban

PIAGAM GUNUNG TEMBAK 
Bismillaahirrahmanirrahiim

1. Bahwa membangun Peradaban Islam adalah jihad bagi setiap orang yang beriman.

2. Bahwa pusat Peradaban Islam adalah masjid. Oleh karena itu, setiap kader Hidayatullah wajib memakmurkan masjid sebagai pusat kegiatan ibadah, pusat pengembangan ilmu, pusat kebudayaan Islam, pusat pengembangan karakter dan kepemimpinan umat.

3. Bahwa setiap kader Hidayatullah wajib melaksanakan shalat berjamaah di masjid, melazimkan shalat nawafil, terutama qiyamul lail, membaca al-Qur’an dan melaksanakan amalan ibadah sesuai dengan ketentuan syari’ah.

4. Bahwa setiap kader Hidayatullah adalah generasi Rabbani yang wajib menghidupkan majelis ilmu, membangun tradisi keilmuan dan berdakwah menyebarkan Islam. Oleh karena itu kader Hidayatullah wajib berhalaqah sebagai sarana untuk melakukan transformasi ilmu, transformasi karakter dan transformasi sosial.

5. Bahwa kader Hidayatullah harus menjadi generasi yang berkarakter, peduli, suka menolong, gemar berkorban, tawadhu’, militan, qana’ah, wara’ dan mengutamakan kehidupan akhirat.

6. Bahwa setiap pemimpin dan kader Hidayatullah wajib menjadi teladan di tengah umat. Untuk itu setiap kader harus membangun soliditas jamaah dan ukhuwah Islamiyah.

Gunung Tembak, Balikpapan, 24 Juni 2013

Atas Nama Seluruh Jamaah dan Kader Hidayatullah

1. Abdurrahman Muhammad (Pimpinan Umum)
2. Hamim Thohari (Ketua Dewan Syura)
3. Abdullah Ihsan (Ketua Majelis Pertimbangan Pusat)
4. Abdul Mannan (Ketua Umum)

GERAKAN UTAMA HIDAYATULLAH 
Gerakan utama (mainstream) Hidayatullah adalah dakwah dan pendidikan (tarbiyah). Di bidang dakwah, Hidayatullah secara kontinyu telah menyebarkan dai-dainya hingga ke daerah minoritas dan pedalaman. Selain itu Hidayatullah telah menyelenggarakan sejumlah program seperti bina akidah, Grand MBA, dan Pos MTQ.

Program bina akidah adalah program pembinaan singkat untuk masyarakat umum, terutama mereka yang tertarik berjuang menegakkan Islam bersama-sama Hidayatullah. Mereka yang selesai mengikuti program ini dipersilahkan untuk mengikuti serangkaian program pembinaan lanjutan dengan sistem halaqoh, taklim diniyah, dan marhalah.

Program Grand MBA (Gerakan Dakwah Mengajar dan Belajar Al-Qur’an) memfokuskan kegiatannya pada penerjemahan Al-Qur’an secara cepat kemudian menelaahnya melalui metoda MBA.

Bagi peserta yang selesai mengikuti program ini wajib mengajarkannya kepada orang lain minimal 10 orang dalam kurun waktu tertentu, sehingga semakin banyaklah masyarakat yang mampu membaca dan memahami Al-Qur’an. Implementasinya, di setiap lokasi dakwah didirikan Majelis Ta’lim Al-Qur’an (MTQ) di bawah bimbingan seorang mu’allim.

Sedangkan di bidang pendidikan, Hidayatullah telah memiliki tiga sekolah tinggi, yaitu Sekolah Tinggi Agama Islam Luk-man al-Hakim (STAIL) di Surabaya, Jawa Timur, Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Hidayatullah (STIS Hidayatullah) di Balikpapan, Kalimantan Timur, dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah (STIE Hidayatullah) di Depok, Jawa Barat.

Ketiga sekolah tinggi ini didirikan untuk mencetak cendikiawan Muslim yang berkualitas sekaligus sebagai dai. Di dalamnya terdapat jalur khusus kader dai dengan sistem beasiswa ikatan tugas dakwah. Setelah lulus mereka ditugaskan ke seluruh pelosok Indonesia untuk berdakwah dan memperluas jaringan dakwah Hidayatullah.

Selain sekolah tinggi, Hidayatullah juga me¬miliki Taman Pendidikan Al-Qur’an, Taman Kanak-kanak dan Play Group atau Raudhatul Athfal, Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah, Sekolah Menengah Pertama atau Madrasah Tsanawiyah dan Sekolah Menengah Atas atau Madrasah Aliyah. Setidaknya di setiap wilayah ada satu je¬nis lembaga pendidikan tersebut.

