BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Friday, October 05, 2018

Jadikan Musibah sebagai Sarana Menata Hati, Sikap dan Laku Kita



Eropa luluh-lantak pada Perang Dunia II. Infrastruktur rata dengan tanah, ekonomi mati --untuk tulisan ini, tidak terlalu relevan menyebut lebih dari 60 juta manusia tewas sebagai korbannya. Amerika lantas menciptakan proyek "Marshall Plan" untuk membangun kembali, menyuntikkan sekurang-kurangnya 12 milyar dollar mulai 1947 sampai dengan 1951. Beberapa laporan bahkan menyebut angka antara 17 - 22 milyar dollar. Jika ditimbang dengan nilai dollar atau ekuivalen ekonomi 2016, 12 milyar (pada rentang 1947-1951) itu setara 100 milyar (ukuran 2016). Pada waktu itu, Amerika memiliki kapasitas ekonomi dengan simpanan devisa 7 milyar dollar (pada 1945).
Entah seberapa besar kerusakan akibat kemelut Timur Tengah, dari Afghanistan sampai ke Tunisia. Sebuah kalkulasi menyatakan bahwa untuk membangun kembali Syria saja dibutuhkan tidak kurang dari 1 trilyun dollar. Entah apakah masih ada kekuatan ekonomi di dunia ini yang memiliki kemampuan --dan kemauan-- untuk menyantuni beban raksasa pemulihan itu. Itu pun kalau dunia bisa menyaksikan kemelutnya berakhir, entah kapan.
Sebagaimana Aceh dan Yogya dulu, bencana Lombok, Palu dan Donggala pasti akan membuahkan beban biaya pemulihan yang besar atas ekonomi negara. Segenap Bangsa ini harus siap memikulnya bersama. Siapa pun yang terpilih dalam Pilpres tahun depan, asalkan tidak grasah-grusuh dalam mengambil keputusan sebagai Kepala Negara, tidak saja harus melakukan pengelolaan ekonomi negara secara sungguh-sungguh pintar dan bijaksana, tapi juga harus mampu merengkuh hati dan jiwa segenap warga bangsa untuk bersama-sama mengatasi kesulitan apa pun yang menghadang demi keselamatan bersama, Bangsa dan Negara tercinta.
Karena kita hanya bisa selamat bersama sebagai satu Bangsa, atau celaka tanpa sisa. Kesentosaan setiap perut tergantung pada keselamatan lebih dari 260 juta perut lainnya.
Mari kita bersiap-siap dengan menata hati, sikap dan laku. Dan tak bosan-bosan dengan doa permohonan semoga Tuhan senantiasa mengayomi Bangsa dan Negara ini dengan pertolongan.
sumber: fb Gus Yahya Cholil Tsaquf

« PREV
NEXT »

No comments