BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Sunday, February 17, 2019

Jejak Digital DKM Masjid Menara Menara Multimedia Telkom Pusat Yang Pro Radikalis



Netizen sudah bereaksi ramai tak hanya dengan gelombang tagar #TelkomProRadikalis tapi sampai memutuskan layanan IndiHome sebagai protes karena Telkom terus mengundang ulama radikal untuk mengisi ceramah di Masjid Al Muta'arof yang adalah masjid yang eksis di Menara Multimedia TELKOM, Jakarta. Telkom sejak dari tahun lalu disorot mengundang pembicara radikal yang tidak pro Pancasila dan NKRI pada masa Lebaran 2018 dan terus berlanjut hingga kini. 
Beberapa narasumber kajian di masjdi itu jelas pro HTI dan khilafah. Padahal Pemerintah sendiri sudah menolak kasasi HTI. Jadi Mahkamah Agung sendiri sudah mengesahkan pembubaran HTI kemarin dengan alasan yang terbukti jelas, mereka ingin mendirikan negara. "Tolak kasasi," demikian amar putusan yang diunggah di situs MA, seperti dikutip Kompas.com, Jumat (15/2/2019).
Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor AHU-30.AH.01.08 Tahun 2017 tentang Pencabutan Status Badan Hukum HTI tetap berlaku. Statusnya diharamkan untuk eksis di negeri ini. Tapi sayangnya masih ada ulama dan pihak di dalam Pemerintah yang ingin HTI terus langgeng.
Telkom sendiri merupakan salah satu BUMN yang 52,09% sahamnya saat ini dimiliki oleh Pemerintah Indonesia, dan 47,91% dimiliki oleh publik, Bank of New York, dan investor dalam negeri. Telkom juga menjadi pemegang saham mayoritas di 13 anak perusahaan, seperti PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel), Telkom Akses, Telkom Metra.
Jelas selain Telkom adalah sebuah perusahaan milik negara, memakai uang negara untuk operasional sekaligus menggaji para karyawannya. Telkom juga sahamnya dimiliki publik. Karena itu publik ingin BUMN beroperasi di bawah payung hukum dan konstitusi NKRI.
Ternyata, terkuak Telkom terus mengundang pembicara macam Ustad Tengku, Haikal Hassan, Felix Siauw dan Weemar Aditya untuk mengisi ceramah di Masjid Telkom. Ustad garis keras dan pro HTI ini diundang siapa? Nah, penulis melihat ada hubungannya dengan keberadaan Ketua MT Telkom.
Siapa Ketua Majelis Taklim Telkom? Wawan Budi Setiawan. Sudah pernah viral dan dibahas penulis Seword sebelumnya. Tapi masih relevan untuk diangkat dan diulas lagi.
Wawan Budi Setiawan adalah Ketua Umum MTT untuk periode 2017-2020 berdasar hasil Munas yang telah diselenggarakan sebelumnya, Ade Muzawir sebagai Wakil Ketua I, Maiyusril sebagai Ketua II, Muhammad Faizal Mahdi sebagai Sekretaris Jenderal, dan Wimal Hartiana sebagai Bendahara umum.

Mari kita telisik jejak digitalnya. Ditarik mundur ke belakang, tanggal 8 Desember 2017, Wawan mencuit di Twitter-nya,
** “Saya berharap andai bisa berangkat ke sana walau harus dibopong dengan kursi roda, agar saya bisa ambil bagian dalam jihad itu. Lalu biarlah satu tembakan mengenaiku hingga memisahkan kepala ini dari jasadku, agar kupersembahkan di jalan Allah SWT (Shaikh Yusuf Qardawi)**
Hati dan jiwa setiap muslim harus terpaut dengan Al Quds dan Palestina karena bagian dari umat Islam, sebagaimana bagian tubuh yang tersakiti, maka yang lain ikut merasakannya. Ayo tautkan dalam setiap relung doa-doa kita sebagai salah satu bukti ukhuwah islamiyah kita.”
Kemudian pada 28 Maret 2015 cuitannya dinilai menghina pemerintahan Presiden Joko Widodo, dengan mengunggah meme gambar Jokowi dengan kata-kata ‘Hahaha piye bro, isih kuat kan tak pimpin?? Tarif listrik naik, beras mahal, gas mahal, rupiah loyo, tarif KA naik 60 persen, tol kena pajak, hukum amburadul, utang tak tambahi 100 T dalam sebulan.
Bersama meme unggahannya itu Wawan mencuitkan,
“Ternyata semuanya terbukti satu persatu, tidak ada lagi kamus turun dan memikirkan kesejahteraan rakyat, hari ini pun BB dinaikkan kembali tanpa ada beban bagi pemerintah. Mari kita berdoa semoga kekuasaan yang sekarang segera berakhir, karena semakin lama malah tambah bikin sengsara.”
Ngeri dan melecehkan Pemerintah serta menistakan Pak Jokowi padahal Pak Jokowi berjuang demi bangsa dan kepentingan rakyat. Eh Si Wawan malah jadi benalu dan parasit yang merongrong dan menggerogoti Pemerintah secara terbuka. Memalukan dan tak tahu diri. Uninstall saja Wawan ini dari Telkom!
Dari profilnya, ia sudah bekerja lama di Telkom. Jabatan terakhirnya adlaah sebagai manager strategic business risk management pada tahun 2014 sampai akhirnya dia menjabat Ketua MTT hingga kini. Pejabat penting Telkom tapi sangat tidak nasionalis.
Kalau Telkom masih membiarkan Ketua MTT seperti Wawan eksis maka ini jelas pembangkangan sekaligus penolakan terhadap sikap Pemerintah yang jelas menolak HTI dan khilafah. Kementrian harus mengevaluasi Ketua MTT ini yang terus memasukkan pembicara proradikal dan pro khilahaf ke masjid Telkom. Upaya pemerintah memerangi aksi dan gerakan radikal malah tak didukung oleh petinggi dalam Telkom sendiri. Ini kan konyol. Wawan mending dikirim saja ke Suriah untuk merealisasikan cita-citanya. (sumber: seword.com)
« PREV
NEXT »

No comments