BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Saturday, July 14, 2018

PKS Panik dengan Perpecahan Internal dan Tagar #TenggelamkanPKS

Muslimedianews.com ~ Berawal dari cuitan Nadirsyah Hosen pada 10 Juli 2018 pukul 07;48 yang meminta klarifikasi kepada Tifatul Sembiring tentang cuitan sebuah akun yang dinilai oleh Gus Nadir, panggilan akrab Nadirsya Hosen berusaha membenturkan antara NU dengan PKS.

Cuitan permintaan klarifikasi Professor dari Monash Law School itu ditanggapi oleh akun DPP PKS @PKSejahtera pada 11 Juli 2018 pukul 11:28 dengan menyatakan “Terimakasih atas informasinya. Akun tersebut bukan akun yang dikelola oleh PKS, dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan PKS. Hubungan PKS dan NU selalu seiring sejalan. Upaya untuk membenturkan keduanya adalah sebuah bentuk adu domba yang tidak dapat dibenarkan”.

Cuitan balasan dari akun DPP PKS ini mendapat tanggapan dari Afif Fuad Saidi lewat akun @AfifFuadS dengan kultwitnya berusaha membantah klaim pihak PKS yang menyatakan “seiring sejalan” dengan NU.

“Klaim hubungan PKS dan NU selalu seiring dan sejalan ini gmn maksudx? Sejalan apanya?” Kata Afif dalam cuitannya Pada 13 Juli 2018 Pukul 11:02.

Afif melanjutkan cuitannya dalam bentuk kultwit sebagai berikut; Dalam pandangan soal Nasionalisme, NU adalah ormas dalam sejarah Indoensia yang menerima asas tunggal Pancasila, Sedangkan PKS bersikukuh menolak asas tunggal pancasila di RUU Ormas.

Dalam menyikapi HTI, survey SMRC: 34,3% Simpatisan PKS Setuju dengan Perjuangan HTI dan PKS dukung HTI untuk Banding. Sedangkan NU mengapresiasi dan mendukung apa yang dilakukan oleh pemerintah terkait dengan pembubaran HTI.

NU menawarkan solusi Agama sebagai jalan damai atas konflik Israel-Palesrina, tapi Hidayat Nur Wahid, Tifatul Sembiring dan kader-kader PKS sampai mengeluarkan perkataan yang tak pantas kepada seorang Kiyai NU.

Tentang semangat Islam Nusantara, Professer Nadirsyah Hosen mengatakan bahwa orang-orang yang nyinyir terhadap Islam Nusantara rata-raya pendukung #2019GantiPresiden. Sedangkan menurut akun @Fahrihamzah dalam cuitannya pada 11 Juli 2018 pukul 0:14 mengatakan bahwa PKS lah yang mendorong kadernya untuk membuat tagar #2019GantiPresiden.

Apakah pernyataan PKS yang “seiring sejalan” dengan NU adalah suatu bentuk respon panik dari PKS yang kata Fahri Hamzah sedang mengalami perpecahan yang semakin dalam dan bisa menghabisi PKS dalam pemilu 2019? Sebagaimana tagar yang viral di medsos #TenggelamkanPKS. (-e_R-).

Respon Panik PKS; Perpecahan Internal dan Tagar #TenggelamkanPKS

« PREV
NEXT »

No comments