BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Monday, January 07, 2019

Operasi Caesar dan BPJS, Modus Oknum Bidan Dokter Rumah Sakit Berdalih Detak Jantung Bayi

Muslimedianews.com ~ Operasi caesar adalah prosedur medis yang bertujuan untuk mengeluarkan bayi melalui celah sayatan pada perut serta rahim ibu, biasanya dibuat melintang persis di bawah garis pinggang.
Pada banyak kasus, operasi caesar dilakukan dengan jenis anestesi epidural dimana ibu dapat tetap sadar selama menjalani proses operasi. Mayoritas ibu yang menjalani proses persalinan dengan operasi caesar dapat pulang dari rumah sakit 3 sampai 5 hari setelah prosedur operasi. Namun untuk benar-benar pulih total, diperlukan perawatan rutin di rumah serta kontrol berkala ke dokter spesialis kandungan selama kurun waktu kurang lebih satu bulan.
Tempat Keluar Bayi Diciptakan oleh Allah SWT
Leher rahim (serviks) seorang ibu adalah jalan keluar yg diciptakan oleh Allah untuk keluarnya Bayi. Kenapa akhir akhir ini banyak operasi sesar (mengeluarkan bayi di luar jalur yang diciptakan Allah) ?! Ini sebuah pertanyaan besar karena seorang ibu pasti akan merasakan hal berbeda saat melahirkan secara normal atau melahirakan melalui prosedur operasi. 
Seorang ibu pastinya sangat mendambakan untuk merasakan melahirkan secara normal, karena disitu ada nilai perjuangan seorang ibu dalam melahirkan seorang anak. 
Indikasi Operasi Caesar
Dalam situs Aladokter.com dijelaskan bahwa operasi caesar dapat dilakukan apabila sang Ibu menginginkan persalinan dengan cara operasi (elektif) ataupun sebagai tindakan darurat saat dokter merasa kehamilan sang Ibu terlalu berisiko untuk dilahirkan secara normal. Dokter kemungkinan akan mempertimbangkan operasi caesar pada beberapa kondisi seperti:
  • Janin tidak mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi yang cukup, sehingga harus dilahirkan secepatnya.
  • Ibu mengidap infeksi, seperti infeksi herpes genital atau HIV.
  • Proses persalinan tidak berjalan dengan baik atau ibu mengalami perdarahan vagina yang berlebihan.
  • Ibu mengalami kehamilan dengan tekanan darah tinggi (preeklamsia).
  • Ibu memiliki posisi plasenta yang terlalu turun (plasenta previa).
  • Posisi janin dalam rahim tidak normal dan dokter tidak bisa membetulkan posisinya.
  • Terhalangnya kanal melahirkan.
  • Tali pusar keluar melalui cervix lebih dulu daripada janin atau tali pusar tertekan oleh rahim ketika kontraksi.
  • Menjalani operasi caesar pada persalinan sebelumnya.
  • Ibu mengandung lebih dari satu janin dalam waktu yang bersamaan (bayi kembar).
Jika akan menjalani persalinan dengan operasi caesar yang sudah terjadwal, dokter akan berkonsultasi dengan dokter spesialis anestesi untuk menghindari terjadinya efek negatif akibat obat anestesi pada pasien.

Sebelum Operasi Caesar
Dalam situs Aladokter.com dijelaskan pula beberapa tes yang mungkin dilakukan dokter sebelum operasi caesar adalah:
  • Pemeriksaan darah. Pasien akan disarankan untuk menjalani uji darah, agar dokter dapat mengetahui kadar hemoglobin serta golongan darah Anda. Tes golongan darah perlu dilakukan guna persiapan transfusi apabila dibutuhkan.
  • Amniosentesis. Tes ini mungkin disarankan apabila Anda akan menjalani operasi caesar pada usia kehamilan yang belum mencapai 39 minggu. Dokter akan memeriksa kematangan paru-paru janin dengan meneliti sampel air ketuban di laboratorium.
BPJS, Klaim Biaya Persalinan dan Operasi Caesar
Adanya BPJS (Badan Penyelengara Jaminan Sosial) Kesehatan bagi masyarakat memang sesuatu yang menggembirakan. Apalagi bagi seorang ibu yang akan melahirakan, setidaknya biaya persalinan sudah ada yang menanggung, baik melahirkan secara normal maupun melahirkan melalui proses operasi. 
Biaya persalinan normal dan operasi (dalam hal ini operasi caesar) berbeda jauh. Dari situs Cermati.com , biaya untuk persalinan normal berkisar antara 2,5 juta rupiah hingga belasan juta rupiah, sementara biaya yang dibutuhkan untuk persalinan ini antara belasan juta rupiah hingga puluhan juta rupiah, tergantung pada rumah sakit atau klinik yang dipilih.
Saat seorang ibu menggunakan BPJS dalam proses persalinan, maka tidak ada biaya yang dikeluarkan karena semua ditanggung oleh BPJS. Sementara pihak Rumah Sakit / Dokter akan melakukan klaim biaya tersebut ke BPJS.
Klaim biaya persalinan ini ternyata menjadi celah bagi oknum-oknum dokter atau rumah sakit untuk melakukan serangkaian prosedur yang sangat merugikan seorang ibu, demi mendapatkan pundi-pundi uang. 
Dalam situs Kaskus yang dikutip dari Tribunnews serta banyak dibeberapa situs lain yang mengungkap adanya modus-modus tersebut. 
modus operandi DOKTER menimbun pundi2 uang

Menteri Kesehatan Nafsiah pada rapat kerja Kesehatan nasional (Rakernas) 2013 mengimbau para dokter tidak mudah memberi rekomendasi operasi caesar untuk pasiennya.

