BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Sunday, August 12, 2018

Fenomena Santri Dadakan, Partai Islam PPP Nilai Sandi bukan Figur Santri

Muslimedianews.com ~ Waketum PPP Arwani Thomafi melihat adanya fenomena 'santri dadakan' menjelang Pemilu 2019. Ada sosok yang dipoles agar tampak seperti santri.
"Jadi kalau soal itu ya kita harus melihat, saya yakin nanti akan ada penggiringanlah ya. Misalnya Sosok Sandi yang sama sekali bukan santri, tapi dipaksa menjadi santri," kata Arwani dalam diskusi bersama Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi) di Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (12/8/2018).

Sandi yang dimaksud adalah Sandiaga Uno yang telah digandeng oleh Prabowo Subianto untuk menjadi cawapres. Prabowo memilih Sandi meski bukan hasil usulan Ijtimak Ulama.

Arwani mula-mula membuat dikotomi kaum milenial yang hidup di perkotaan dengan di pedesaan. Menurut dia, kaum muda pedesaan didominasi oleh santri.

"Sekarang ini banyak caleg-caleg atau bacaleg-bacaleg ini yang sudah mengubah wujudnya menjadi santri, tiba-tiba menjadi santri. Saya khawatir ini nular ke capresnya, ada yang kepengin jadi santri dadakan poles-poles jadi santri pos-milenial," papar Arwani.

Menurut Arwani, peluang pasangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin tetap lebih besar. Dia yakin isu agama tak akan berpengaruh di Pilpres 2019.

"Kita yakin di tahun 2019 nanti tidak banyak isu-isu agama. Mau pakai menggunakan isu-isu agama lagi wong wapresnya Pak Jokowi sudah orang yang paling santri, orang yang paling kiai," ujar Arwani.

Sebelumnya Presiden PKS Sohibul Iman menyebut Sandiaga sebagai santri pos-islamisme. Dalam pandangan Sohibul, Sandi adalah santri yang hidup di alam modernitas.

"Saya kira beliau seseorang yang memang hidup di alam modern, tetapi beliau mengalami proses spiritiualisasi dan Islamisasi, sehingga saya bisa mengatakan saudara Sandi adalah merupakan sosok santri di era pos-Islamisme. Dia benar-benar menjadi contoh pemimpin muslim yang kompatibel dengan perkembangan zaman," kata Sohibul di deklarasi Prabowo-Sandi, di kediaman Prabowo, Jl Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (10/8).

via detik
« PREV
NEXT »

No comments