Pendidikan di Hidayatullah menganut konsep ”integral berbasis tauhid.” Konsep ini diimplementasikan sejak Taman Kanak-Kanak hingga Perguruan Tinggi.

Selain itu, Hidayatullah memiliki 322 pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia. Di samping dihuni santri, pesantren-pesantren tersebut juga ditempati para guru, pengasuh, pengelola, dan jamaah Hidayatullah yang berkeinginan menetap di sekitar Pesantren.

Karena itu, pesantren-pesantren Hidayatullah, selain berfungsi sebagai tempat mendalami ilmu agama (wajib ‘ain/di¬ni-yah) dan ilmu umum (wajib kifayah), juga berfungsi sebagai miniatur peradaban Islam.

STRUKTUR ORGANISASI HIDAYATULLAH
Struktur kepengurusan Hidayatullah tingkat pusat adalah terdiri dari Majelis Penasehat Pusat (MPP), Dewan Pertimbangan Pimpinan Umum (DPPU) Dewan Mudzakarah (DM) dan Dewan Pengurus Pusat (DPP). Keempat unsur ini merupakan lembaga tinggi organisasi yang tunduk di bawah kebijakan Pimpinan Umum.

Berdasarkan keputusan Musyawarah Nasional IV Hidayatullah yang berlangsung pada tanggal 7-10 November 2015 di Balikpapan, Kalimantan Timur, maka ditetapkan Ketua Umum DPP Hidayatullah periode 2015-2020 adalah Nashirul Haq, Lc, MA dan Sekretaris Jenderal adalah Ir Candra Kurnianto.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) ditetapkan melalui Musyawarah Nasional (Munas) lima tahun sekali. Struktur di bawah DPP terdiri dari Dewan Pengurus Wilayah atau DPW (tingkat provinsi), Dewan Pengurus Daerah atau DPD (tingkat kabupaten/kota), Dewan Pengurus Cabang atau DPC (tingkat kecamatan) dan Dewan Pengurus Ranting atau DPRa  (tingkat Desa/Kelurahan)

KEANGGOTAAN HIDAYATULLAH
-tidak ada data

C. KULTUR ISLAMI
- Halaqah Taklim
- Wirid Tawajjuhat
- Shalat Berjama'ah

D. AMAL USAHA

Amal Usaha dan Lembaga Pendukung. Selain program-program gerakan utama, Hidayatullah juga memiliki sejumlah amal usaha dan lembaga yang mendukung misi organisasi, di antaranya:

1. Baitul Maal Hidayatullah
Lembaga ini bertujuan mengelola dana zakat, infak, sedekah, wakaf, dan hibah umat. Lembaga ini telah mendapat pengukuhan sebagai lembaga amil zakat nasional (LAZNAS) melalui SK Menteri Agama RI No 538 tahun 2001. Kini, Baitul Maal Hidayatullah telah memiliki 43 kantor perwakilan dan 190 jaringan pos peduli.

2. Kelompok Media Hidayatullah
Lembaga ini merupakan sarana dakwah Hidayatullah lewat tulisan. Ada beberapa produk media massa yang diterbitkan oleh Kelompok Media Hidayatullah, yaitu majalah bulanan Suara Hidayatullah yang kini beroplah 55 ribu eksemplar, situs berita Hidayatullah.com, majalah Edisi Khusus Hidayatullah yang terbit empat bulan sekali, dan buletin al-Qolam. Lembaga ini memiliki pula devisi percetakan (Lentera Jaya Madina), penerbitan (Lentera Optima Pustaka), dan konsultan media (Lentera Prima Media).

3. Tim SAR Hidayatullah
Untuk mengantisipasi maraknya musibah dan bencana alam di Indonesia, pada tahun 2004 Hidayatullah membentuk Tim SAR (Search and Rescue). Tim ini pertama kali diterjunkan pada bencana Tsunami di Aceh. Tim ini dilatih oleh istruktur SAR Hidayatullah dari unsur kepolisian, Angkatan Darat, Angkatan Laut, maupun Angkatan Udara. Selanjutnya telah dibentuk tim SAR Rayon di beberapa daerah untuk mengantisipasi bencana setempat.

