BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Sunday, February 17, 2019

Aliansi Santri Bogor Desak Fadli Zon Minta Maaf atas puisi yang melecehkan Doa KH. Maimoen Zubaer


Etika pejabat megara dalam penyelenggaraan emerintahan memiliki peran yang penting sebagai pedoman berperilaku yang baik dalam menjalankan tugasnya. Hal ini telah diatur dalam TAP MPR RI No. VI Tahun 2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa.

Fadli Zon (FZ) sebagai Pimpinan DPR RI mestinya tahu bagaimana harus bersikap atau berbicara sebagai pejabat di depan publik. Hal ini menjadi penting karena sebagai pejabat publik pernyataan yang dilontarkan akan menimbulkan efek samping dari mulai merugikan orang lain hingga bisa menyesatkan masyarakat, Jadi kalau menjadi pejabat jangan asal ngomong alias bicara.

Cuitan FZ terhadap doa Mbah Moen baru-baru ini telah menyinggung dan membuat marah santri karena merendahkan Guru/Kiyai sepuh yang dijadikan panutan oleh santri hampir seluruh Indonesia bahkan dunia. Pernyataan FZ menggambarkan bahwa dia tidak paham bahkan tidak memiliki etika sebagai pejabat publik.

Tujuan dirumuskan etika kehidupan berbangsa dalam TAP MPR RI No VI adalah untuk memberikan penyadaran tentang arti penting tegaknya etika dan moral dalam kehidupan berbangsa kemudian menjadi acuan dasar dalam meningkatkan kualitas manusia yang beriman, bertaqwa dan berakhlak mulia serta berkepribadian Indonesia.

Dengan alasan tersebut kami yang tergabung dalam Aliansi Santri Bela Kiyai (ASBAK) menyatakan sikap :

1. Mendesak Mahkamah Kehormatan Dewan DPR RI untuk memanggil dan memeriksa Fadli Zon.
2. Mendesak KAPOLRI dan Bawaslu RI agar menyelidiki pernyataan Fadli Dzon.
3. Fadli Zon tidak menghormati dan menyepelekan program panca karsa Bupati Bogor khususnya Bogor beradab.
4. Jika dalam  waktu 1 x 24 Jam Fadli Zon tidak meminta maaf pada masyarakat Kabupaten Bogor dan seluruh santri Se Indonesia maka kami akan memblokir Fadli Zon di Kabupaten Bogor.

Bogor, 15 Februari 2019
Aliansi Santri Bela Kiyai Kabupaten Bogor
« PREV
NEXT »

No comments