Kondisi di lapangan, berkata lain. Diduga ada oknum dokter yang merekomendasikan operasi caesar untuk kepentingan tertentu.

Berdasar data yang dihimpun BPost, tingkat kelahiran melalui operasi caesar di Kalsel mencapai 30-40 persen, padahal angka standar yang dipatok Kemenkes di bawah 15-20 persen dari angka kelahiran.

Di provinsi, biaya melahirkan melalui operasi caesar pada kisaran Rp 13 juta sampai Rp 18 juta. Dari biaya itu, peruntukan terbesar untuk biaya jasa tindakan medis dokter. Kabarnya mencapai 80 persen dari total biaya.

Bandingkan dengan persalinan normal. Di rumah sakit, biaya persalinan di kisaran Rp 2 juta sampai Rp 3 juta. Melalui jasa bidan bisa lebih murah lagi, hanya Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta. 
https://m.kaskus.co.id/thread/51b817c4582acff341000010/operasi-caesar-modus-operandi-dokter-menimbun-pundi2-uang/
http://banjarmasin.tribunnews.com/2013/06/12/istri-saini-langsung-syok 
Peristiwa diatas memang terjadi di Kalimantan Selatan, namun kalau memperhatikan berbagai media, oknum-oknum diatas ada diberbagai kota. Mungkin saja salah satunya adalah anda, keluarga anda, atau teman-teman anda yang terkena kasus tersebut. 
Modus Detak Jantung Bayi 
Ada beberapa kasus yang memang perlu dilakukan operasi caesar sebagaimana telah dijelaskan diatas. Namun, tidak sedikit kasus yang sebenarnya dapat melahirkan secara normal namun TIBA-TIBA disuruh untuk operasi caesar. 

Beberapa hal yang perlu diketahui mengenai modus ala Dokter / Rumah sakit maupun bidan yang menyarankan operasi caesar berdasarkan informasi (pengalaman) seorang ibu:
1. Bila selama proses pemeriksaan disaat hamil, kondisi janin / bayi normal, posisi bayi juga normal, namun saat hendak melahirkan, dokter/ bidan memberikan saran untuk operasi caesar dengan, seraya memberikan "menakut-nakuti anda", maka anda patut curiga dengan prilaku tersebut.
2. Seorang yang perlu dilaksanakan operasi caesar, maka akan dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Disini kadang celah seorang oknum bidan / dokter / pihak rumah sakit yang nakal memanfaatkannya, salah satunya melakukan pemeriksaan detak jantung Bayi.

Bila selama proses kehamilan, saat di USG detak jantung bayi anda normal-normal saja, namun saat hendak melahirkan diberitahu bahwa detak jantung bayi tidak normal, lemah atau sebagainya, maka  anda patut curiga dengan prilaku tersebut. Sebab, dari beberapa informasi yang diperoleh, pemeriksaan detak jantung bayi tidak dilakukan dengan benar. Perhatikan ALAT yang dipakai saat seorang bidan / dokter / pihak rumah sakit melakukan pemeriksaan detak jantung bayi. 
Pasrah Kepada Allah SWT
Memang berat rasanya mengambil keputusan saat kondisi seorang ibu hendak melahirkan. Namun, hidup dan mati sudah ditetapkan oleh Allah. Segala sesuatu haruslah dipasrahkan kepada Allah SWT. 
Bacaa Lainnya :
1. Operasi Caesar Dianggap Modus Klaim BPJS Kesehatan https://www.jurnalasia.com/nasional/operasi-caesar-dianggap-modus-klaim-bpjs-kesehatan-paling-banyak-biaya-dikeluarkan/
2. Oknum Dokter Kandungan Diduga “Horror” Pasiennya
http://www.jurnalsulawesi.com/oknum-dokter-kandungan-diduga-horror/
3. Hobinya: Operasi Caesar? http://www.mindwebway.com/?p=1345
4. Jangan Melahirkan Caesar jika tidak Urgent!!  https://www.kompasiana.com/fahmi_elbantani/5517b06b81331128699de201/jangan-melahirkan-caesar-jika-tidak-urgent
5. Dokter (Hobi) Bedah Caesar http://banjarmasin.tribunnews.com/2013/06/13/dokter-hobi-bedah-caesar
6. Rujuk pasien bedah sesar ke RS, bidan di Purwakarta dijanjikan duit https://www.hetanews.com/article/52848/rujuk-pasien-bedah-sesar-ke-rs-bidan-di-purwakarta-dijanjikan-duit

NEXT »

No comments