4. Pusat Pendidikan Anak Saleh (PPAS)
Lembaga ini bertujuan membantu anak-anak yatim piatu dan kurang mampu di setiap perwakilan daerah. Anak-anak tersebut ditempatkan dalam asrama, diberi pendidikan diniyah, dan dikembangkan bakat serta minat mereka. Ada lebih dari 200 PPAS Hidayatullah dengan rata-rata jumlah anak yatim piatu dan tidak mampu 100 per PPAS.

5. Islamic Medical Service (IMS)
Lembaga ini memiliki tiga program utama, yaitu layanan kesehatan individu, layanan tanggap darurat (emergency), dan layanan kesehatan masyarakat.

Layanan kesehatan individu dilakukan dengan mendirikan klinik kesehatan, rumah bersalin, dan rumah sakit. Sedangkan layanan tanggap darurat diupayakan menjangkau daerah bencana, daerah terpencil, daerah minus (pedesaan), dan daerah perkotaan yang kumuh dan miskin.

Adapun layanan kesehatan masyarakat dilakukan dengan mendirikan sekolah dan perguruan tinggi kesehatan, mencetak kader kesehatan, menyelenggarakan seminar, simposium, pelatihan kesehatan, penyuluhan, pembinaan masyarakat (community development) dan penelitian bidang kesehatan.

6. Induk Koperasi Hidayatullah (Inkophida)
Induk Koperasi Hidayatullah (Inkophida) adalah koperasi sekunder yang menjadi wadah seluruh jaringan Koperasi Hidayatullah yang tersebar diseluruh Indonesia. Inkophida didirikan di Jakarta pada tahun 1999, dan telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Koperasi dan Pemberdayaan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia nomor : 013/BH/M.1/1999, tanggal 9 April 1999.

Saat ini Inkophida memiliki 9 (sembilan) Puskophida (Pusat Koperasi Hidayatullah) ditingkat provinsi dan 142 Kophida (Koperasi Primer Hidayatullah) di tingkat Kabupaten/Kota. Visi Inkophida adalah membangun jaringan ekonomi ummat yang berkeadilan dan saling menguntungkan.
Hidayatullah dan pemberdayaan masyarakat pedalaman.

Sebagai organisasi yang lahir di Kalimantan Timur, maka Hidayatullah memiliki perhatian besar terhadap pengembangan wilayah Kalimantan. Selain di Kalimantan, Hidayatullah juga memberikan perhatian kepada Irian (Papua). Di hampir semua kota di Papua, terdapat da’i Hidayatullah, yang salah satu kegiatannya adalah mendirikan pesantren, dengan menerima murid dari lingkungan setempat. Hal serupa dilakukan di Timor Timur sebelum kawasan itu lepas dari Indonesia.*

E. PENGURUS PUSAT HIDAYATULLAH SAAT INI

1. MAJELIS PENASEHAT PUSAT
KETUA
Ustadz Abdullah Ihsan
ANGGOTA
Ustadz Abdul Qadir Jaelani
Ustadz Abdul Latif Usman
Ustadz Muhammad Hasyim HS
Ustadz Amin Mahmud

2. DEWAN PERTIMBANGAN PIMPINAN UMUM (DPPU)

KETUA
Ir Abu ‘Ala Abdullah, M.HI
ANGGOTA
Abdul Kholik, Lc
Ir Anshar Amiruddin
Ir Ahkam Sumadiana
Aqib Junaid
Ir Hanifullah Hannan
Drs Hasan Rofidi
Naspi Arsyad, Lc
Drs Nursyamsa Hadits
Sholeh Hasyim
Suharsono

3. DEWAN MUDZAKARAH (DM)

KETUA
Ir Abu ‘Ala Abdullah, M.HI
ANGGOTA
Abdul Kholik, Lc
Ir Anshar Amiruddin
Ir Ahkam Sumadiana
Aqib Junaid
Ir Hanifullah Hannan
Drs Hasan Rofidi
Naspi Arsyad, Lc
Drs Nursyamsa Hadits
Sholeh Hasyim
Suharsono

4. DEWAN PENGURUS PUSAT (DPP)

Pimpinan Umum : KH Abdurrahman Muhammad

Dewan Pengurus Pusat
Ketua Umum :KH Nashirul Haq, Lc, MA
Sekretaris Jenderal : Candra Kurnianto
Wakil Sekjen I : Drs. Sofyan Sumlang
Wakil Sekjen II : Drs. Aghis Mahruri
Bendahara Umum : Drs. Wahyu Rahman
Bendahara : Muhammad Ishlah, SE

Ketua Bidang Organisasi : Ir. Khairil Baits
Ketua Bidang Tarbiyah : Drs. Tasyrif Amin, M.Pd.I
Ketua Bidang Pelayanan Ummat : Drg. Fathul Adhim, M.KM
Ketua Bidang Perekonomian : Asih Subagyo, S.Com

Bidang Organisasi
Departemen Organisasi : Drs. Samsuddin
Departemen SDI : Ir. Abdul Muhaimin, MM
Departemen Hubungan Antar Lembaga : Jamaluddin Nur
Departemen Luar Negeri : Dzikrullah W. Pramudya

Bidang Tarbiyah
Departemen Perkaderan : Drs. M. Sholeh Usman
Departemen Pembinaan Anggota : M. Nur Fuad, M.Ag
Departemen Dikdasmen : Drs. Amun Rowie, M.Pd.I
Departemen Ristek Dikti : Drs. Nanang Nur Patria, M.Pd.I
Departemen Adab & Pembinaan Keluarga : Drs. H. Zainuddin Musaddad, MA

Bidang Pelayanan Ummat
Dept. Dakwah &Penyiaran : Drs. Shohibul Anwar, M.Pd.I
Departemen Sosial : Drs. Muhammad Arasy
Departemen Kesehatan : Drg. Fathul Adhim, M.KM

Bidang Perekonomian
Dept. Kewirausahaan dan Koperasi : Ruhyadi Sujana, S.Sos
Dept. Ekonomi Kelembagaan  : Miftachurrahman
Dept. Keuangan dan ZIS : Marwan Mujahidin, SE
Dept. Wakaf dan Kehartabendaan : Syaefullah Hamid, SH

Biro-Biro :
Biro Hukum Dr. Dudung A. Abdullah, SH, MH.
Biro Hubungan Masyarakat Ir. Mahladi Murni
Biro Umum Ir. Muhammad Musyafir

Kepala Kantor dan Kerumahtanggaan
Pimpinan Umum dan Majelis Penasehat Drs. Sofjan Sumlang
DPP dan Dewan Mudzakarah Drs. Aghis Mahruri

manhaj hidayatullah, ormas hidayatullah, hidayatullah surabaya, aliran ponpes hidayatullah

F. PERKUMPULAN MUSLIMAH HIDAYATULLAH 

Perkumpulan Mereka disebut "Muslimat Hidayatullah (Mushida)"
Mushida merupakan organisasi otonom Hidayatullah, yang telah memiliki 15 Pengurus Wilayah (PW) di seluruh Indonesia. Mushida bergerak dalam bidang da’wah, pendidikan, dan sosial, dengan fokus garapan adalah pemberdayaan wanita, keluarga dan anak.

Visi Muslhida adalah “Membangun keluarga Qur’ani sebagai tonggak utama terwujudnya masyarakat bertauhid”. Untuk menggapai visi tersebut maka setiap program Mushida mengarah kepada pembentuk pribadi muslimah dalam menunjang perannya sebagai pribadi, istri, ibu dan sebagai anggota masyarakat.

Program pembinaan anggota berupa kegiatan majelis ta’lim yang dilaksanakan secara rutin. Pembinaan yang lebih intensif dilaksanakan melalui Halaqah Tarbiyah, kelompok belajar yang beranggotakan maksimal 10 orang dan dengan kurikulum yang telah ditentukan.

Korps Da’iyah Mushida (KDM) adalah divisi dari Mushida yang bertugas mempersipakan da’iyah yang akan diterjunkan langsung ke tengah-tengah masyarakat, dan senantiasa meningkatkan kuantitas dan kualitas da’iyah melalui berbagai kegiatan pengkaderan dan pelatihan rutin.

Di bidang pendidikan, Mushida mengemban amanah untuk mengembangkan lembaga pendidikan Hidayatullah pada tingkatan Taman Kanak-Kanak, Taman bermain, Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA). Untuk meningkatkan kualitas guru dilakukan pelatihan rutin, pembinaan manajemen, penerbitan bulletin hingga penyediaan tenaga guru.

****
Diolah dari berbagai sumber:
http://www.hidayatullah.or.id
https://id.wikipedia.org/wiki/Hidayatullah_(organisasi)
http://www.klikbalikpapan.co/berita-5062-abdullah-said-sang-perintis-pesantren-hidayatullah.html
http://ppashidbatam.blogspot.com/2009/01/masa-kelahiran-buat-halaman-ini-dlm.html

« PREV
NEXT »

No comments